Jangan lupa vote Yoo!
Happy Reading! Enjoy!
*****
Zera menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang, tepat hari ini Zera pulang dari rumah sakit. Setelah di rawat 5 hari, Bunda dan ibu mertuanya yang menjemput dirinya di rumah sakit.
Kemana Deva?
Entahlah Zera tidak tahu dan menurut Zera kehadiran Deva hanya membuat dirinya menderita.
"Ini di minum dulu nak obatnya." Ucap Lyla.
Zera menerima obat yang di berikan oleh sang ibu. "Aku mau istirahat Bun," ucap Zera.
Lyla yang mengerti arti ucapan sang anak hanya mengangguk, ternyata anaknya itu masih marah kepada dirinya karena ucapan beberapa hari yang lalu.
Setelah sang ibu keluar dari kamar Zera berjalan menuju lemari, Gadis itu mengambil beberapa baju dan menyimpannya di dalam tas ranselnya. Zera ingin bebas dari semua tekanan ini dan ingin pergi dari kehidupan Deva.
Zera sudah menyiapkan sebuah rumah kontrakan yang jauh dari keluarganya dan rumah ini, dan Zera akan menyimpan barang-barang dengan menyicilnya.
Setelah dirasa cukup Zera menyembunyikan ranselnya di bawah tempat tidur, "Semoga rencana gue berhasil." Ucap Zera.
"Rencana apa?" Suara Deva mengagetkan Zera.
Zera berbalik badan dan menghadap Deva, "Emm, R-rencana Liburan." Ucap Zera pelan.
Deva berjalan mendekati Zera "Lo gak bohong kan?" Tanya Deva.
Zera menggeleng, Deva terus memajukan badannya hingga Zera terjatuh di atas kasur.
"Minggir Dev."
Bukannya menuruti permintaan Zera, Deva malah semakin mendekat tubuhnya Zera menahan tubuh Deva karena bibir mereka yang akan saling berhadapan.
"Kenapa? Lo gak mau gue cium?"
"Minggir Deva!"
Deva tanpa aba-aba langsung melumat bibir Zera, hingga Zera kehabisan nafas gadis itu memukul dada Deva.
"Manis." Ucap Deva dan melenggang pergi menuju kamar mandi.
Zera mengusap kasar bibirnya, "Astaga!" Ucap Zera dan terus mengusap bibirnya.
"ZERA! ZERA!" Teriak Deva dalam kamar mandi.
"Iya!" Zera berjalan menghampiri Deva, "Apa?!" Tanya Zera di depan pintu kamar mandi.
"AMBILIN HANDUK GUE!"
"GAK USAH TERIAK! AKU JUGA DENGER!"
"LAH LO SENDIRI JUGA TERIAK? BEGO LO!"
Dengan kesal Zera berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk lelaki itu.
"Buka pintu nya."
Deva membuka pintu kamar mandi, dengan spontan zera berbalik badan dan menutup mata nya. "N-ngapain kamu buka semua pintu nya?! Mana gak gak pake baju."
KAMU SEDANG MEMBACA
BAD HUSBAND [Selesai]
ChickLit[⚠ DON'T COPY MY STORY!!] [⚠ BUDAYAKAN VOTE SETELAH MEMBACA!!] __________________________________________________ Menikah muda bukan lah impian seorang gadis bernama Nafeesa Zeraiah, Zera gadis berlesung pipi itu selalu terkena amarah sang suami. Ra...
![BAD HUSBAND [Selesai]](https://img.wattpad.com/cover/262624590-64-k404245.jpg)