Kejutan

1.2K 159 41
                                    

BENCI JATUH CINTA Part 22
.

          Elnino terus berlari dengan cepat, ia membuka pintu dan sungguh terkejut ketika melihat nona Andini Karisma Putri terbaring tidak sadarkan diri di lantai.

"Andini Karisma Putri...." teriaknya. Elnino langsung membopong Andin menuju kamar. Ia terlihat panik karena melihat Andin tidak sadarkan diri.

Elnino menidurkan Andin di atas ranjang kemudian ia coba menelpon dokter keluarganya. Semua yang hadir di acara sebagian adalah orang bayarannya untuk dijadikan saksi di acara pernikahan Nino dan Andin. Penghulu menunggu kabar, ia harus ke tempat lain meski sempat dicegat oleh pengawal Nino namun akhirnya penghulu itu bersikeras. Sedangkan Reyna dan Galang masih saling bertanya kenapa Nino berlari.

"Papa kenapa ya?"

"Kak Galang tidak mau mengejar papa kak Galang?" ujar Reyna.

"Bagaimana kakak mengejarnya Reyna? Kak Galang kan ada di kursi roda," ungkap Galang seraya memasang wajah penasaran.

"Maaf, Reyna lupa. Bagaimana kalau Reyna yang kejar."

"Jangan Reyna, kamu disini aja temenin aku." Galang langsung mencegah Reyna ketika Reyna coba berlari ke arah yang sama dengan Nino.

Di saat yang sama, Al dan Rendy tiba di kantor penyewaan mobil. Mereka langsung memberitahukan tentang informasi yang mereka dapat sebelumnya.

"Memang dua hari lalu mobil itu sempat di sewa oleh beberapa orang pak."

"Boleh kami minta data yang menyewa dan profil tentang mereka?"

"Sesuai keinginan bapak karena ini untuk membantu pencarian keluarga bapak, kami izinkan bapak mengetahui siapa saja yang menyewa mobil itu kemarin. Ini data dan photo nya pak, silahkan!"

Al mengambil data tersebut, ia cukup lega karena ada satu petunjuk untuk mencari Andin juga Reyna. Mereka kemudian ke luar dan, seorang pria pegawai memberitahu ada sebuah ponsel yang tertinggal di mobil yang sempat di sewa dua hari tersebut. Ia menemukan saat sedang membersihkan mobilnya. Pria itu memberikan ponselnya, seketika Aldebaran melirik ke arah ponsel tersebut dan ia yakin itu adalah ponsel milik istrinya Andini Karisma.

Andin akhirnya tersadar. Pelan pelan ia membuka mata. Terdengar suara yang sedang saling bersahutan membicarakan sesuatu. Samar samar Andin mendengarnya pelan.

"Apa Dok? Hamil? Dokter jangan bercanda," Elnino terlihat tidak suka dengan apa yang di dengarnya dari dokter yang sempat memeriksa Andin.

"Iya pak Elnino, nona itu tengah hamil. Dan diperkiraan usia kehamilannya baru beberapa minggu. Sebaiknya kesehatan nona itu di perhatikan supaya kandungannya kuat dan juga sehat. Sejauh ini masih baik baik saja tuan. Tidak ada masalah. Mungkin nona ini mengalami sedikit guncangan karena kelelahan dan banyak pikiran," Jelas dokter pada Elnino.

Nino sangat terkejut mendengar penjelasan dokter. Ia tidak menyangka kalau Andini Karisma Putri tengah hamil. Padahal ini hari bahagianya yang di tunggu tunggu dan sudah ia rencanakan matang. Nino membolak balikkan langkahnya dan mengelus wajah dengan tangan kanan juga
menghela napas panjang. Sulit dipercaya.

Andin mendengarnya dan ia memalingkan wajah seraya menangis tidak percaya. Percakapan Elnino dan dokter itu terdengar olehnya. Andin menatap ke bawah bagian perut dan mengelusnya pelan. Ada sedih namun bahagia di pikirnya. Andin terus mengelus seraya berujar dalam hati.

"Aku senang mendengarnya, ini kejutan sayang. Tapi juga sedih karena kita tidak bisa memberi tahu papamu sayang. Percayalah kita pasti segera keluar dari tempat ini. Aldebaran Alfahri pasti menjemputku. Ayahmu pasti menjemput kita sayang. Kau baik baik saja di dalam, jangan cengeng."

Benci Jatuh CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang