Andin Renaive adalah seorang gadis biasa dari desa yang mendapatkan kesempatan untuk bekerja di kota besar. Dapatkah Andin bertahan hidup di kota besar dari semua yang ia bayangkan?
Tiba tiba ada suara keras dari dalam rumah yang membuat Andin kaget. Andin tidak memperdulikan suara itu dan memilih langsung pergi. Andin naik taxi ke Times Square tapi pengemudi taxi yang Andin tumpangi membawa mobil dengan sangat cepat dan membuat Andin ketakutan....
"apa gue bakal sampai dengan selamat?" ucap Andin dalam hati
"apa semua sopir taxi disini seperti ini?" ucap Andin lagi dalam hati
Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya Andin sampai ke Times Square...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Times Square sangat indah saat malam. Lampu terang benderang di setiap bangunan, suara bising, dan keramaian orang. Andin merasa senang akhirnya bisa pergi ke Times Square. Andin langsung bergegas mencari toko laptop dan langsung membeli laptopnya...
*Di Epel Store*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"halo saya Mark, selamat datang di Epel Store" ucap karyawan toko
"mm halo Mark" ucap Andin
"anda sedang mencari apa? sebentar lagi tokonya tutup" ucap Mark
"saya mau beli laptop dan sekarang saya sedang buru buru" ucap Andin
"baik, shift saya juga sebentar lagi selesai" ucap Mark
"oh iya saya mencari laptop yang paling murah" ucap Andin
Mark mengajak Andin berkeliling melihat lihat laptop yang ada. Setelah dapat Andin pergi ke kasir untuk membayar...
Setelah selesai Andin segera pulang ke rumah Aldebaran...
*Di Rumah Aldebaran*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Andin masuk lewat pintu depan lalu diam diam naik ke kamar tapi saat di tangga Aldebaran tiba tiba muncul dan melihat Andin...
"Andin?" ucap Aldebaran
Andin kaget sampai membuang laptopnya tepat disamping kaki Aldebaran...
"sepertinya jalan jalan kamu jadi sia sia. Lain kali kamu harus dengar aku" ucap Aldebaran lalu pergi
"gue benar benar benci sama dia. Laptop gue!!!!!" ucap Andin kesal dalam hati
Andin lalu naik ke kamarnya....
"gue benar benar capek" ucap Andin
Andin langsung ganti baju dan tidur...
Keesokan paginya...
"hari yang membosankan, gue mandi dulu deh biar fresh" ucap Andin saat bangun
Andin bangun dari tempat tidur lalu pergi mandi. Setelah mandi Andin pakaian di kamar mandi lalu keluar. Andin merasa heran karena pintu kamarnya terbuka karena seingat Andin sebelum mandi, ia kunci pintu kamarnya. Andin melihat ke sekeliling kamarnya lalu kaget melihat laptop baru di atas meja kerjanya. Andin senang karena ia punya laptop baru lebih bagus daripada laptop yang ia beli semalam. Andin membuka sebuah kertas yang ada disamping laptop barunya. Andin membacanya dan kaget...
"apa ini nama nama senjata? Terus jumlah uang ini dari hasil senjata yang Aldebaran jual?" tanya Andin kaget
Andin kaget dengan nominal yang tertera....
"gue harus balikin ini ke Aldebaran" ucap Andin
Andin pergi ke ruang kerja Aldebaran dengan gugup....
"lo gaboleh gugup ndin!" ucap Andin dalam hati
Tiba tiba Andin mendengar suara wanita dari dalam...
"ini tidak adil" ucap seorang wanita
"hm bukan suara Anna" ucap Andin heran
"ini semua tidak adil, aku harus melihat foto kamu dengan dia turun dari pesawat jet pribadi kamu. Kenapa bukan aku orang pertama yang tahu kalau kamu sudah di New York. Wanita itu tidak seperti akuntan Aldebaran" ucap wanita tersebut
"gue sama sekali ga kenal suara itu" ucap Andin dalam hati
Andin maju lebih dekat lalu mengintip ke dalam ruang kerja Aldebaran. Andin melihat Aldebaran duduk di meja kerjanya lalu wanita yang berbicara tersebut duduk diatas meja kerja Aldebaran dengan posisi menyamping...
"siapa wanita itu?" tanya Andin dalam hati
Andin bertanya tanya karena Andin merasa Al terlihat nyaman mengobrol dengan wanita tersebut....