Happy Reading!
🔥
Setelah selesai berpakaian, Sakura keluar dari kamar mandi. Wajahnya merona saat ia berjalan mendekati Sasuke yang masih memainkan smartphonenya di tepi ranjang. Ia berdiri di depan suaminya itu, lalu memainkan kedua ibu jarinya dengan kepala tertunduk.
"Sudah selesai?" tanya Sasuke, melirik Sakura dengan raut tanpa ekspresi.
"U-umm " gumam Sakura sembari menganggukkan kepalanya.
Melihat itu, Sasuke mengalihkan pandangannya ke arah nakas. "Makan makananmu, setelah itu kita pergi ke Mansion Uchiha."
Kepala Sakura terangkat. "Eh? Kita akan tinggal di sana?" tanyanya.
"Aa. Kau keberatan?" Sasuke menatap Sakura, dan ia bisa melihat gadis musim semi itu tampak salah tingkah.
"T-tidak, aku tidak keberatan," jawab Sakura sembari melirik ke arah lain dengan wajah merona.
"Hn."
Dengan gerakan kikuk, Sakura menuju nakas untuk mengambil makanannya, lalu mendudukkan dirinya di samping Sasuke. "S-Sasuke-kun sudah makan?"
"Sudah." Sasuke kembali berkutat dengan smartphonenya.
Sakura mengerutkan dahinya, lalu berusaha untuk mengintip layar smartphone Sasuke. "Kita baru saja menikah. Tapi, kenapa dia masih saja berkutat dengan pekerjaannya?" tanya Sakura dalam hati, ketika melihat deretan huruf yang sedang Sasuke baca.
Menyadari sedang ditatap, Sasuke menolehkan kepalanya ke arah Sakura. "Doushita (ada apa)?" tanyanya.
"Eh?" Sakura tampak terkejut. Dan seketika ia sadar dengan apa yang Sasuke maksud. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain dengan cepat. "T-tidak ada apa-apa."
"Hn." Sasuke kembali menatap layar smartphonenya.
Embusan napas lega keluar dari mulut Sakura. Karena tidak ingin semakin mempermalukan dirinya sendiri, ia mulai memakan makanannya. "Ittadakimasu."
Dalam diam, Sasuke melirik Sakura untuk beberapa detik, sebelum kembali fokus pada apa yang sedang ia kerjakan. Dan setelah selesai, ia menyimpan smartphonenya ke dalam saku celana, lalu bersedekap dada dengan pandangan lurus ke depan.
Sembari makan, sesekali Sakura melirik Sasuke. Dan ia terpana dengan apa yang ia lihat. Sasuke yang hanya duduk diam dengan bersedekap dada, terlihat seperti boneka tampan yang sempurna. Wajahnya merona, menyadari bahwa dirinya sudah menjadi istri Sasuke, satu-satunya perempuan yang bisa menemani pria itu sampai tua.
Tak terasa, Sakura sudah menghabiskan makanannya. Ia meletakkan piring yang sudah kosong ke atas nakas, lalu mengambil minum. Dengan pelan, ia menenggak minumannya hingga habis, kemudian meletakkan gelasnya ke atas nakas.
"Sudah selesai?"
"Eh?" Sakura menoleh ke arah Sasuke. "Ah. S-sudah."
"Hn." Sasuke berdiri, lalu melirik Sakura. "Ayo pergi."
Sakura menganggukkan kepalanya, lalu beranjak dari posisinya, dan mungkin karena terburu-buru, tanpa sengaja ia tersandung kakinya sendiri. "Kyaa!" pekiknya, saat tubuhnya terhempas ke depan.
GREP!
Kedua mata Sakura mengerjap, saat sebuah lengan menahan perutnya, dan napasnya tercekat, saat ia menoleh, wajah tampan Sasuke tepat di depan wajahnya. "S-Sasuu?"
"Hn," gumam Sasuke sembari menolehkan kepalanya ke arah lain.
Tanpa sadar, Sakura meraih tengkuk Sasuke. "Arigatou gozaimasu, Sasuke-kun," bisiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Conquer SEME Husband [END]
Romansa[21+ IN SAVERAL CHAPTER]⚠️ "Kupikir kau akan menjadi budak ranjang Sasuke." "Hiks. Aku juga berharap menjadi budak ranjangnya, Ino." Bagaimana tanggapanmu, jika kau berhasil menikahi laki-laki yang kau cintai? Apa kau akan menunjukkan perasaan bahag...
![Conquer SEME Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/237563706-64-k138915.jpg)