Seme Husband 16

1.7K 252 53
                                        

Happy Reading!
🔥









Tokyo, 11:45 PM.

Hari semakin larut, ketika Sasuke tiba di apartemen Itachi yang ada di Kyoto. Dengan langkah lebarnya, bungsu Uchiha itu melalui koridor gedung apartemen yang sepi, hingga akhirnya ia sampai di depan apartemen Itachi——nomor 208 di lantai sembilan.

Tanpa ragu, Sasuke menekan bel dua kali. Tak lama kemudian, pintu di depannya terbuka, menampilkan wajah Itachi yang sedang melayangkan tatapan tajam ke arahnya. "Hn?"

Ujung dahi Itachi berkedut. "Aku tidak mengharapkan gumaman itu, Sasuke. Penjelasan darimu yang ingin kudengar," katanya.

"Di mana dia," ucap Sasuke, ia mendorong bahu Itachi, lalu masuk ke dalam apartemen kakaknya itu tanpa permisi.

"Kau belum menjawab pertanyaanku," kesal Itachi. Dengan cepat, ia meraih lengan Sasuke. "Katakan, kenapa Sakura bisa ada di Kyoto?"

"Bukan urusanmu."

"Dia hanya menggunakan kimono tidur, Sasuke! Kau masih bisa berkata kalau ini bukan urusanku!" Itachi menarik bahu Sasuke agar berhadapan dengannya. "Ya. Masalah rumah tanggamu memang bukan urusanku. Tapi, hal ini berbeda. Sakura terlihat kacau, dia tidak mengatakan apa-apa selain menangis. Sebenarnya apa yang kau lakukan padanya?" cecarnya dengan satu tarikan napas.

Sasuke hanya menunjukkan raut datarnya, tak ada niatan untuk menjawab pertanyaan Itachi. Tidak mungkin ia menjelaskan alasan Sakura pergi ke Kyoto. Jika Itachi tahu ia adalah seorang homoseksual, hal apa yang akan diperbuat kakak sulungnya itu? Bisa ia pastikan, Itachi akan melakukan berbagai macam cara untuk menekannya.

Tidak mendapatkan jawaban apa-apa dari Sasuke, Itachi menarik napas dalam-dalam, lalu kembali berkata, "Kau tahu, Sasuke? Sakura hampir dibawa pergi oleh preman jalanan. Jika aku tidak melewati jalan itu ... kau tahu apa yang akan terjadi pada Sakura?" lirihnya.

Raut wajah Sasuke berubah seketika. Itachi yang melihatnya, melanjutkan perkataannya dengan raut prihatin. "Kau sudah menjadi suaminya, Sasuke. Sudah seharusnya kau menjaganya dengan baik. Jika seandainya Sakura membuat suatu kesalahan padamu, jangan marahi dia. Hati wanita tidak sekuat laki-laki. Mereka berpikir dengan perasaan, bukan dengan logika."

"Lemah," lirih Sasuke dengan kepala tertunduk. Kemudian, ia menepis tangan Itachi, lalu berjalan ke arah pintu yang ia yakini adalah kamar kakaknya itu.

Kedua alis Itachi tampak menyatu. "Kau mengatakan apa?" tanyanya, sembari mengejar langkah Sasuke.

"Hn." Sasuke berhenti begitu sampai di depan pintu kamar Itachi, lalu membukanya. Dan apa yang ia tebak, benar. Ia bisa melihat Sakura sedang berbaring tak sadarkan diri di atas ranjang.

"Dia pingsan begitu aku membawanya kemari ...," jelas Itachi, "haaaah. Sasuke, kau masih belum menjawab pertanyaanku. Apakah kalian sedang bertengkar?" tanyanya kemudian.

Tanpa menghiraukan pertanyaan Itachi, Sasuke berjalan ke arah ranjang. Ia berhenti di sisi tubuh mungil Sakura, lalu menatap wajah gadis musim semi itu dalam diam. Wajah sembab Sakura menyita perhatiannya. Ia tidak menyangka kalau Sakura akan pergi ke Kyoto.

Rasa kesal dapat Itachi rasakan. Ini adalah ke sekian kalinya Sasuke mengabaikan pertanyaan yang ia ajukan. "Sasuke, apakah tou-san harus tahu mengenai ini?" tanyanya.

Sontak Sasuke menoleh ke arah Itachi. "Tidak perlu," katanya.

Helaan napas keluar mulut Itachi. "Jika kau menjawab pertanyaanku, aku tidak akan memberitahu tou-san."

Conquer SEME Husband [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang