@~~~~~~@
Sedangkan disisi lain dikediaman jung. jessica masih diam saja tidak memperdulikan jefri, seperti sekarang keluarga kecil itu sedang berkumpul diruang keluarga menonton serial televisi.
Jefri sedari tadi mencoba mengambil perhatian dari mommy-nya akan tetapi sepertinya jessica enggan memperdulikannya sama sekali ia lebih memilih melihat televisi yang lebih menarik menurutnya.
Melihat itu sang kepala rumah tangga yang melihatnya dibuat jengah sendiri, ayolah ini hari libur hari dimana ia bisa beristirahat dari penatnya pekerjaan kantor yang selama seminggu ini membuatnya pusing tujuh keliling.
Ia berharap hari minggunya yang cerah ini bisa menghabiskan waktu dengan istri tercintanya, tapi apa ini sang istri malah mencuekinya dan cemberut terus. Ini semua salah putra satu - satunya ini, siwon menggerutu dalam hati sambil melirik jefri sinis.
Merasa diperhatikan jefri pun menoleh kearah daddy-nya, ia menaikkan sebelah alisnya bingung melihat tatapan papa-nya yang seakan-akan sedang dongkol. Ohh ayolah mamanya saja belum berhasil ia bujuk ini daddy-nya mau ikut-ikutan merajuk gitu.
Jefri dibuat makin bingung melihat sang daddy beranjak dari duduknya dengan mengisyaratkannya untuk mengikutinya, akhirnya jefri pun menghela nafas sejanak sambil melirik sang mommy yang sedang asik dengan tontonannya sebelum beranjak dan mengikuti sang daddy dari belakang.
Jessica yang melihat mereka berdua pergi hanya melirik sekilas lalu menaikkan kedua bahunya acuh dan melanjutkan acara nontonnya.
Jefri terus mengikuti sang daddy yang ternyata membawanya ke kebun belakang rumah mereka, disana jefri melihat sang daddy yang sedang duduk dikursi taman sambil menghisap rokoknya.
Dulu daddy-nya memang seorang perokok aktif, tapi setelah bertemu dengan mommy jessica papanya sudah tidak seaktif dulu. Sesekali saja ia merokok karena jessica menentang keras kebiasaan suaminya itu, siwon pun merubah kebiasaan lamanya itu walaupun agak sulit untuk lepas dari benda tak sehat itu.
Nama-nya juga bucin akut yah kan jadi hot daddy ini nurut-nurut ajah, takut gak dikasih jatah sama mommy jessica🤣
Siwon melirik sekilas kearah jefri dan memberikan kode untuk duduk disampinya, jefri pun segera duduk disamping sang daddy. Setelah beberapa menit terjadi keheningan diantara mereka, siwon yang sibuk dengan tembakau yang ada di tangannya dan jefri yang sibuk menatap langit yang tampak cerah.
"gimana sekolah kamu" siwon memecah keheningan diantara mereka terlebih dahulu.
"baik" jawab jefri sekenanya.
Melihat itu siwon menghela nafas sejenak dan membuang putung rokok yang tersisa sedikit itu lantas menginjak-nya dengan kakinya, putranya ini memang sangat mirip dengan dirinya. Batin siwon sambil terkekeh pelan.
"bagaimana hubunganmu dengan lisa" tanya siwon sambil mengadah melihat langit yang begitu cerah hari ini.
" cukup baik "
" kau tau jef daddy juga pernah muda, daddy tau apa yang kau rasakan sekarang. Daddy hanya ingin mengingatkan jangan sampai kau menyesal pada akhirnya, keputusan yang kau ambil harus kau pertanggung jawab kan sampai akhir. Jangan jadi orang brengsek seperti daddy ini " ucap siwon dengan tersenyum getir.
Jefri mendengarkan semua yang dikatakan daddy-nya dengan seksama, dahi jefri menyerngit mendengar kalimat terakhir dari daddy-nya itu ditambah dengan sorot mata yang terlihat sebuah penyesalan yang amat kentara. Dan untuk pertama kalinya ia melihat daddy yang selama ini cukup tegas memperlihatkan ekspresi sedemikian rupa.
Baru saja jefri hendak membuka mulut tapi siwon terlebih dahulu meyela-nya.
" ingat baik-baik ini jefri kau harus bisa mengerti perasaanmu sendiri, bedakan mana cinta dan sahabat karena itu sama sekali tidak sama. Sekali lagi jangan sampai kau menyesal pada akhirnya jef, karena bukan hanya kau yang akan tersakiti melainkan banyak hati juga " jelas siwon panjang lebar.
Jefri terdiam memikirkan semua yang diucapkan oleh sang daddy, entah kenapa kepalanya mendadak pusing seperti benang kusut yang tak berujung. Siwon benar jefri tidak mengerti perasaannya sendiri yang rumit, dan ia tidak ingin menyesal pada akhirnya.
Saat jefri sedang termenung dengan pikirannya siwon beranjak dari duduknya.
" hahhh pikirkan baik-baik jef jangan gegabah, take your time. Daddy akan masuk dan menghabiskan waktu bersama mommy-mu, kau ingin adik laki-laki atau perempuan hemm " goda siwon sambil menaik turunka kedua alisnya disertai seringaian menggoda, kasian juga melihat sang putra yang terlalu serius itu.
" jangan banyak tingkah kau pak tau " ucap jefri sambil memutar bola matanya malas, yang dibalas tawa menggelegar siwon yang sedang berjalan kedalam rumah. Sepertinya ia memang ingin menghabiskan sisa waktu liburnya dengan sang istri tercintanya.
Jefri yang tinggal sendiri pun menghela nafas panjang dengan sorot mata yang sulit diartikan,
" rosie apa yang harus aku lakukan " ucapnya dengan sendu.
@~~~~~~@
Hayyyyy guys gua comeback nihh😁
Maaf banget yah baru bisa up sekarang🙏
Kalau kalian lupa alurnya dibaca lagi ajah guys chapter yang sebelumnya✌🙏
Kira2 ada apa yah sama masa lalunya daddy siwon😏
Jangan lupa vote&comment guys 🤗
And yeah see you next part🥰
Buat spoiler chap berikutnya spesial yurose loh🤭
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE FRIENDSHIP
Fanfiction" Apa mencintaimu memang harus sesakit ini ?? " - rosie " maafkan aku " - jefri " aku hanya ingin bahagia, walaupun aku harus menjadi orang egois sekalipun " - lisa
