Happy Reading!!
*****
'Hallo Dev'
'Ya ada apa Ra?'
Zera turun dari taksi dan membayar ongkos taksi. Karena Zera baru saja menemui Zayn ayahnya untuk mengambil sesuatu.
'Bisa pulang lebih awal? Ada yang harus di bahas' ucap Zera.
Di sebrang sana Deva menghela nafasnya, 'Aku usahkan Ra'
'okey, aku tutup telponnya'
'Tunggu dulu, kamu mau titip sesuatu? karena aku pasti capek nanti pulang dan ga bisa turutin ngidam kamu Ra'
Zera tersenyum masam, nada bicara Deva seolah-olah tidak mau di repotkan lagi, Zera tau semenjak dirinya hamil Zera selalu ingin sesuatu di malam hari.
'Ga ada, aku tutup telponnya' setelah mengatakan itu Zera menutup teleponnya.
Zera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, selang beberapa menit Zera keluar dengan tubuh yang segar. Zera berjalan mengambil kopernya dan memasukan pakaian nya ke dalam koper.
Zera mengambil map yang ada di atas tempat tidur, map berisi gugatan cerai dirinya terhadap Dev. Zera mengajukan gugatan cerai ke pengadilan di bantu oleh Zayn. Zera memutuskan untuk berpisah dari Deva, karena Zera tau Deva tidak bisa mencintai dirinya lebih dari Raya.
Dan akhir akhir ini Deva selalu sibuk dengan alasan perkerjaannya di kantor banyak, Zera memaklumi hal itu.
Zera memandangi Foto pernikahan nya yang terpajang di dinding kamar, "Pernikahan gue ga sebahagia pasangan di luaran sana, percuma gue bertahan hidup dengan laki-laki yang hatinya masih untuk wanita lain."
"Lagian dengan gue pergi dari kehidupan Deva, ga buat dia nyesel karena apa yang menjadi tujuan utama nya udah berhasil dia gapai. Yaitu dengan mengambil alih cabang perusahaan keluarganya."
"Jadi tugas Lo selesai Zera," Gumam Zera.
Zera menyimpan map yang dari tadi ia pegang ke dalam laci nakas, Zera turun ke lantai bawah karena bel berbunyi sekilas Ia melihat jam yang ada di ruang tamu, tumben sekali Deva pulang jam 8 malam.
Zera membuka pintu dan disambut wajah Deva yang lelah, Zera mengambil tas kerja Deva.
"Aku buatkan teh hijau." Ucap Zera.
Deva menggeleng, "Ga usah Ra, aku mau mandi dan langsung tidur." Ucap Deva dan pergi menaiki tangga.
Zera mengunci pintu rumah lagi dan ikut menyusul Deva ke atas, Zera menyimpannya tas kerja Deva di tempatnya. Zera menyiapkan baju tidur untuk Deva untuk terakhir kali sebelum dirinya pergi besok.
Zera kembali turun ke bawah, Zera membuatkan teh hijau walaupun Deva menolak nya terapi Zera tetap akan membuatnya.
Setelah selesai membuat teh hijau Zera membawa teh hijau buatannya ke kamar, ternyata sudah mandi tetapi yang membuat Zera sedih adalah Deva tidak memakai baju pilihannya.
Sepele tapi menyakitkan.
"Dev minum dulu, teh hijau membuat badan rileks." Ucap Zera.
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD HUSBAND [Selesai]
ChickLit[⚠ DON'T COPY MY STORY!!] [⚠ BUDAYAKAN VOTE SETELAH MEMBACA!!] __________________________________________________ Menikah muda bukan lah impian seorang gadis bernama Nafeesa Zeraiah, Zera gadis berlesung pipi itu selalu terkena amarah sang suami. Ra...
![BAD HUSBAND [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/262624590-64-k404245.jpg)