..............
" Meninggalkan nya apalagi menyakiti perasaan Basara itu tidak ada dalam niatku bahkan dalam bayangan sekali pun, dan perasaan ini nyata tulus bukan barang belian "
" Aku tidak meminta mu memiliki perasaan sebagai seorang kakak, Basara sudah memiliki nya jadi dia tidak membutuhkan nya "
" Bukan perasaan seorang kakak, lalu...... Tidak, aku tidak mau....."
Oke, Kenko sudah mulai berpikir yang tidak tidak.
" Apa maksudmu ?"
Tanya Kasara
" Aku tidak mau jadi ayah tirinya, aku masih ingin menikah dengan wanita muda, memiliki anak yang ma....."
Belum selesai Kenko menyelesaikan kalimatnya, Kasara sudah memotong nya
Sementara orang tuanya dan Fanxing sedang menahan tawanya
" Apa maksudmu ?"
" Yang kumaksud ?, Bukankah itu yang kalian maksud "
Jawab Kenko polos
" Aku tidak mengerti, bagaimana bisa ada orang sebodoh dirimu "
" Hei, aku tidak bodoh..... Apa salahnya bercita- cita yang indah "
Sudah habis kesabaran Kasara tak tahu harus bagaimana menghadapi pemikiran konyolnya Kenko.
" Bukan itu maksud kami, lagi pula aku tidak mau menikah dengan laki-laki seperti mu "
Jelas sang sang nyonya rumah yang selama ini diam
" Bibi, ada apa dengan laki-laki seperti ku? "
Tanya Kenko merasa ternistakan
" Sudahlah, intinya bukan menjadi ayah tirinya lagi pula aku tidak akan merelakan nya, yang kami maksud adalah perasaan cinta seorang pasangan "
Kenko blank, ia tau apa maksud kalimat itu sekarang
" Paman, bagaimana bisa kau mengatakan nya ?, Kita tidak tahu, Basara belok atau tidak. Dan lagi meskipun Basara belok, aku tidak mungkin jadi same nya, badannya sangat besar "
Keluh Kenko
" Siap yang menyuruh mu menjadi same nya "
Tanya Kasara
" Kenapa harus perintah, aku kan memang same "
Tegas nya
" Kau gay, tapi kenapa ingin menikah dengan wanita ?"
" Memang kalau gay, gak bisa nikah sama wanita ?"
Kasara berhenti bertanya, ia kapok
" Tentu saja tidak, lagi pula kau itu bukan pihak atasnya tapi pihak bawah "
Jelas tuan Yaguruya.
" Hentikan, jadi Kenko kau mau kan ?.."
Tanya sang nyonya, menjadi orang paling waras sekaligus berharap.
" Tidak bisa, perasaan ku itu murni bukan sesuatu yang didapat dengan materi, ...... Dan aku ini dominan bukan submisif "
Tegas Kenko, sebelum ada yang menjawab Kenko, pintu ruangan sudah terbuka dan menampilkan Basara yang masih memakai pakaian yang sama dengan tadi malam.
" Apa yang kalian lakukan ?'
Tanya Basara, melihat Basara Kenko mendengus
" Basara, kali ini aku benar, dan kau tidak bisa menyangkalnya "
Ujar Kenko bersilang dada dan membuat kerutan di dahi Basara
" Bahwa kau, dan saudara mu itu serta paman dan bibi itu aneh"
Jelas nya dan Basara hanya diam menunggu kelanjutan nya
" Saudara mu itu menyuruh ku untuk menjadi keMppph.."
Belum selesai Kenko sudah dibekap oleh Kasara bisa gawat kalau Basara tau
" Apa yang kau lakukan ?, Lepaskan tanganmu !"
Perintah Basara, ditepisnya tangan Kasara dan dibawanya Kenko ke sampingnya
" Apa yang Kasara minta darimu ?"
Tanya Basara. Sebelum Kenko menjawab sudah di sela oleh Fanxing yang selama ini hanya menonton
" Nyonya, buah buahan yang ada pesan akan datang sedikit terlambat karena ada kendala"
Dan membuat Kasara serta kedua orang tuanya diam bingung.
"Fan, sejak kapan kau ada disini ?"
Tanya Basara, karena setahunya pengawalnya itu berada di California
KAMU SEDANG MEMBACA
KENKO
RandomApa yang akan terjadi jika dalam hidup ini kau harus menyembunyikan kehidupan mu, namun ketika lembar baru dibuka orang yang sangat mencintaimu, orang yang disayangi mu, serta orang yang menjadi alasanmu membuka lembar baru itu menorehkan tinta hita...
