Bel pulang terdengar membuat Elliza yang tengah menatap langit langit ruangan terbangun.
ia menatap ke arah Azriel yang masih tertidur--lebih tepat nya membaringkan badan dengan tangan yang memegang ponsel.
Sadar tengah di perhatikan, Azriel melirik ke arah Elliza, ia mengendik kan kepala sekilas seakan bertanya mengapa.
"Udah bel kan?"
Azriel berdehum, ia turut duduk dan beranjak menuju kearah Elliza.
"Gimana? udah ngerasa lebih baik?" Elliza tersenyum tipis menanggapi.
"Udah, makasih Riel"
Azriel menepuk puncak kepala Elliza pelan, membuat pipi itu perlahan berubah warna menjadi kemerahan.
Semu yang membuat Azriel menggigit bibir nya pelan, menahan rasa gemas yang berkemungkinan membuat nya kehilangan kendali.
Ceklek.
Elliza refleks bergeser, membuat tangan Azriel juga turut terjatuh, pandangan nya menuju ke arah pintu di mana Empat orang lelaki tengah berkumpul di ambang pintu, jangan lupakan Dua di antara nya yang menyengir bodoh.
"Ganggu"
Gumaman Azriel itu masih jelas terdengar, yang tentu di balas Ekspresi berbeda dari ke empat nya.
Aksa yang tanpa menjawab langsung menerobos masuk begitu saja, Genta yang menyusul setelah nya, Dan Bambang juga Kemal yang kompak memegang dada nya sok tersakiti.
tak heran sih, dua orang itukan memang paling lebay dari manusia lain nya.
"Suka gak tau diri ya? padahal kita udah repot repot Ngambilin tas mereka"
Bisik Bambang dengan suara keras membuat Kemal meringis disusul suara geplakan yang terdengar, masalah nya, Bambang bicara tepat disamping telinga Kemal, Si buto suka gak tau tempat emang.
"Lu Bacot deket Kuping gue Anjir, Budek Gue lama lama deket Lu"
Bambang menatap Kemal sengit, Kawan nya itu, mungkin masih dendam pada nya prihal satu tusuk sate usus di kantin tadi.
"Lu napa sih Unta, masih Ngambek Lu sama Gue"
"Ngambek mata mu Bams, dikira Gue cewek"
"Lah.. kan dedek emang Cewek nya Aa' Bams"
"Innalillahi, Temen lu kesurupan Nta" Kemal berlari ke arah Genta, di susul dengan Bambang yang terus mengejar Kemal hingga Lelaki itu berlarian kesana kemari.
Hanya Elliza yang tertawa geli melihat ke absurdan itu, beda dengan Ke tiga Lelaki lain nya yang hanya bisa menghembuskan nafas lelah sembari menggeleng pelan, Heran mengapa dulu bisa berteman dengan mereka.
"Riel"
"Kenapa?"
"Anterin aku ke makam Mama mau?"
⌚⌚⌚⌚
Dan disinilah kedua nya berada sekarang, di makam yang sudah Elliza hafal letak nya di luar kepala.
Ia mulai berjalan beriringan dengan Azriel yang berada di belakang nya.
makam Mama nya berada di tengah tengah, Berdampingan dengan Makam Almarhumah Nenek nya, tertandai dengan bunga kamboja putih yang yang kini tengah lebat lebat nya berbunga.
Elliza berjongkok tepat di samping makam, Tangan nya menyapu nisan bertuliskan Melisa yang terawat, Elliza tau jika setiap minggu nya akan ada orang yang datang untuk merawat makam, orang suruhan Raka, karna papa nya dan kakak ke dua nya tak pernah mengunjungi makam Mama nya lagi setelah kepergian nya hari itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Lizy's Diary
خيال# HARGAI KARYA AUTHOR DENGAN FOLLOW SEBELUM MEMBACA # Lizy's Dairy terkadang apa yang kita yakini tak ada adalah sesuatu yang bisa terjadi di dunia ini kehendak tuhan memang lebih berkemungkinan terjadi dari pada apa yang manusia fikirkan seperti re...
