Kutukan Kembang Desa

6.3K 646 28
                                        

#8

Perawat itu terus mendorong brankar, melalui selasar rumah sakit. Aku dan ibu mengikutinya dari belakang. Ia baru berhenti di depan sebuah ruangan yang cukup besar.

Kami pun masuk ke dalam ruangan itu. Sebuah ruangan yang cukup nyaman, dengan sofa besar dan pendingin ruangan.

"Sus, apa saya boleh menunggu di sini?" tanyaku pada Perawat itu.

"Boleh, Mas. Jika terjadi sesuatu bisa ditekan ini ya," ucap Perawat itu sambil menunjukan tombol merah di dekat brankar. Kemudian ia ke luar dari ruangan.

Aku dan ibu masih menjaga jarak, tidak berani menyentuh Khalid. Kami pun akhirnya duduk di sofa.

"Khalid yang kuat ya," gumamku pelan seraya menatap tubuh kecilnya yang terbaring di atas blankar.

"Cucu ibu pasti kuat." Ibu pun ikut menyemangati.

"Dar ... tadi kamu bilang apa?"

"Apa, Bu?"

"Wanita Iblis."

"Oh iya, Wanita Iblis itu bilang mau bawa Khalid."

"Ciri-cirinya?" Wajah ibu tampak serius.

"Rambutnya panjang, wajahnya hancur, banyak darah menetes, bajunya ...."

"Merahkan? Dan lidahnya menjulur." Ibu memotong ucapanku.

"Kok ibu bisa tau?"

"Ternyata dia balik lagi, ibu pikir udah pergi."

"Maksudnya?"

"Dia itu wanita dari masa lalu ayah kamu."

"Wanita dari masa lalu? Ucapan ibu sama dengan Kakek itu."

"Jadi dia juga datang."

"Ibu juga tau tentang Kakek itu?"

"Dia yang menjaga keluarga ayah kamu."

"Kenapa aku gak inget ya, Bu?"

"Soalnya itu keinginan ayah kamu, sebelum meninggal."

"Jadi Wanita itu yang membunuh ayah?"

Ibu terdiam, lalu menghela nafas.

"Semua berawal dari kejadian setengah abad lalu ...." Ibu mulai bercerita.

_________

Dulu, sebelum ayah lahir. Ada seorang kembang desa bernama Rahmi. Kecantikannya bahkan membuat banyak pria tergila-gila. Tidak hanya di desa tempat ayah tinggal, tapi sampai ke desa-desa tetangga.

Singkat cerita, Rahmi akhirnya menikahi anak Kepala Desa. Sayangnya pernikahannya tidak bertahan lama. Suaminya meninggal dunia, seminggu usai pernikahan.

Beberapa bulan kemudian, seseorang dari kota datang untuk menikahinya. Kejadian naas pun berulang. Suaminya ditemukan tewas tenggelam di sungai dekat rumahnya.

Kejadian terus berulang sampai dia menikah untuk ke tujuh kalinya. Semuanya tidak ada yang bertahan lebih dari sebulan. Ada yang meninggal karena kecelakaan, sakit bahkan bunuh diri.

Warga desa menaruh curiga, kalau suami-suaminya itu ditumbalkan untuk kecantikannya. Sehingga warga pun mulai mengucilkannya.

Hinaan demi hinaan terus dilontarkan warga setiap kali Rahmi berjalan ke luar rumah. Hingga akhirnya dia tidak terlihat ke luar rumah selama seminggu.

Beberapa warga penasaran dengan kondisinya, kemudian mendatangi rumah Rahmi. Bau busuk menyeruak ketika mereka berdiri di depan pintu rumahnya. Salah seorang warga kemudian mengintip ke jendela.

Sungguh pemandangan yang mengerikan. Tubuh Rahmi sudah membusuk, tergantung di ruangan depan. Cairan berwarna hitam, terus menetes dari tubuhnya.

Dengan cepat mereka melapor ke Kepala Desa. Warga mulai berkerumun di depan rumahnya. Kepala Desa meminta warga untuk mendobrak pintu depan. Bau busuk semakin menyengat ketika pintu terbuka. Beberapa warga yang tidak tahan, memilih untuk menjauh.

Kepala Desa dengan beberapa warga masuk ke dalam rumah. Menurunkan jasad Rahmi yang tergantung. Kemudian dibungkus dengan kain yang tebal dan plastik.

Tanpa sengaja, kepala desa menemukan sepucuk surat di meja ruang tengah. Ia pun membuka surat itu dan tertulis ....

SIAPAPUN YANG MASUK KE RUMAH INI, MAKA NASIBNYA AKAN SAMA DENGANKU!

Ada noda merah yang sudah menghitam di sudut kertas itu. Kepala Desa tersenyum kecut ketika membacanya, lalu membakar surat itu.

Jasad Rahmi langsung dibawa ke halaman belakang rumahnya. Di sana Kepala Desa memerintahkan untuk membuat lubang galian.  Akhirnya, Rahmi dikuburkan di sana tanpa dimandikan dan disholatkan.

Malam harinya, teror pun dimulai. Rahmi gentayangan menghantui warga desa. Terutama orang-orang yang sudah masuk ke dalam rumahnya. Sampai satu persatu dari mereka jatuh sakit dan meninggal dunia. Hanya menyisakan Kepala Desa.

Rahmi mulai meneror rumah Kepala Desa. Segala upaya sudah dilakukan warga untuk mengusirnya. Mulai dari mendatangkan orang pintar sampai ustad. Namun tak ada satupun yang berhasil. Bahkan salah satu orang pintar yang berusaha mengusirnya, ditemukan tewas  menggantung di rumahnya.

Kepala Desa mulai jatuh sakit. Sudah dibawa berobat ke mana pun tetap tidak sembuh. Sampai akhirnya dia pun meninggal dunia. Setelah kematian Kepala Desa, Rahmi pun menghilang.

"Semenjak itu, warga melarang siapapun masuk ke dalam rumah Rahmi. Bahkan untuk sekadar masuk ke halaman rumahnya. Sampai ...." Ibu menghentikan ceritanya.

"Sampai apa, Bu?" tanyaku penasaran.

Ibu kembali menghela nafas, "Sampai Ayahmu dan teman-temannya melanggarnya."

BERSAMBUNG

Kutukan Kembang DesaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang