BAD HUSBAND: Worried

52.9K 2.5K 36
                                        

Happy Reading!!

*****

Zera sedikit berlari agar sampai di ruang meeting karena dirinya sedikit terlambat datang. Zera terlambat karena ada kendala di jalan. Zera mengetuk pintu ruangan meeting.

Suara sepatu hak tinggi Zera mengalihkan semua pandangan orang-orang yang ada di dalam ruangan meeting, Zera sedikit membungkuk.

"Maaf atas keterlambatan saya," Ucap Zera.

Zera masuk ke dalam ruangan meeting di temani oleh sekretaris nya. Pandangan Zera tidak sengaja berpapasan dengan Deva, Zera sedikit terkejut karena ada Deva di meeting ini.

Zera berbisik kepada sekretaris nya menanyakan kenapa Deva bisa berada di ruang meeting ini, padahal yang Zera tahu perusahaan Edward tidak ikut.

"Pak Edward mengirim pak Radeva untuk menggantikan nya, Karena beliau sedang berada di luar negri." ucap Salsa.

"Tapi jadwal yang kamu kirimkan kepada saya, perusahaan beliau tidak termasuk untuk meeting sekarang?"

"Maaf Bu, pasti ibu tidak membacanya dengan teliti. Ini tender proyek yang sangat besar mana mungkin pak Edward tidak ikut serta? Dan satu hal lagi saya mendapatkan pesan dari pak Arsen, Bu Zera harus bisa memenangkan tender ini. Karena tidak kita akan terus bergantung kepada perusahaan pak Edward karena suntikan dana yang di berikan beliau kepada perusahaan kita." Jelas Salsa.

*****

Deva berjabat tangan dengan Zera karena wanita itu telah berhasil memenangkan tender proyek ini, Walaupun tangan kirinya terkepal kuat karena dirinya tidak terima kalah dari Zera.

Deva akui bahwa Zera adalah wanita type yang ideal, siapapun yang menjadi pendamping hidup wanita itu pasti akan beruntung, Deva selalu menyalahkan diri nya sendiri karena bodoh telah membuang wanita secantik dan berbakat seperti Zera.

Perceraian dirinya dan Zera membuat Deva terus di hantui bayangan penyesalan yang teramat dalam.

Mereka keluar dari ruangan, tangan Deva semakin terkepal kuat saat melihat Arsen memeluk tubuh Zera dengan erat, bahkan telinga Deva memerah menahan emosi. Deva berjalan menghampiri Zera dan Arsen di ikuti oleh sekretaris dan Asistennya.

"Ekhm! Congrats on the success of this project Ra," Ucap Deva dengan senyum yang mengembang.

"Astaga ganteng banget!" Seru Salsa.

Deva tidak menghiraukan perkataan dari sekretaris Zera, mata nya terfokus kepada Zera.

"Thank you! Dev." Ucap Zera.

"Pak Arsen kita jadikan untuk makan siang di restoran Jepang? Dan pak Arsen juga yang mentraktir kita kalo kita menang tender proyek ini." Tanya Salsa dengan hati-hati.

Karena Arsen type lelaki yang galak dan disiplin, maka dari itu di kantor banyak yang takut kepada Arsen selain wajah Arsen yang selalu datar Arsen jika marah sangat menakutkan.

"Jadi dong Sal, kalo pak Arsen ingkar janji saya akan pecat dia." Ucap Zera.

"Jadi Sal, Jika kamu memecat saya kamu bisa menangani perusahaan?" Tanya Arsen kepada Zera.

"Bisa," jawab Zera.

Arsen mengusap dan mengecup rambut Zera. Arsen sedikit melirik Deva, Arsen tersenyum kecil karena berhasil membuat raut wajah Deva berubah.

BAD HUSBAND [Selesai]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang