®~~~~~~®
Yuta baru saja tiba didepan pagar rumah rosie, saat ditelfon tadi yuta dibuat sangat khawatir dengan keadaan gadis itu yang sedang menangis tersedu - sedu. Ia tidak mengerti kenapa ia harus sekhawatir ini dengan rosie, hanya saja saat mendengarnya menangis seperti tadi membuat perasaan aneh muncul dilubuk hatinya.
Ia tidak tahu perasaan seperti apa itu tapi yang jelas ia merasa sangat sesak pada saat itu. Jadi ia memutuskan untuk langsung menemui rosie, padahal awalnya tadi ia menelfon rosie karena ingin mengganggu gadis itu. Tapi siapa sangka kalau pada akhirnya akan seperti ini.
Yuta memarkirkan sepeda motornya didepan gerbang rumah rosie, pada saat ia akan membuka gerbang itu ada sebuah suara yang memanggil namanya dari belakang yang membuatnya mengurungkan niatnya dan menoleh kebelakang guna melihat siapa kah yang memanggilnya.
Disana yuta melihat sosok jefri yang baru saja keluar dari gerbang rumah disamping rumah rosie, ia menghampiri yuta dengan ekspresi yang sangat kentara bahwa ia tidak menyukai yuta. Dan yuta sama sekali tidak peduli dengan itu.
" apa yang kau lakukan disini " ucap jefri dengan wajah datarnya yang terlihat mengerikan.
" aku rasa itu bukan urusanmu, dan aku tidak harus memberi tahumu kan " ucap yuta sambil mengangkat sebelah alisnya soalah menantang jefri.
Melihat itu jefri kontan mengeraskan rahangnya dan mengepalkan telapak tangannya sembari menatap tajam kearah yuta, dan yuta sama sekali tidak peduli.
Yuta mengalihkan pandangannya pada gerbang didepannya, ia melihat bahwa gerbang itu tidak dikunci. Pada saat tangan yuta hendak meraih ganggang pintu pagar tersebut ada sebuah tangan yang menyekalnya, yap siapa lagi kalau bukan tangan bapak jefri yang terhormat.
" aku peringatkan padamu Jangan berani coba - coba " tanya jefri sembari mempertahankan ekspresi dinginnya.
Ctakk
Yuta menyentak kasar tangan jefri yang memegang tangannya dan menatap tajam jefri balik.
" Aku sebenarnya sangat bingung dengan sikapmu jef, kenapa kau bersikap sangat posesif dan selalu ikut campur urusan rosie padahal ada hati yang harus kau jaga. Bukankah itu sudah menunjukkan bahwa kau adalah lelaki yang brengsek " ucap yuta sambil mengangkat sebelah alisnya mengejek.
Jefri yang melihat itupun sangat kesal sampai - sampai mengepalkan tangannya hingga kukunya memutih, ia sudah pusing dengan masalah yang baru saja terjadi dan orang didepannya ini malah memancing dirinya, tentu saja jefri akan meladeninya.
Lagi pula ia memang butuh sebuah pelampiasan, dan dalam hitungan detik jefri sudah merenggut kerah baju yuta dan bersiap melayangkan pukulannya sampai sebuah suara menghentikan tindakannya.
" Jefri hentikan "
Disana berdiri jessica yang melihat terkejut kearah jefri dan yuta, setelahnya dengan sedikit berlari ia mendekat kearah kedua pemuda itu. Melihat itu jefri pun perlahan melepaskan genggaman tangannya pada kerah baju yuta, saat sudah didepan jefri dan yuta ia menatap tajam anak semata wayangnya itu. Sedangkan jefri, ia hanya menundukkan kepalanya menghindari tatapan jessica.
" Apa - apaan ini jefri, mommy and daddy tidak pernah mengajarkanmu bertindak kekerasan terlepas apapun masalahnya itu " ucap jessica dengan memandang jefri tajam, jessica adalah orang yang baik dan hangat tapi ketika ia sedang marah ia akan berubah menjadi sangat menakutkan, yah setidaknya itulah yang jefri pikirkan.
" Sorry " ucap jefri pelan, jessica hanya melirik sekilas kearah jefri setelah itu ia melihat kearah yuta. Dipandanginya pemuda itu dari atas hingga bawah seolah menilainya, dan itu membuat yuta merasa cukup tidak nyaman.
" Siapa namamu son " ucap jessica sembari tersenyum hangat pada yuta.
" Yuta " ucap yuta singkat, dan dibalas senyuman lebar oleh Jessica. Ahhh saat melihat yuta saat ini jadi mengingatkannya dengan daddynya jefri, dulu siwon juga sama seperti yuta bad boy dan dingin tak tersentuh.
Yuta dan jefri pun mengerutkan dahinya bingung melihat jessica yang tersenyum sambil menatap yuta intens, bahkan yuta mulai merasakan bulu kudunya merinding.
" Ahh yuta kau teman jefri dan rosie yahh " tanya jessica masih dengan senyum lebarnya.
" Teman rosie lebih tepatnya " ucap yuta sambil melirik tajam kearah jefri dan dibalas hal serupa oleh jefri, jessica yang sudah dapat membaca situasi pun langsung mencairkan suasana.
" Apa kau datang kesini untuk bertemu dengan rosie yuta ?" Tanya jessica yang dibalas anggukan yuta.
" Yah sebelum pengganggu datang " ucap yuta santai sambil melirik jefri, dan tentu saja membuat jefri tidak terima.
" Apa maksudmu hah " ucap jefri tajam sambil melangkah mendekati yuta.
" Jefri cukup, pulang ke rumah sekarang dan yuta selamat menghabiskan waktu dengan rosie yah kalau mau kamu boleh kok main kerumah tante. Itu rumahnya pas disamping rumah rosie, pintu rumah tante akan selalu terbuka untukmu " ucap jessica santai sambil tersenyum dan menghiraukan ekspresi tidak terima jefri yang berada disampingnya.
" Tapi mom- "
" Sudahlah ayo dah yuta " jessica memotong perkataan jefri dan menarik tangannya untuk pulang, yah sekali - kali ia ingin memberikan pelajaran pada anaknya ini. Salah siapa membuat anak gadisnya menangis kemarin, jessica tidak tahu saja apa yang sudah jefri lakukan pada rosie hari ini. Kalau tahu mungkin jefri sudah ditendang dari rumah kali yah🤣🤣
®~~~~~~®
Hello everyone 🙋
I'm comeback guys 🥳🥳
Ada yang kangen kah..?? Maaf yah baru bisa up sekarang😌😌
Makasih banget yah buat kalian yang selalu support crita ini dan stay padahal authornya udah kayak bang toyib yang hobinya ngilang
Happy reading guys, and tetep jaga kesehatan yahh 😚😄
Salam dirgahayu republik Indonesia 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
And yeah see you soon in the next chapter ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE FRIENDSHIP
Fiksi Penggemar" Apa mencintaimu memang harus sesakit ini ?? " - rosie " maafkan aku " - jefri " aku hanya ingin bahagia, walaupun aku harus menjadi orang egois sekalipun " - lisa
