Happy Reading!
🔥
Tap Tap Tap
Jantung Sakura semakin berdetak cepat, ia memejamkan matanya erat-erat. Hingga setelah suara langkah kaki Sasuke kian menjauh, ia membuka matanya kembali. Kakinya bergetar saat ia mencoba untuk mengintip, mencari tahu apakah Sasuke sudah benar-benar pergi dari dapur.
Begitu tidak mendapati bungsu Uchiha tersebut, Sakura keluar dari tempat persembunyiannya. Ia menoleh ke arah tempat sampah, lalu berjalan mendekatinya. Sesampainya, ia menatap isi tempat sampah, dan menemukan botol coklat yang dibuang Sasuke.
Tanpa banyak membuang waktu, Sakura segera mengambil botol tersebut. Seketika napasnya tercekat, mengetahui botol yang ia pungut sama persis dengan botol yang tadi pagi ia temukan——obat tidur. "T-tidak mungkin," bisiknya.
Pikiran Sakura seolah kosong, tak percaya dengan apa yang ia ketahui. Perlahan, kedua matanya berkaca-kaca, ia menggigit bibir bawahnya, kemudian terisak lirih. "Hiks hiks Sasuke-kun."
Sakura meremas botol yang ia pegang. Dengan pelan, ia mengusap air matanya, kemudian berjalan cepat keluar dari dapur. "Aku harus bertanya pada Sasuke-kun," batinnya.
Ketika menaiki anak tangga, Sakura begitu yakin dengan apa yang akan ia lakukan. Namun, ketika ia sampai di depan pintu kamarnya dan Sasuke, ia terdiam untuk waktu yang lama. "Jika aku bertanya to the point pada Sasuke-kun, apakah dia akan menjawabnya dengan jujur?" tanyanya dalam hati.
Embun air mata berkumpul di pelupuk mata Sakura, tetapi gadis musim semi itu segera menghapusnya, lalu menarik napas dalam-dalam. "Aku yakin Sasuke-kun akan berkelit. Lebih baik aku berpura-pura tidak tahu saja," batinnya.
Sebisa mungkin Sakura menampilkan raut cerah, dan tersenyum manis. Ia meraih knop pintu di depannya, lalu membukanya pelan. Tak bisa ia ungkiri, jantungnya berdebar tak karuan saat melihat punggung tegap Sasuke yang sedang menghadap jendela kamar——memandang pemandangan luar yang dipenuhi oleh gemerlapnya lampu.
"Sasuke-kun," panggil Sakura, membuat Sasuke menolehkan kepalanya ke samping. Sakura pun berjalan mendekat. "Sedang melihat apa? Apa ada hal yang mengganggu pikirkan Sasuke-kun?"
"Tidak ada," jawab Sasuke singkat, ia kembali menatap lurus ke depan.
Bibir Sakura bergetar, tetapi ia tetap mempertahankan ekspresi cerianya. Begitu sampai di belakang tubuh Sasuke, ia nekat memeluknya dengan erat, dan ia bisa merasakan tubuh Sasuke menegang kaku. "Kita sudah menjadi pasangan suami istri. Jika Sasuke-kun mempunyai masalah, aku akan menjadi pendengar yang baik," bisiknya.
Sasuke mengepalkan kedua tangannya, rahangnya terlihat mengeras. Sesaat kemudian, ia meraih kedua tangan Sakura, melepaskan pelukan gadis itu, kemudian beringsut menjauh. "Sudah malam. Aku sudah membuatkan susu untukmu. Minumlah," titahnya dengan raut datar.
Namun, bukannya menurut, Sakura malah mendekati Sasuke. Membutuhkan usaha yang keras, agar ia tetap mengulas senyum manis di depan Sasuke. "Aku akan meminumnya nanti. Nee, Sasuke-kun sungguh tidak mempunyai masalah?"
Kedua alis Sasuke menyatu. "Kenapa kau sangat yakin, kalau aku mempunyai masalah?" tanyanya balik, sembari melangkah mundur.
Hati Sakura tercubit, melihat Sasuke menjauhi dirinya dengan terang-terangan. Namun, ia berusaha untuk menguatkan diri. "Aku memiliki firasat ... Sasuke-kun mempunyai suatu masalah."
"Konyol," gumam Sasuke.
Tak bisa menahan diri, Sakura melangkah lebar, lalu memeluk leher Sasuke. "Sasuu, aku adalah istrimu. Aku akan berusaha untuk menjadi istri yang baik. Jika ada suatu hal yang tidak aku ketahui, dan hal tersebut menganggumu ... beritahu aku, Sasuke-kun."
KAMU SEDANG MEMBACA
Conquer SEME Husband [END]
Romance[21+ IN SAVERAL CHAPTER]⚠️ "Kupikir kau akan menjadi budak ranjang Sasuke." "Hiks. Aku juga berharap menjadi budak ranjangnya, Ino." Bagaimana tanggapanmu, jika kau berhasil menikahi laki-laki yang kau cintai? Apa kau akan menunjukkan perasaan bahag...
![Conquer SEME Husband [END]](https://img.wattpad.com/cover/237563706-64-k138915.jpg)