"apa????" ucap Aldebaran
"aku bilang Roy ada.." ucap Andin
"aku dengar Andin. Aku hanya ga pernah ngira dia bakal lakuin hal sebodoh ini" ucap Aldebaran lalu berdiri dari tempat duduknya
Aldebaran mendekati Andin untuk mengintip keberadaan Roy....
"benar, dia ada disini..." ucap Aldebaran
"aku ga nyangka dia ada disini..." ucap Andin
"jangan biarin dia menganggu kamu" ucap Aldebaran
"apa??? dia yang beri aku kenangan terburukku dan dia benar benar ada disini, di sekitarku lagi. Dia memukul Ketrin hanya untuk tahu dimana aku. Temanku dalam bahaya. Temanku Rea juga dalam bahaya. Aku gabisa mengabaikan dia begitu saja. Kamu harus lakuin sesuatu" ucap Andin
"kamu mau aku lakuin apa Andin? Turun kesana dan tembak kepalanya?" tanya Aldebaran
"aku gatau!" ucap Andin
"ga, aku ga akan bunuh dia. Bisa ga sih kamu percaya aku kalau aku suruh kamu jangan khawatir?" ucap Aldebaran
"ga Aldebaran, aku gabisa! Aku benar benar takut dengan dia. Apa itu yang kamu mau dengar?" ucap Andin
Aldebaran menarik pinggang Andin lalu menciumnya...
"aku harus keluar, aku juga mau singgah ke toko hanya sebentar" ucap Aldebaran
"jadi kamu mau tinggalin aku disini, berharap Roy ga bakal nungguin aku disuatu tempat?" tanya Andin
"aku gabakalan mengikuti Roy kemana dia pergi dan tiba tiba muncul dan memukul dia" ucap Aldebaran
"aku ga mikir gitu" ucap Andin
"kamu mikirnya gitu. Lee nunggu kamu, kapanpun kamu mau pulang atau pergi. Serahkan semua sama dia. Sampai ketemu di rumah Andin" ucap Aldebaran lalu meninggalkan ruangannya
"gue harap jika saatnya tiba, Aldebaran bisa melindungiku" ucap Andin dalam hati
Tiba tiba chat Rea masuk di hp Andin...
"ndin lo liat dia kan? Gimana?" ucap Rea
"gue turun ke lo ya" ucap Andin
Andin turun ke dapur menemui Rea...
"Re.." ucap Andin
"Ndin, waktu yang pas. Gue baru aja selesai masak. Apa lo liat cowok yang gue suka? Dia benar benar ganteng" ucap Rea
"Rea, gue mau kasitau lo sesuatu" ucap Andin
"ok, apa?" tanya Rea
"ok, jadi ini tentang cow.." ucap Andin
Rea memotong perkataan Andin...
"ndin, lo cium sesuatu ga?" tanya Rea
"ga, ga juga. Re dengerin gue, gue benar benar harus kasitau lo.." ucap Andin
"astagaaaaa, kalian bodoh! Ndin, lo chat gue aja ya nanti" ucap Rea
Rea berlari menuju ke dapur yang hampir terbakar...
"kalian beruntung pak Al udah pergi" ucap Rea
"sial. Gue tunggu Rea aja deh di sini" ucap Andin dalam hati
"gue ambil pemadam api dulu!" ucap Rea dari kejauhan
"hm kayaknya lama, gue pulang aja deh" ucap Andin
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Andin keluar dari restoran. Diluar Lee sudah menunggu Andin...
KAMU SEDANG MEMBACA
A Mysterious Man
RandomAndin Renaive adalah seorang gadis biasa dari desa yang mendapatkan kesempatan untuk bekerja di kota besar. Dapatkah Andin bertahan hidup di kota besar dari semua yang ia bayangkan?
