Flashback!: Kicep is kedip

3K 290 73
                                        


⚠️uɐʇɐƃuᴉɹǝd⚠️

⚠️ርቿዪጎፕል ጎክጎ ጠቿክኗልክዕሁክኗ  ቿጠዐነጎ ፕጎክኗጕልፕ ፕጎክኗኗጎ. ጋልዕጎ, ዕጎዘልዪልየጕልክ ሁክፕሁጕ ፕልዘልክ ልጠልዪልዘ⚠️

Kalian tahu tidak? Tidak? Oh yaudah sih. Langsung saja ke ceritanya. Udah, udah. Jangan esmochi jeruk, dan lebih baik simaklah cerita ini sebelum book Erwin muncul di lapak saya.

//Erwinbersinbersindidalamtanah//

Jaman dahulu, hiduplah sebiji anak bernama Maemun-maaf, salah naskah. Ok, kembali ke cerita. Nanami adalah pria yang suka bekerja. Akan tetapi, walau dia sering bekerja bak quda lumping alaska yang kesurupan naga In*dosiar, dia tidak pernah mendapat ucapan terimakasih barang sekalipun dari bos amjingnya. Esmochi? Ya, benar. Dia esmochi.

Lalu, bagaimana cara Nanami yang tamvan dan berani ini bisa menghilangkan esmochi nya?

"Parabotnya mbak. Ayo dibeli, dibeli. Mayan buat gebuk suami anda yang memakai nama merek teh T*oji"

"Saya beli pak. Kebetulan, itu bapak saya yang disebut barusan"

Bukan, bukan cara membeli perabotan rumah tangga, dan mari abaikan anak SMA yang membeli golok berlogo uang seribu Indonesia itu, dan beralih ke cerita. Cara menghilangkan esmochi Nanami, adalah-

"Sayang anak, sayang anak. Ayo dibeli kamper bola-bolanya mbak"

Bukan juga membeli bola naga KW, tapi dengan cara melihat ciptaan FL author yang maha benar, imut, dan vintar. Dialah (y/n) si gadis ibl-baik hati dan tydack sombong.

Nanami melangkah penuh keyakinan menuju pintu toko roti. Disinilah, dia bertemu dengan sosok bej-manis bagai madu tetangga. Sebelum membuka pintu, Nanami memeriksa penampilannya di kaca depan pintu toko roti. Di dalam toko, si pemilik menatap datar dengan sosok yang tengah mengaca tanpa sadar tengah di tatap oleh orang di dalam.

'Adakah kenormalan di fanfic ini?' Batin pemilik toko dengan ekspresi datar.

Setelah selesai merapihkan penampilan, Nanami pun mulai memasuki toko dengan memakai aroma parfum mo*lto cair di sekujur bokongnya.

Nyoootttt ( Anggap saja bunyi bel toko )

"Halo tuan! Wah, sering sekali datang kesini, ya. Pasti ada sometimes" sapa sang pemilik toko roti langganan Nanami.

"Yang benar, someday" ucap Nanami membenarkan ucapan si pemilik toko.

"Oh, iya. Pasti ada Samsudin"

Nanami lelah, dan karena kelelahannya itu, ia sampai tidak sadar jika S*ailormoon sedang melakukan salto di atas Tokyo tower.

"TATAKE!"

Nanami melihat sekitar, namun lubang hidung (y/n) tidak nampak. Wajar saja (y/n) tidak terlihat, dikarenakan catatan skenario yang mengharuskan (y/n) tidak hadir di adegan ini, jadinya hanya sang kakak yang menyapa tokoh utama dari book ini, yakni Sarimi-maksudnya Nanami.

"Apa tuan ingin membeli? Or kapanggieuh adik saya?" Tanya sang pemilik toko roti yang langsung to the points.

Nanami langsung kicep bak orang utan. Ternyata, kaka iparnya sudah menebak jalur pengkolannya. Dikarena sang kaka tidak mau berlama-lama di fanfic ini, dia pun langsung memberitahu keberadaan adiknya. Dalam batin, si kaka berniat merobek kontrak kerjanya dengan si pembuat buku ini.

//Liabersindeketkompor//

"Tuan tinggal belok dari sini, terus lurus, belok lagi, lalu belakang nanti ketemu sama rumah pak Slamat, belakang, itu nampak dua arah, pusing kanan. Aduh, buat pening pala saya. Anda paham?" Tanya sang kaka dengan gaya suara menirukan uncle M*utu.

Nanami mengangguk paham walau sempat loading sebentar. Namun dikarenakan kehendak author, jadinya (y/n) muncul di toko dengan smartphone yang memutar video animasi kesukaannya.

(Y/n) tampak tersenyum bak orang gila. Bahkan dia juga tertawa dengan mulut menganga lebar bak kudanill kelaparan. Astaga, siapapun, sadarkan lah sosok gadis ini sebelum author meng-ruqyah menggunakan kame*hameha.

"KATAKAN PETA!"

"PE-"

"(Y/n), jika kau berteriak peta lagi, akan ku bakar koleksi doujin mu"

(Y/n) kicep, sepertinya ancaman barusan telah meng-gelagkan otak minimalis gadis ini. Setelah itu, (y/n) hanya berteriak peta dalam hati saja, karena dia masih ingin membaca doujin GojoxHanuman yang jarang sekali ditemukan.

Ngiiiiiiiingggg  ninuninuninu(Bunyi Hawk lewat)

Beberapa jam setelah insiden ancaman dari Kaka, juga penyitaan smartphone yang berisikan Dora the Exp*lorer. (Y/n) menjadi tak memiliki kegiatan apapun selain mengobrol dengan sosok om berduid, yang tak lain adalah Nanami. Walau wajahnya masih tamvanan mantan (y/n), tapi dirinya merasa tak apa asalkan ada cuan atau dalam bahasa Afrika nya vulus.

Ya, benar saudara-saudara tukang halu. (Y/n) sudah berencana untuk menggaet om ini dan berniat menghabiskan duidnya. Sungguh, ide yang brilian.

Nanami merasa senang, sampai-sampai dirinya tidak sadar jika menunjukkan senyuman yang begitu membutakan mata.

'Astaga Gustiwana. Senyumannya lumayan silau anjir' batin (y/n) sembari memakai kacamata hitam.

Merasa ada kesempatan dalam penyempitan, Nanami berinisiatif untuk bertanya yang aga sedikit pribadi. Jika dia tahu akan hal ini, dia bisa semakin dekat dengan (y/n) dan, punya kesempatan untuk melamar.

Benar, saudara-saudara pembaca WP. Nanami sudah mengambil jalur ingin kawinin anak gadis orang. Tapi sayang seribu kali dibagi X- maksudnya sangatlah disayangkan, dia tidak tahu apa yang disukai oleh gadis berwajah imut ini.

Jadi, dengan keberanian sebesar rasengan N*aruto, dia pun mulai bertanya.

"Kau. Tipe ideal pria mu seperti apa?"

"Hah?"

****

Jawabnya setelah iklan. Tapi dikarenakan Lia lagi latihan pernafasan, jadinya dilanjutkan chap berikut nya.

Hi sensei! (Nanami Kento X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang