Silau yang ia rasakan menembus kedua retinanya membuat sepasang manik hitam gelap yang sebelumnya menutup itu mengernyit
kelopaknya mengerjap dua kali membuat bulu mata lentik nan tebal itu turut bergerak
kesadarannya belum sepenuhnya kembali, hingga membuatnya memutuskan untuk memejamkan mata dalam beberapa detik
ia tersenyum tipis, merasakan benda empuk yang menyapa kulitnya seakan membuai dan merayunya untuk tidur kembali
namun tunggu..
maniknya langsung menjeplak sempurna disusul dengan gerakan tubuhnya yang duduk tegap sembari memandang sekitarnya awas
kelopaknya berulang kali ia gerakan, memastikan jika apa yang dipandanginya hanya mimpi belaka
bagaimana bisa ia bangun di sebuah kamar besar nan mewah? sedangkan biasanya ia terbangun dengan kondisi tubuh pegal karna tidur hanya beralaskan kasur kapuk yang keras
sampai sebuah hantaman ingatan tentang kejadian kemarin membuatnya meringis di tempat
ia bahkan mendesah karna pusing yang menyerang kepalanya, bagaimana tidak? ia langsung duduk begitu saja disaat kesadarannya belum utuh sepenuhnya
menekan pelipisnya pelan, gadis yang masih mengenakan baju kemarin itu mulai beranjak dari tempat tidur
semalam ia merasa kelelahan setelah menata barang barangnya hingga tak sadar jika langsung tertidur begitu saja
mengambil handuk bersih dari lemari elliza segera membawanya menuju kamar mandi
ia sendiri risih mengingat ia belum mandi dari kemarin, ah.. semoga saja bau badannya tak melekat pada kasur empuk itu
awal masuk kamar mandi semalam, elliza di kejutkan dengan berbagai cream perawatan wajah yang sudah tertata apik di tempatnya
Elliza sebenarnya rindu melakukan perawatan wajah seperti dulu, apalagi melihat jika kulit wajah alisa sedikit kusam
namun ia tak berani memakainya langsung, biar nanti ia tanyakan dulu pada azriel
selang beberapa menit ia keluar dengan sebuah handuk yang melilit tubuhnya
ia mengambil pakaian yang belum sempat ia tata dari dalam tasnya, sebuah terusan santai polos milik lisa
berikutnya ia menyisir rambut dan menggerainya begitu saja
maniknya menatap pada satu pintu yang tak sempat ia lihat semalam
pintu itu berada tepat disamping kamar mandi, penasaran.. ia membawa langkahnya mendekat dan membuka pintu berwarna senada dengan cat kamar miliknya
Elliza mengentikan langkah di daun pintu saat maniknya menatap puluhan tas dan sepatu yang tertata apik mengisi ruangan
berikut juga beberapa lemari yang Elliza yakin di dalamnya terdapat puluhan baju yang entah milik siapa
Elliza tak berkomentar apapun, ia langsung menutup pintu begitu saja tak ingin lancang jika langsung masuk dan melihat barang barang disana
Eliza fikir, mungkin kamar yang ia tempati sekarang milik saudara atau tidak pacar Azriel
tapi.. bukannya ia yang pacar Azriel? mengingat itu elliza meringis pelan, tak ingin ambil pusing dengan syarat konyol Azriel, toh seperti kata lelaki itu yang ia butuhkan hanya status, terbukti dengan azriel yang masih memperlakukannya seperti biasa
memilih keluar kamar Elliza melangkah menuju lantai bawah, rasa nyeri pada perutnya membawanya menuju lemari pendingin dan tak menemukan apapun di sana selain beberapa sayuran dan telur
KAMU SEDANG MEMBACA
Lizy's Diary
Fantasi# HARGAI KARYA AUTHOR DENGAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA # Lizy's Dairy terkadang apa yang kita yakini tak ada adalah sesuatu yang bisa terjadi di dunia ini kehendak tuhan memang lebih berkemungkinan terjadi dari pada apa yang manusia fikirkan seperti re...
