®~~~~~~®
Tok Tok Tok
Ceklek
" Lisa "
Terlihat jefri yang sedang berdiri didepan pintu kamar, dari wajahnya terlihat gurat khawatir walaupun hanya samar - samar. mereka sudah berteman sejak mereka berdua lahir, karena mereka tetangga dan orang tua mereka berteman. jadi tidak heran kenapa jefri bisa mengetahui apapun tentang lisa.
Lisa yang melihat jefri pun lantas melepas pelukannya dengan rosie dan beralih memeluk jefri. Lisa kembali terisak pilu didalam dekapan jefri.
" hiks hiks jef mereka melakukannya lagi, aku hiks aku benar - benar tidak tahan jef hiks " ucap lisa sambil terisak - isak.
" aku benar - benar ingin mengakhiri semua ini jef, mungkin jika aku mati mereka akan berhenti hiks hiks " lanjut lisa
" sssstt apa yang kau bicarakan ha ? Jangan bicara omong kosong lisa " ucap jefri sambil mengelus puncak kepala lisa.
Rosie pov.
Aku yang melihat lisa terisak pilu dalam dekapan jefri pun tak kuasa menahan tangis. Apalagi mendengar perkataan lisa tadi, rasanya hatiku seperti tercubit.
" hiks benar lisa hiks apa yang kau bicarakan, hiks kau tidak sendirian kau punya kami hiks. Kumohon jangan mengatakan hal seperti itu lagi hiks " ucapku sambil memeluk lisa dibagian belakang. ( jadi posisinya tuh jefri meluk lisa dari depan dan rosie dibelakang, mereka pelukan bertiga dengan lisa ditengah ).
" hey kenapa kau juga ikut menangis ha ?? Astaga kalian berdua sama saja yah, sudah jelek cengeng pula " ucap jefri mengejek sembari mengusap kepala rosie dan lisa bergantian.
Kata - kata jefri suksea membuat tangisan kami berdua berhenti, aku dan lisa saling bertatapan beberapa saat. Seperti melakukan kontak batin kita tersenyum dan mengangguk bersamaan. Kulirik sekilas kearah jefri ia tampak kebingungan.
Dan benerapa saat kemudian terdengarlah suara teriakan jefri yang berat besar menggelegar diseluruh penjuru rumah, yah kalian bayangkan saja jefri berbicara biasa saja suaranya sudah besar kayak bapak - bapak lah ini malah teriak sambil tertawa besar pula. Apa tidak berdarah telinga kalian ?? Kalau aku sih tidak, sudah biasa soalnya.😊
Jika kalian bertanya - tanya penyebab jefri berteriak dan tertawa dengan suaranya yang bisa menggetarkan seluruh alam semesta ini (okeh itu sangat berlebihan) itu karena aku dan lisa langsung menggelitiki jefri secara bersamaan. Hahahahah.. Rasakan itu salah sendiri mengatai kita, yah walaupun aku tahu dia hanya ingin menghibur kita sih. Tapi tetap saja melihat dia tersiksa dan memohon ampun seperti ini sungguh menyenangkan.😏 ( rosie tersenyum jahat )
" hwahahahahah... Ampun maaf maaf hahahah.. Berhentilah kalian berdua hahahahha... " ucap jefri susah payah ditengah - tengah tawanya.
Setelah melihat wajah dan telinga jefri yang memerah karena kebanyakan tertawa akhirnya mereka berhenti. Untung saja mama dan papa rosie sedang ada urusan diluar kota dan mengharuskan mereka untuk menginap disana.
Awalnya mereka ingin mengajak rosie ikut serta, namun rosie menolak dan bersih keras agar tetap di rumah. Akhinya pun mereka memilih untuk mengalah, karna demi tuhan jika rosie sudah menentukan kehendaknya maka tidak dapat diganggu gugat sama sekali. Bahkan papanya sendiri yang memiliki sifat keras kepala kalah dengan rosie, jadi jangan tanya bagaimana bisa rosie memiliki sifat keras kepala. Yah sungguh miris sekali hidup mama rosie harus terjebak diantara kedua orang tersebut.
Rosie pov end
®~~~~~~®
Setelah acara menangis dan drama jefri tadi, akhirnya lisa sudah tertidur pulas dikamar rosie. Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 malam, tetapi rosie belum bisa menutup matanya dan pergi kealam mimpi.
Jika kalian berfikir rosie tidak bisa tidur karena ia memikirkan sesuatu maka kalian salah besar sebab alasan rosie tidak bisa tidur malam ini adalah
Kruyuk
Iyah gaes rosie lapar.😂
Sebenarnya bi sumi ( pembantu dirumah rosie ) selalu menyediakan mie instan di dapur, tapi yah masalahnya tuh rosie takut. Rosie percaya dengan yang namanya hantu, apalagi kemarin malem ia dan lisa sempat melihat film horor bersama dirumah rosie. Tambah parnoan lah si rosie.
Rosie terpaksa menahan rasa laparnya dan mencoba untuk bisa tertidur, Bahkan ia mulai menghitung domba dalam otaknya agar bisa cepat tertidur.
Tetapi sama sekali tidak berhasil, dengan kesal ia duduk dan memegang perutnya sambil memggerutu tidak jelas. Setelah beberapa saat akhirnya dengan memberanikan diri ia turun dari ranjang dan berjalan pelan menuju dapur yang berada dilantai bawah.
Ia berjalan pelan - pelan sambil menatap sekitar yang tampak gelap sekali, hanya samar - samar sinar bulan masuk melalui celah - celah gorden. persih seperti keadaan yang berada difilm horor yang kemarian ia lihat, Setelah perjuangan yang sangat menegangkan dan mengerikan ( menurut rosie ) akhirnya ia sampai didapur.
Saat tangannya meraba dinding hendak menyalakan saklar lampu tiba - tiba dari arah belakang ada sebuah tangan yang memegang pundaknya.
Deg
Tubuh rosie kaku seketika, ia bahkan sampai menahan napasnya sangking terkejut dan takutnya. Ia sama sekali tidak berani untuk menoleh kebelakang, karna tadi perasaan dirumah ini hanya ada dirinya dan lisa. Jefri telah pulang tadi setelah melihat lisa bisa tertidur dengan pulasnya. Ini juga tidak mungkin lisa, karna selama setahun ia mengenal lisa ia tidak pernah terbangun dimalam hari. Jadi tangan siapa yang sedang berada dipundaknya saat ini ??
Tiba - tiba rosie merasakan tangan itu memutar pundaknya agar menghadap kebelakang, karna takut dan terkejut dari tindakan tiba - tiba itu rosie secara reflek memejamkan matanya dan berteriak.
" hwaaaaa~ Hmm hmmm hmmm~ " teriak rosie terputus karena-
®~~~~~~®
Jangan tegang - tagang atuh..😅
Cieeee yang digantungin bacanya~~
Hahahahah🤣 gimana rasanya enak gak..??😂
Tolong jangan hujat author🤡
Dan yahhh geas akhirnya rose solo udah keluar🥳🥳🥳🥳
Gila seneng banget lagunya juga enak banget sumpahhhh❤❤❤
Jangan lupa terus streaming yah gaes.. Dukung rose teruss..🥰🥰
Jaga kesehatan juga yahh.. 😅😅😅
Jangan lupa vote & comment yah gaes
See you in the next chapter 😋
Bye gaes✋🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE FRIENDSHIP
Fanfiction" Apa mencintaimu memang harus sesakit ini ?? " - rosie " maafkan aku " - jefri " aku hanya ingin bahagia, walaupun aku harus menjadi orang egois sekalipun " - lisa
