Happy Reading!
🔥
Tokyo, 20:15 AM.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik berhenti di depan rumah megah dengan arsitektur Eropa. Tiga orang laki-laki berbeda usia keluar dari mobil tersebut, lalu berjalan memasuki rumah bersama-sama. Begitu masuk laki-laki yang paling muda di antara mereka melangkah lebar ke arah anak tangga.
"Sasuke, tunggu."
Setelah melihat anak bungsunya itu berhenti melangkah, Fugaku berjalan mendekat. "Sikap apa yang tadi kau tunjukkan pada keluarga Haruno?" tanyanya.
Sasuke tak menjawabnya——menatap lurus ke depan dengan raut datar. Fugaku pun menatapnya tajam, lalu menarik bahu Sasuke agar berhadapan dengannya. "Jangan membuat ulah lagi, Sasuke."
Itachi yang sedari tadi memerhatikan, mulai mengerutkan dahi. "Tou-san, bukankah Sasuke tidak melakukan apa-apa," katanya bingung.
Fugaku tak menggubris perkataan Itachi, ia meremas bahu Sasuke. "Sasuke, jangan sia-siakan kesempatan yang kuberikan padamu. Pernikahanmu dengan Sakura akan dilaksanakan minggu depan. Besok, ajak Sakura berkencan agar hubungan kalian tidak canggung," desisnya.
Dengan raut tanpa ekspresi, Sasuke menatap Fugaku. "Aa."
"Bagus." Fugaku menepuk bahu Sasuke, lalu berlalu ke arah kamarnya berada.
Sepeninggal Fugaku, Itachi langsung menghampiri Sasuke. "Sasuke, apa kau keberatan dengan perjodohan ini? Katakan saja pada Tou-san jika kau tidak setuju," ujarnya.
"Tidak, Nii-san. Aku akan menikah dengan Sakura," ucap Sasuke, lalu menaiki anak tangga dengan pelan.
Kedua alis Itachi menyatu. Ia tahu kalau Sasuke memang pendiam, tetapi tidak sampai seperti ini. Biasanya, jika Sasuke mempunyai masalah, dia akan menceritakan padanya, lalu meminta pendapatnya sebagai seorang kakak. Tapi, kali ini Sasuke hanya diam dengan wajah tanpa ekspresinya——tidak tahu apa yang sedang adik bungsunya itu pikirkan.
"Haaaah." Itachi menghela napas. "Apakah alasan Tou-san memutuskan untuk kembali ke Tokyo, karena untuk menikahkan Sasuke?"
Itachi tidak bisa mencari jawaban yang tepat, karena semuanya juga sangat mendadak. Pagi hari sampai di Tokyo, Fugaku langsung mengajaknya dan Sasuke pergi ke rumah keluarga Haruno. Ia pikir ayahnya itu hanya akan membahas masalah bisnis, tetapi malah berakhir dengan perjodohan Sasuke dan Sakura.
"Ah! Kau, kemari!" panggil Itachi, saat melihat ada salah seorang pelayan sedang mondar-mandir. Dan begitu pelayan itu menghampirinya, ia bertanya, "Apa semua barang-barangku sudah dirapikan?"
"Sudah, Tuan. Kamar Anda ada di samping kamar Tuan Fugaku," balas sang pelayan——Ayame.
Sebelah alis Itachi terangkat. "Kenapa kamarku bukan berada di lantai dua?" tanyanya.
"Tuan Fugaku yang memerintahkan, Tuan."
"Haaah. Baiklah. Kembali bekerja." Itachi mengibaskan tangannya, lalu berjalan ke arah kamarnya berada.
"Baik."
Sementara itu, di kediaman Haruno.
Di sebuah kamar yang bernuansa merah muda dan putih, Sakura sedang berada di atas ranjang king-sizenya——memeluk boneka berbentuk pisang yang ukurannya besar.
Wajah gadis musim semi itu merah padam, sesekali ia akan menggigit boneka pisangnya, lalu berguling-guling dengan memekik kecil. "Uuummmmm! Apakah aku sedang bermimpi? Aku dan Sasuke-kun akan menikah! Uuuhh."
KAMU SEDANG MEMBACA
Conquer SEME Husband [END]
Romance[21+ IN SAVERAL CHAPTER]⚠️ "Kupikir kau akan menjadi budak ranjang Sasuke." "Hiks. Aku juga berharap menjadi budak ranjangnya, Ino." Bagaimana tanggapanmu, jika kau berhasil menikahi laki-laki yang kau cintai? Apa kau akan menunjukkan perasaan bahag...
![Conquer SEME Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/237563706-64-k138915.jpg)