__________
Perasaan Mina memang sangat tidak senang kala melihat ada beberapa security yang berdiri menghalangi penglihatannya. Wanita dengan setelan masih memakai pakaian kemeja biasa itu pun sontak membulatkan mata saat melihat seorang pria dilanda emosi sedang berusaha ditenangkan. Tak perlu ditebak pun pasti ini akan berujung salahnya.
Perjalanan Mina dari Restoran menuju Rumah Sakit lumayan menguras waktu. Dirinya mengatakan 20 menit tapi aslinya menjadi 35 menit. Bukannya sengaja ingin lama, akan tetapi jalanan sedikit macet ditambah jarak tempat keduanya. Sudah dipastikan mungkin Dokter Choy masih akan memberinya sedikit tekanan lagi.
Menjadi dokter itu memang susah, sungguh!
"Maaf Dokter. Choy, Mina telat karena tadi jalanan macet ditambah jarak tempat Mina kemari cukup jauh." wanita itu langsung menghampiri pria paruh baya yang ada didekat kerumunan.
Baru saja akan menjawab, suara seseorang kembali mengintrupsikan. "Jadi, kau dokter yang akan melakukan operasi? Kenapa kau lama? Kau menganggap remeh nyawa Ibuku?!"
Mina memang sudah biasa mendapat bentakan seperti ini, memang dulu dirinya sering disalahkan oleh keluarga Pasien jika terlambat sedikit.
"Anda wakilnya? Bisa ikut saya sebentar?" tanya Mina yang saling beradu tatap dengan pria didepannya. Sedikit membeku ditempat kala bertatapan dengan mata yang bulunya sangat lentik, rahang tegas, bahu tegap dan jangan lupakan kelebihan tinggi yang membuat Dokter bermarga Myoui itu menatap keatas walau sudah memakai hils 5cm.
"Kenapa kau tidak langsung melakukan operasi? Ibuku sudah sangat kritis!"
Bukannya menjawab, Mina malah mengintrupsikan tangannya seakan menyuruh salah satu suster disana mendekati mereka.
"Siapkan ruang operasi yang ada dilantai 3. Aku akan bersiap dan masuk 15 menit lagi." tampak anggukan menjadi jawaban. "Dan, kau! Ikut aku untuk menanda tangani surat-surat yang lainnya." tekan Mina lagi walau sebenarnya juga sedikit emosi, matanya masih mengantuk ditambah mood ingin menghabiskan waktu bersama kedua sahabatnya jadi ditunda lagi.
Mina berjalan terlebih dahulu, baru saja pria itu mengikuti beberapa langkah hingga dirinya dapat merasakan sesuatu tengah memeluk dibawah. Bocah nakal kesayangannya sedang memeluk seakan meminta sesuatu.
"Ada apa, Younjae?" tanya Taehyung lembut sambil merendahkan diri agar bisa mensejajarkan tinggi keduanya walau masih terpaut jauh.
"Jae ikut Papa boleh?"
Singkat, padat, dan jelas. Taehyung dengan cepat menggendong putranya itu sebelum meminta sesuatu pada Sowon yang sedari tadi sudah mau mengikutinya untuk menjaga. Sudah seperti Ibu Younjae saja sungguh.
"Sowon, tunggu disini. Saya akan menandatangani surat-surat lainnya."
Sowon mengangguk. "Baik, CEO Kim."
Kembali lagi, Taehyung melangkah dengan cepat mengingat wanita itu sudah hampir sampai didepan lift. Takut ditinggal saja karena nanti pastinya Taehyung tidak tau dimana letak ruangan Dokter itu.
Younjae yang masih digendong didalam lift pun sempat menatap wajah Mina dari samping walau sedikit tinggi akan tetapi mampu membuat bocah itu tersenyum sendiri. Mina cantik sekali sungguh, ingin memuji tapi takut dikira yang aneh-aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
DOCTOR & CEO ✓
Fanfiction'our love story, taemina.' Kim Taehyung, duda beranak satu yang selalu mengutamakan apa yang diinginkan bocah umur 5 tahun kesayangannya itu. Kim Younjae selalu merengek akan kasih sayang seorang ibu padanya. Hingga satu orang wanita dewasa dengan p...
