23. Day 13

195 78 4
                                        

36 HARI SEBELUM KEPERGIAN drg. MINA

✈️✈️✈️


Flashback

Langit mendung yang berwarna kelabu kehitaman memang tampak begitu suram, Kalau ada pepatah mendung belum tentu hujan, maka ada kemungkinan kalau seseorang tertawa itu belum tentu bahagia. Itulah hari-hari yang Mina lalui, tertawa hanyalah kebohongan terbesar jika mina mengatakan kalau ia sedang bahagia.

"Hahah-hahah" tawanya lepas

Mina sedang duduk dibelakang laki-laki yang sedang mengayuh sepeda, berkali-kali Mina tertawa karna laki-laki yang bernama Kim dahyun. Pembahasan seperti halayaknya sepasang kekasih karna tanpa ada rasa canggung lagi diantara keduanya.

Hari ini dahyun sedikit lebih melepaskan rasa formalnya terhadap Mina dan membuat gadis itu tersenyum, namun bagaimanapun tetap saja Mina tau batasannya. Batasan antara dirinya dan dokter dahyun, yaitu laki-laki yang ingin ia jadikan sebagai adik iparnya.

"Coba dokter lihat, apa sichaebol sudah menampakkan batang hidungnya" ucap dahyun

Lagi-lagi dahyun menyuruh Mina untuk melihat apakah chaeyoung sudah berhasil menyusul mereka apa tidak. Setelah Mina kembali menoleh dan ia melihat jalanan yang sepi, tidak seorangpun dibelakang mereka. Ya karna chaeyoung masih berada tak jauh dari sekitaran kediaman rumah Mina.

Bukan tak ingin menyusul, chaeyoung sendiri sebenarnya belum sepenuhnya pandai dalam hal bersepeda. Jika bukan malu mungkin chaeyoung sudah membeli dua roda tambahan untuk ditaruh dibelakang sepedanya, biar saja ia diejek anak kecil yang hanya bisa mengayuh sepeda roda tiga daripada ia harus kehilangan posisi dahyun dan dokter pujaannya.

"Lo jangan buat gua kesal ya, bisa gak lu sedikit lebih pendek? Biar gua bisa ngayuh Lo dengan cepat" gerutu chaeyoung akan sepeda nya

Chaeyoung sedang berada dipinggir jalan, matanya memandang lurus mencari temannya yang membawa kabur calon penggantinya (Baginya) "Tunggu sebentar lagi gua pasti nyusul Lo Hyung, gua gak akan biarin Lo bisa berduaan dengan calon istri gua"

Lain tempat lain cerita karna sekarang dahyun sedang duduk bersama Mina dipinggir jalan sambil memakan bakso jalanan yang ditemuinya tanpa sengaja. Ini untuk kedua kalinya dahyun memakan street food setelah Mina mengajaknya untuk memakan barbeque waktu itu.

"Selamat makan dok" ucap dahyun sambil tersenyum setelah berdoa sebentar tadi

Gadis didepannya itu juga tersenyum, kini ia mulai mengaduk-aduk sedikit bakso miliknya agar kecap dan saos beserta cabe tercampur rata. Namun matanya sedikit melirik dahyun yang sedang menyeruput kuah dari bakso tersebut

Sllruuuuuupppp... "Eumm.. yummy.. dokter harus cobain" dahyun melihat Mina yang duduk berhadapan dengannya

"Apa sebelumnya dokter sudah memakan bakso Disini?" Tanya mina

Dahyun mengangguk iya, melihat Mina yang kini sedang mengambil bakso dengan sendok untuk dimakannya. Mata tanpa berkedip memperhatikan cara makan gadis itu, bukankah tampak elegan walau hanya bakso dipinggir jalan namun terlihat mahal karna orang yang memakan bakso tersebut adalah seorang dokter Mina.

"Gimana dok?" Tanya dahyun ketika Mina selesai mengunyah bakso tersebut

Senyuman membuktikan bagaimana rasa dari bakso yang Mina makan "Enak dok.. kapan-kapan kalau kita kesini lagi, saya harus mengajak Sana juga" jawabnya

Dahyun tersenyum sekilas tapi saat Mina mengatakan ingin mengajak adiknya juga, senyuman itu sedikit memudar.. mengapa tidak? Dahyun hanya ingin menghabiskan waktu berdua dengan Mina seperti sekarang tanpa ada yang menggangunya.

49DaysTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang