Just silent

6K 667 100
                                        

Baru kali ini, Kento melihat pemandangan langka yang bahkan dirinya tidak percaya akan pemandangan ini. Jujur, ini mengerikan. Baginya yang terbiasa dengan kebisingan sang istri. Kini dirinya tidak terbiasa dengan keheningan bagai rumah kosong yang ditinggal pemilik.

(Y/n) begitu hening. Bukan hanya hari ini, tapi ini sudah terhitung sebulan semenjak insiden hidung mimisan dikira pendarahan kepala.

"(Y/n)"

Merasa terpanggil. (Y/n) menengok kebelakang nya dan mendapati sosok pria yang tak lain adalah suaminya. Keningnya mengerut, bingung akan raut dari si suami yang begitu aneh.

Kenapa dengan wajah itu? Terlihat khawatir bercampur ngeri. Terlebih, mengapa pula dia membawa golok kesayangannya itu.

"Ada apa?" Tanya (y/n) to the points.

Kento kembali terkejut. Terkejut akan nada dan cara bicara (y/n) yang begitu santai tanpa berbasa-basi ria seperti biasanya. Baiklah, ayo berfikir positif layaknya Gojo Sat- tidak, mahluk itu tidak pernah pantas disebut positif.

Sementara itu, dikediaman Gojo.

"Huachi! Huachi!"

"Satoru! Tutup mulutmu jika sedang bersin-bersin"

Kembali ke kediaman Nanami.

Kento mendekati istrinya yang kini berleha-leha di karpet bulu. Dan tentu saja itu bersih sampai tercium aroma So K*lin parfum di karpetnya. Ok, mari lupakan soal karpet bulu yang tergolong mahal itu. Dan beralih pada sepasang suami-istri ini.

"(Y/n). Apa kau baik-baik saja?" Tanya Kento setelah mengecek suhu tubuh (y/n) dengan telapak tangannya.

"Jika kau melihat aku bernafas. Maka jawabannya sudah jelas, bukan?"

Jeder! Prank! Aiyayaya, iam pretty gurl!

Kento terdiam. Dalam sekejap, ia membatu dan mendengar suara petir ditelinga nya. Siapa ini? Dimana istri jahil, bar-bar, dan selalu ceria bagai bocah TK.

(Y/n) menghela nafas. Ia segera menghentikan aktivitas guling-guling bak orang pengangguran dan beralih pada suami hot-nya.

"Kento. Jika sifat ku tergolong aneh, maka alangkah baiknya jika kau mulai terbiasa hingga sembilan bulan kedepannya"

"?"

Mengerti akan kebingungan sang suami, lantas (y/n) mulai merogoh kantung celananya. Tidak lama, sebuah alat berukuran kecil dengan bentuk seperti pengukur suhu.

"Lihat baik-baik"

(Y/n) mengambil tangan Kento dan memberikan alat itu. Setelahnya (y/n) beranjak pergi tanpa memperdulikan wajah bingung sang suami.

Merasa heran, Kento pun memeriksa alat tersebut. Dan tidak lama, wajah Kento merona serta terukir senyuman bahagia.

"Aku... Menjadi seorang ayah" bisik Kento.

Tapi, kenapa wajah (y/n) begitu datar seakan tidak begitu peduli dengan kehamilannya? Tenang saja, sebenarnya ia peduli. Namun entah kenapa tubuhnya sangat letih bagai kerja rondi seperti kuda.

Yah, namanya juga bawaan BUMIL. Sifat dan kelakuannya pasti akan berbeda sampai janin dalam perutnya keluar.

****

Aneh menurut ku.

Padahal, dulu aku sempat tidak percaya akan cinta pandangan pertama. Namun ketidak kepercayaan ku malah menjadi kenyataan.

"Selamat datang di bakery (L/n)!"

Suara periang, pandangan hangat, dan caranya tersenyum. Benar-benar sangat lain dari orang-orang yang pernah aku temui.

"Wow! Kau sangat menyukai roti lapis ini?"

Tapi terkadang aku menepis keinginan untuk memilikinya. Mungkin karena, rasa ketidak percayaan diri ku atau karena perbandingan umur kami yang tergolong cukup jauh.

Jujur saja. Rasanya hati ini belum puas jika hanya memandanginya. Aku ingin memeluk tubuh kecil itu, memberikan apapun yang dia mau, mencium leher jenjangnya, dan mengatakan kata-kata sayang hanya untuk dia.

Aneh? Benar. Katakan saja jika aku gila karena gadis Automatonophobia itu. Tapi melihatnya dari jarak dekat dan bercengkrama dengannya saja, sudah membuat ku bahagia.

"Kau. Tipe ideal pria mu seperti apa?"

"Hah?"

Benar apa yang dikatakan Gojo. Jika kita tidak bergegas mengambil keputusan, maka akan muncul penyesalan. Dan hampir saja, penyesalan itu datang padaku.

"Maaf, tuan. Tapi gadis ini akan ku nikahi"

"Ahahahaha. Nanami-san, kau suka ber-"

"Aku serius"

"..."

"Ayo menikah, (y/n)"

Dan walau dengan cara aneh. Aku tetap melamarnya meskipun harus mengorbankan harga diri ku.

"Ok! Jadikan aku Sugar Baby mu!"

****

Dah deal. Happy ending.

Flashback 4 chap+epilog 🗿

Hi sensei! (Nanami Kento X Reader)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang