Menceritakan tentang gadis-gadis yang memiliki prilaku luar biasa bahkan sering dikatai gila.
Tidak peduli akan orang lain. Hanya hidup untuk dirinya sendiri. Yang mereka tau hanyalah bersenang-senang lewat tingkah lakunya yang tak biasa.
Note : Ter...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Satu bola melayang kearah Albelda yang sedang berdiri. Natsu datang menghalau bola itu sehingga bola itu hanya mengenai tangan Natsu dan tidak melukai Albelda.
"Woy kalo maen yang bener!" teriak Natsu sambil melempar bola itu ketengah lapangan.
"Lo ga papa?" tanya Natsu.
"Astaga kaget gue. Makasih ya, kalo ga ada lo mungkin wajah gue udah jadi cap bola" Albelda tersenyum manis ke arah Natsu.
Natsu terpaku melihat senyum Albelda yang begitu manis, wajahnya sudah memerah, jantungnya terus berdekat semakin kencang.
"O..oke" Natsu memalingkan wajahnya.
"Lo ga papa?" Tanya Albelda panik. "Muka lo merah banget.
"Gu...gue ga papa ko." Natsu pamit pergi tanpa melihat kearah Albelda.
"Astaga bisa jantungan gue hari ini!" Kesal Albelda matanya sudah memelototi Litch.
"Hehe abisnya minta di kagetin mulu sih"
"Udahlah ayo pulang!"
"Maaf banget gue ga bisa anter."
"Woy Natsu" panggil Litch yang melihat Natsu ga jauh darinya. "Tolong anterin si Belda gue harus jemput nyokat soalnya"
Deg
Natsu yang tadi langsung pergi sekarang harus mengantarkan Albelda pulang. Jantungnya semakin berdetak kencang ia senang namun juga gugup.
"Bo...boleh. Noele juga udah pulang duluan"
"Yaudah gue titip si Belda ya." Litch menepuk pundak Albelda dan berpamitan pergi.
"Ga papa nih gue bareng sama lo?" Tanya Albelda.
"Ga papa ko." Natsu sangat senang namun ia menutupi itu. Ini pertama kalinya ia bisa berduaan dengan Albelda.
"Tapi wajah lo masih merah, lo beneran ga papa?" Khawatir Albelda.
Natsu merutuki wajahnya yang selalu memerah jika berdekatan dengan Albelda. Padahal ia sudah susah payah menutupi kegugupannya tapi kenapa wajahnya tidak bisa di ajak kompromi?.
"Cuacanya panas gue cuman kepanasan doang" dalih Natsu.
"Ah iya sih"
Selama diperjalanan hanya ada keheningan sama sekali tidak ada yang membuka obrolan. Natsu yang terlalu gugup hanya bisa diam dan diam-diam melirik kearah Albelda.
Albelda orangnya memang tidak terlalu banyak bicara jadi ia sama sekali tidak mempersalahkan susana yang canggung itu.
"Noe." gumam Natsu saat melihat Noele dipinggir jalan bersama kumpulan para cowok.