Happy Reading!
🔥
Clek!
Sakura yang sedang duduk di tepi ranjang, menoleh ke arah pintu. Dan ia mengulum bibir bawahnya, mendapati Sasuke memasuki kamar dengan membawa segelas susu.
Sasuke berdiri menjulang di depan Sakura, kemudian menyodorkan susu yang ia bawa padanya. "Minumlah."
Dengan gerakan kaku, Sakura menerima susu yang Sasuke berikan. Jantungnya berdebar, mengetahui perhatian yang Sasuke berikan untuknya. "S-Sasuke-kun tahu ... aku selalu minum susu sebelum tidur?" tanyanya.
"Aa. Ibumu yang memberitahuku," balas Sasuke, ia berjalan ke arah sofa, lalu duduk di sana.
"S-sou desu ka (oh begitu)." Sakura sedikit merasa kecewa. Ia segera meminum susunya sampai habis, lalu meletakkan gelasnya di atas nakas. Pandangannya beralih ke arah Sasuke, dahinya mengerut bingung. "Sasuu? Kenapa duduk di sana?"
"Hn," gumam Sasuke ambigu, tidak ingin menjawab pertanyaan Sakura lebih detail.
Hal tersebut, tentu saja menimbulkan tanda tanya dalam benak Sakura. Gadis musim semi itu beranjak dari posisinya, lalu mendekati Sasuke. "Apakah ada sesuatu yang Sasuke-kun pikirkan?" tanyanya.
Tanpa menatap Sakura, Sasuke menjawab, "Tidak ada."
Kedua mata zamrud Sakura menatap wajah Sasuke lekat-lekat, hingga pandangannya turun ke arah kancing piama pria itu yang terbuka; menampilkan sedikit dadanya yang bidang. Tanpa sadar, ia melangkah semakin mendekat, kemudian menyentuh kedua bahu Sasuke.
Sontak Sasuke menengadahkan kepalanya, terlihat bingung dengan apa yang ingin Sakura lakukan. "Doushita (ada apa)?"
"Nee, Sasuke-kun." Sakura kembali mendekatkan dirinya hingga dadanya berada di depan wajah Sasuke, lalu mengelus bahu suaminya itu. "Sasuke-kun, kita ... sudah menikah. Tapi, kenapa Sasuke-kun terlihat tidak ingin berdekatan denganku?" bisiknya.
Tidak ada jawaban dari Sasuke, pria itu hanya diam dengan raut datarnya. Tapi, jika diperhatikan secara baik-baik, bungsu Uchiha itu tampak mengepalkan kedua tangannya.
"Apakah aku ... tidak menarik?" tanya Sakura masih berbisik, ia menangkup wajah Sasuke, kemudian mendekatkan wajahnya. "Aku ingin menjadi istri yang baik, Sasuke-kun. Jika ada hal yang kurang dariku ... kumohon, beritahu aku," bisiknya.
Rasa kantuk dapat Sakura rasakan. "Kenapa di saat-saat seperti ini ... aku mengantuk, ya?" tanyanya dalam hati. Dan karena tidak bisa bertahan pada posisinya, ia mendudukkan dirinya di atas pangkuan Sasuke——mengangkang.
"Sasuu ... kenapa aku sangat mengantuk?" tanya Sakura, ia menyandarkan kepalanya pada bahu Sasuke, lalu mengelus dada bidangnya lembut. "Apakah karena aku banyak makan, ya? Tapi ... ini masih jam delapan. Aku tidak ingin tidur cepat."
Kedua alis Sasuke menyatu dalam, tampak risau dengan apa yang ia dapatkan. Ia tidak menyangka, kalau Sakura bisa seberani ini padanya. Keinginan untuk menahan tangan Sakura agar tidak mengelus dadanya, sangat ingin ia lakukan. Tapi, sebelum ia melakukannya, pergerakan tangan Sakura sudah berhenti lebih dulu.
"Sasuu ... aku ... mencintaimu," bisik Sakura, sebelum terbang ke alam mimpi.
Sasuke melirik wajah Sakura, dan ia menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, lalu memijat ujung keningnya dengan kedua mata terpejam. "Jangan bercanda," gumamnya dengan suara rendah.
Setelah beberapa saat terdiam, Sasuke meraih tubuh mungil Sakura——menggendongnya, kemudian berdiri. Dengan langkah lebar, ia menuju ranjang, lalu membaringkan tubuh Sakura di sana; menyelimutinya sampai sebatas dada. Untuk beberapa detik, ia menatap wajah damai Sakura, sebelum berlalu pergi dari kamar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Conquer SEME Husband [END]
Romantizm[21+ IN SAVERAL CHAPTER]⚠️ "Kupikir kau akan menjadi budak ranjang Sasuke." "Hiks. Aku juga berharap menjadi budak ranjangnya, Ino." Bagaimana tanggapanmu, jika kau berhasil menikahi laki-laki yang kau cintai? Apa kau akan menunjukkan perasaan bahag...
![Conquer SEME Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/237563706-64-k138915.jpg)