Chap 11^

161 26 0
                                        


Azriel berlari di sepanjang koridor rumah sakit setelah mendapat informasi tentang kamar rawat elliza dari resepsionis

beruntungnya elliza di larikan ke rumah sakit milik keluarganya hingga ia bisa menggunakan lift khusus yang biasanya hanya di gunakan untuk situasi urgent

satpam yang berjaga spontan ia berikan lirikan tajam saat tak sengaja menghentikan, bodo amat jika ia di bilang tak sopan, hanya elliza yang ada di fikirannya saat ini

sampai di lantai tiga dimana elliza di rawat azriel tanpa sungkan langsung menggebrak pintu ruangan itu

ada setidaknya empat orang di dalam sana dengan satu suster yang tengah mengontrol cairan infus yang terhubung dengan tangan Elliza

gadis itu masih tak sadarkan diri, azriel tanpa fikir panjang kembali berlari dan menyingkirkan dua lelaki yang berada di samping elliza

matanya sibuk meneliti keadaan elliza, dan ia tak mampu menahan geraman marahnya saat melihat tubuh gadisnya penuh dengan ruam

"siapa yang tanggung jawab sama keadaan cewek gue hah? siapa yang bikin cewek gue kayak gini" desis azriel tajam, ia menatap dingin pada dua lelaki yang masih berada di belakangnya

satu lelaki berkaca mata terlihat menciut takut sedang satu yang lainnya tak urung memberikan pandangan berani

"kita berdua gak tau apa apa, kita cuman nolongin cewek lo yang tiba tiba pingsan di kelas"

"Bullshit, dia gak akan kayak gini kalau gak ada yang apa apain"

"ka--kak" sampai suara terbata itu membuat azriel mengalihkan pandangan, gadis berkaca mata tebal dengan rambut terikat itu menjadi korban tatapan tajam azriel sekarang

"Lo, lo yang tadi nalphone pakek handphone cewek gue, lo pasti tau cewek gue kenapa kan?" aluna tak bisa menahan gerakan tangannya yang bergetar

ia bahkan memejamkan mata sebelum akhirnya menelan ludah susah dan mulai menjawab terbata

"ta--tadi lisa tiba tiba sesak nafas sama gatel gatel waktu habis makan burger--"

"nona Alisa alergi akut terhadap keju tuan"

"Shiitt!" Azriel mengusap wajahnya kasar, bagaimana bisa? fikirnya

Elliza sendiri yang memesan itu tadi, apa gadis itu ingin bunuh diri lagi dengan menggunakan keju sekarang

bodoh...

"keluar.. semua keluar sekarang juga" desisan tajam azriel itu cukup mampu membuat ketiga orang itu langsung mengambil langkah

kecuali satu orang yang malah memandang tak percaya pada objek di depannya

padahal ia tadi sudah susah susah membantu, ia tak percaya jika hal ini yang akan di dapat, tau begini ia akan bersikap masa bodo tadi

"udah biarin.. mending kita pergi sekarang kalau gak mau dapet masalah" dan mau tak mau lelaki itu pergi, meskipun dengan pandangan menghunus pada punggung azriel yang terlihat membungkuk mendekatkan diri pada gadis yang baru ia tau bernama Alisa itu

⌚⌚⌚⌚

Elliza membuka kelopak matanya perlahan saat merasakan silau menusuk korneanya

mengerjap dua kali saat pandangannya mengabur, ia mencoba kembali membuka matanya pada detik ketiga

langit biru cerah menjadi sesuatu yang ia lihat pertama kali

berikut rerumputan pendek yang ia rasakan menggelitik kulitnya membuatnya beranjak

Lizy's DiaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang