Menceritakan tentang gadis-gadis yang memiliki prilaku luar biasa bahkan sering dikatai gila.
Tidak peduli akan orang lain. Hanya hidup untuk dirinya sendiri. Yang mereka tau hanyalah bersenang-senang lewat tingkah lakunya yang tak biasa.
Note : Ter...
Ketiga gadis yang kemarin tersesat sekarang sudah memandang Grace dan Albelda dengan pandangan yang tidak bersahabat. Bagaimana tidak Yuzu, Noele, dan Elaine sudah mencari mereka bahkan sampai mereka tersesat di kuburan tapi sama sekali tak menemukan Grace dan Albelda. Bahkan mereka ketemu setan? Anggap saja si Albelda itu setan karna telah berani menakut-nakuti mereka. Mereka bisa pulang dengan selamat karna di jemput oleh Natsu -kembarannya Noele-.
Ketiga gadis itu kompak melengos dari hadapan Grace dan juga Albleda. Albelda tak kuat menahan tawanya. Kejadian kemarin benar-benar menghibur hatinya. Akhirnya tawa Albelda pun pecah. Dia tertawa terbahak sendirian membuat Grace yang ada disampingnya kebingungan. Ketiga gadis yang sudah berjalan duluan pun dibuat semakin kesal karna tawa Albelda. Akhirnya Grace dan Albelda pun mengekori mereka dari belakang walau Albelda masih tertawa puas.
"Katanya lo mau bejek mereka kalo ketemu. Noh mereka udah ada di belakang" ucap Yuzu yang masih mengingat ucapan Elaine kemarin.
"Udah males! Ga tau diri banget mereka" kesal Elaine "udah dicariin dan sekarang nongol tanpa dosa dan ga minta maaf pula. Najis" Elaine terus saja mengeluarkan kekesalannya.
"Gue denger!" Ucap Albelda sedikit berteriak dari arah belakang mereka. Tawanya langsung berhenti setelah mendengar cacian dari Elaine. Albelda yakin mereka sedang membicarakannya dan karna kemarin ia ga ada kabar pasti mereka akan mencarinya.
"Apa? Kalian nyariin gue juga?" Tanya Grace bingung. Setau Grace mereka kemarin mencari Albelda bahkan dia sendiri ikut dan pulang duluan karna saking takutnya. Lalu kenapa mereka harus mencarinya? Ah sepertinya Grace mulai ingat kalo dia tidak pamit pulang duluan pada mereka. Grace mulai cengengesan membayangkan wajah kesal dan cape mereka yang kemarin mencarinya.
"Ayo buruan dibelakang ada orang gila dan setan gays" Noele mendengar cengengesan Grace dan itu membuatnya kesal. Noele mulai mempercepat langkahnya dan diikuti oleh Yuzu dan elaine.
Mereka sudah berada didalam kelas. Kelas yang biasanya berisik karna kelima siswi itu sekarang menjadi sunyi. Mereka diam membuat yang lainnya heran dan menatap mereka bingung.
"Kayanya ada yang lagi ribut" ucap salah satu murid disana yang diketahui bernama Libertia. Lucia yang ada tepat di belakang Libertia menyenggol punggunya ingin menyuruhnya untuk diam tapi itu tak membuat Libertia diam.
"Apasih lo, babu!" Libertia berucap cukup kencang kepada Lucia dan berhasil membuat semua siswi yang sudah datang pagi ini menoleh padanya. "Jangan berani sentuh gue! Lo itu cuman kuman!" Lucia hanya bisa merenggut sebal. Dia sudah tidak aneh kalo dikatai babu atau anak haram. Faktanya memang seperti itu bahkan dia bisa masuk kesekolah ini karna beasiswa.
Kelima siswi itu menoleh pada Libertia yang sudah membuat kegaduhan dengan Lucia. Tapi sama sekali tak mereka hiraukan. Itu bukan urusan mereka.
Libertia sengaja menjatuhkan bulpoin yang ia pegang kebawah kaki Yuzu. Mereka duduk bersebelahan. "Ups. Ambilin dong bitch" Libertia sengaja ingin memancing kemarahan Yuzu dengan menyuruhnya dan mengatainya.
Yuzu menatap sinis kearah Libertia dan ia melihat bulpoin yang tepat berada di kakinya. Yuzu menendang bulpoin itu tepat kearah kaki Albelda yang ada didepan. Albelda menyadari itu ia pun menendang lagi bulpoin itu kebelakang. Tendangannya cukup jauh sehingga sekarang bulpoin itu tepat berada di kaki Grace yang duduk di belakang Yuzu.
"Heh para bitch balikin bulpoin gue!" Marah Libertia yang melihat bulpoin kesayangnnya ditendang-tendang. "lo tau itu bulpoin mahal?!"
"Ini?" Tanya Grace yang sudah memungut bulpoin itu. "Ambil sini" ucapnya santay.
Libertia bangun dari duduknya dan berjalan kearah Grace. Saat dia sudah berada tepat di depan Grace dan ingin mengambil bulpoinnya tiba-tiba Grace melemparnya kebelakang dan berakhir di tong sampah.
"BULPOIN GUE" teriak Libertia. Libertia sudah menatap bengis Grace tapi itu tak membuat Grace takut padanya. "Kurang ajar ya lo!" Libertia mulai menjambak rambut Grace sehingga Grace langsung terbangun dari duduknya.
"Arrrg" teriak Grace kesakitan.
"Mampus lo bitch!" Libertia semakin menarik rambut Grace.
Seisi kelas yang sudah hampir datang semua muridnya pun bersorak melihat mereka. Yuzu, Noele, Elaine dan Albelda sudah berada dibangku yang sama. "Mau pasang taruhan?" Usul Elaine. Dan ketiga temannya pun mengangguk.
"Gue taruhan Libertia" ucap Yuzu yakin.
"Gue juga Libertia" ucap Albelda.
"Gue Grace deh" ucap Noele.
"Gue ikut Noe" ucap Elaine.
"Yang kalah harus deketin cowok yang lagi di incar Grace" ucap Albelda sambil melirik mereka. "Kalo perlu tikung Grace" lanjut Noele. Yuzu terkekeh mendengar ucapan Noele. Ga kebayang gimana marahnya Grace kalo gebetannya di tikung sahabatnya sendiri. Teman ga ada ahlak.
"Setuju!" Yuzu dan Elaine menyetujui tantangannya. Cukup menarik pikirnya.
Kembali ke Grace dan libertia. Libertia masih menjambak rambut Grace sementara Grace sudah terlihat sangat kesakitan. Kaki kanan Grace menendang tulang kering Libertia sehingga membuatnya mengaduh.
"Mampus lu tante girang!" Kesal Grace pada Libertia yang sekarang memegangi kakinya. Ga cukup sampai disitu Grace pun melayangkan bukunya ke kepala Libertia. "Aww" sekarang Libertia memekik sambil memegangi kepalanya.
"Lo....." Libertia mengambil tas Yuzu yang tepat berada di sampingnya dan melemparnya tepat ke muka Grace.
"Wo wo pelanggaran, lo pake barang gue!" heboh Yuzu tak terima tasnya berakhir di lantai.
Seisi kelas semakin bersorak melihat perkelahian mereka. Tak ada yang melerai mereka menikmati tontonan yang tersuguh di depannya.
Bukan hal aneh lagi kalo mereka melihat yang seperti itu. Itu sering terjadi bahkan selalu terjadi. Kalo biasanya para cewek berantem memperebutkan cowok tapi mereka tidak seperti itu karna di sekolah mereka sama sekali tidak ada murid cowok. Mereka selalu meributkan hal sekecil apapun.
Grace mulai mendekat kearah Libertia dan mendorongnya kasar. libertia tersungkur kebelakang dan berakhir terduduk dilantai. "Ayo bangun tante Libertia" Yuzu menyemangati.
"Masa kalah sama bitch sih. Iyuh malu-maluin" Albelda mulai memanasi Libertia biar dia semakin marah. Grace melotot kearah Yuzu dan Albelda bisa-bisanya mereka ga mendukung sahabatnya sendiri.
Saat Libertia mau berdiri bel masuk pun berbunyi dan bertepatan dengan datangnya guru yang akan mengajar.