Chap 6^

188 28 0
                                        

Silau yang ia rasakan menembus kedua retinanya membuat sepasang manik hitam gelap yang sebelumnya menutup itu mengernyit

kelopaknya mengerjap dua kali membuat bulu mata lentik nan tebal itu turut bergerak

kesadarannya belum sepenuhnya kembali, hingga membuatnya memutuskan untuk memejamkan mata dalam beberapa detik

ia tersenyum tipis, merasakan benda empuk yang menyapa kulitnya seakan membuai dan merayunya untuk tidur kembali

namun tunggu..

maniknya langsung menjeplak sempurna disusul dengan gerakan tubuhnya yang duduk tegap sembari memandang sekitarnya awas

kelopaknya berulang kali ia gerakan, memastikan jika apa yang dipandanginya hanya mimpi belaka

bagaimana bisa ia bangun di sebuah kamar besar nan mewah? sedangkan biasanya ia terbangun dengan kondisi tubuh pegal karna tidur hanya beralaskan kasur kapuk yang keras

sampai sebuah hantaman ingatan tentang kejadian kemarin membuatnya meringis di tempat

ia bahkan mendesah karna pusing yang menyerang kepalanya, bagaimana tidak? ia langsung duduk begitu saja disaat kesadarannya belum utuh sepenuhnya

menekan pelipisnya pelan, gadis yang masih mengenakan baju kemarin itu mulai beranjak dari tempat tidur

semalam ia merasa kelelahan setelah menata barang barangnya hingga tak sadar jika langsung tertidur begitu saja

mengambil handuk bersih dari lemari elliza segera membawanya menuju kamar mandi

ia sendiri risih mengingat ia belum mandi dari kemarin, ah.. semoga saja bau badannya tak melekat pada kasur empuk itu

awal masuk kamar mandi semalam, elliza di kejutkan dengan berbagai cream perawatan wajah yang sudah tertata apik di tempatnya

Elliza sebenarnya rindu melakukan perawatan wajah seperti dulu, apalagi melihat jika kulit wajah alisa sedikit kusam

namun ia tak berani memakainya langsung, biar nanti ia tanyakan dulu pada azriel

selang beberapa menit ia keluar dengan sebuah handuk yang melilit tubuhnya

ia mengambil pakaian yang belum sempat ia tata dari dalam tasnya, sebuah terusan santai polos milik lisa

berikutnya ia menyisir rambut dan menggerainya begitu saja

maniknya menatap pada satu pintu yang tak sempat ia lihat semalam

pintu itu berada tepat disamping kamar mandi, penasaran.. ia membawa langkahnya mendekat dan membuka pintu berwarna senada dengan cat kamar miliknya

Elliza mengentikan langkah di daun pintu saat maniknya menatap puluhan tas dan sepatu yang tertata apik mengisi ruangan

berikut juga beberapa lemari yang Elliza yakin di dalamnya terdapat puluhan baju yang entah milik siapa

Elliza tak berkomentar apapun, ia langsung menutup pintu begitu saja tak ingin lancang jika langsung masuk dan melihat barang barang disana

Eliza fikir, mungkin kamar yang ia tempati sekarang milik saudara atau tidak pacar Azriel

tapi.. bukannya ia yang pacar Azriel? mengingat itu elliza meringis pelan, tak ingin ambil pusing dengan syarat konyol Azriel, toh seperti kata lelaki itu yang ia butuhkan hanya status, terbukti dengan azriel yang masih memperlakukannya seperti biasa

memilih keluar kamar Elliza melangkah menuju lantai bawah, rasa nyeri pada perutnya membawanya menuju lemari pendingin dan tak menemukan apapun di sana selain beberapa sayuran dan telur

Lizy's DiaryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang