BAD HUSBAND: Her reality

53.2K 2.8K 76
                                        

Happy Reading!

Sorry kalo ada typo!

*****

Raya membuka pintu rumahnya saat akan masuk ke dalam rumah sebuah gelas terlempar mengenai dahinya, Raya memejamkan matanya karena perih di dahinya. Raya menyentuh dahinya yang mengalir darah.

"Ada apa lagi yah?" Tanya Raya kepada ayahnya yang berdiri tidak jauh darinya.

"Ada apa?! Kapan kamu akan menikah dengan Deva?! Ayah muak dengan kehidupan ini! Lihat ibu kamu yang ninggalin kita karena kita jatuh miskin! Kamu harus menjadi menantu keluarga Deva, Raya!"

"Dev baru saja cerai dengan istrinya dan Tante Rere ga akan bisa terima Raya menjadi menantunya yah! Karena Tante Rere tau kebusukan Raya selama ini! Dia tau kalau raya menjadi pelacur di Club! DAN ITU SEMUA KARENA AYAH!" Teriak Raya.

Plak!

"Berani sekali kamu berteriak kepada ayah!" Ayah Raya menjambak rambut Raya dan mendorong tubuh ringkih raya ke lantai.

"Apa peduli ayah jika ibu dari Deva tau tidak menyukai Kamu?! Kamu dengar ini baik-baik! Deva memilih kamu dari pada istrinya itu, seharusnya kamu senang bukan? Dia tergila-gila sama kamu?!"

"Raya capek yah, Raya ga mau Deva lebih kecewa karena harus menikah dengan seorang pelacur!"

"Jika kamu tidak menikah dengan Deva! Adik kamu akan ayah jual kepada teman ayah!"

Raya menggeleng, "Raya janji! Raya akan buat Deva menikahi Raya! Raya minta waktu yah." Ucap Raya.

"Bagus, ayah tunggu kabar baiknya." Ucapnya dan melenggang pergi ke luar rumah.

Raya mengusap darah di dahinya dan berdiri berjalan menuju kamarnya, Raya duduk di lantai dekat tempat tidur. Raya menenggelamkan kepalanya di bantal agar suara tangisnya Teredam oleh bantal.

Raya menghentikan tangisnya saat pintu kamar di buka.

"Kakak."

Raya menghapus air matanya dan tersenyum menatap adik perempuannya.

"Ada apa ana?" Tanya Raya.

Orang yang di panggil ana itu menghampiri Raya dan duduk di dekat Raya dengan kotak obat di tangan nya.

"Rana mau obatin luka kakak, maaf Rana ga bisa tolongin kakak saat ayah pukul kak Raya." Ucap Rana.

"Aduh adik kakak kok pengertian banget sih? It's okay, lagian kalo kamu tolongin kakak kamu bisa kena pukulan ayah juga." Ucap Raya.

Rana mulai membersihkan luka Raya dengan alkohol dan memberikan sedikit obat merah kepada luka Raya dan terakhir Rana menempelkan plester kepada dahi Raya.

"Thank you ana!" Ucap Raya dan mencubit pipi Rana.

Rana mengambil tangan Raya dan menggenggam nya, Rana menangis saat melihat wajah Raya yang masih bisa tersenyum padahal banyak masalah yang di tanggung oleh kakaknya.

"Stop senyum kak, kakak pengen nangis? Nangis aja jangan sembunyiin tangisan kakak, Rana tau banyak orang yang benci kakak Sekarang, perceraian kak Dev dengan istrinya itu bukan salah kakak! Kakak ga mau lakuin itu tapi keadaan yang memaksa kakak melakukan itu! Maaf Rana ga bisa berbuat apa-apa kalo ayah pukul kakak."

BAD HUSBAND [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang