Menceritakan tentang gadis-gadis yang memiliki prilaku luar biasa bahkan sering dikatai gila.
Tidak peduli akan orang lain. Hanya hidup untuk dirinya sendiri. Yang mereka tau hanyalah bersenang-senang lewat tingkah lakunya yang tak biasa.
Note : Ter...
Lagi, kelima siswi itu datang ke sekolah Arion. Kali ini mereka datang setelah pulang sekolah. Karna sekolahnya mengadakan rapat dadakan mereka bisa pulang lebih awal dari jam biasanya.
Elaine ogah-ogahan datang kesana takut kalo ia ketemu lagi dengan mantan pacarnya yang sudah tega menghianatinya. Mengingat kejadian itu Elaine kembali kesal. Rasanya sekarang ia ingin menangis saja. Tapi kalo ia menangis disini entah apa yang akan di katakan Reihan. Mungkin dia akan tersenyum mengejeknya?
Seperti biasa mereka akan menjadi sorotan karna seragamnya berbeda dan tentu saja karna wajah mereka yang cantik.
Grace bahkan sudah pergi entah kemana katanya ia ingin mencari Doni. Doni lagi sampai malas mereka mendengarnya. Bucin sekali dia pada lelaki yang bernama Doni. Tapi ga mereka pungkiri kalo Doni itu memang tampan wajar kalo Grace sampai tergila-gila padanya.
"Kalian ga mau cari cowok disini kaya si Grace apa?" Tanya Noele.
"Belum nemu yang menarik" jawab Yuzu. Noele menoleh kearah Albelda. "Skip deh" jawab Albelda. Sekarang Noele menoleh kearah Elaine, Elaine menjawab denga malas "cowok disini buaya semua."
"Lo?" Tanya Yuzu pada Noele. Noele menghela nafasnya pelan "lo pikir gue bisa cari cowok disaat kembaran gue selalu melabrak tiap cowok yang gue deketin?" Kasian sekali Noele itu hidup percintaannya di atur oleh Natsu.
Noele tidak pernah mempunyai pacar lebih dari dua hari. Itu membuatnya malas untuk berpacaran. Setiap ada lelaki yang mendekatinya Natsu akan marah dan saat Noele berpacaran dia akan menghajar cowok itu dan berakhir dengan si cowok memutuskan Noele.
"Untung gue ga punya abang" gumam Yuzu pelan matanya berubah menjadi sendu.
"Lo ga punya abang pun pacar tetep ga punya" ucap Elaine. "Ga laku" lanjutnya.
"Anjir ya lo" sinis Yuzu pada Elaine. "Selera gue itu tinggi bukan karna ga laku!"
"Bacot" seru Albelda. Entah kenapa hari ini mood nya tidak baik.
Dari arah samping mereka tepatnya di koridor ada seorang lelaki yang lagi-lagi melipat tangannya di dada saat melihat cewek-cewek dengan seragam yang berbeda. Siapa lagi kalo bukan Natsu.
Natsu hanya memerhatikan mereka. Ralat lebih tepatnya memerhatikan Albelda. Natsu tersenyum kecil melihat cewek dengan rambut panjang perak yang selalu dikucir dua.
Natsu menghela nafasnya berat saat mengingat kalo gadis yang ia sukai diam-diam sedari dulu sudah memiliki kekasih. Dia belum tau saja kalo Albelda sudah menjomblo.
Natsu mulai menghampiri siswi-siswi itu. Ia mengangkat alisnya sebelah. "Tumben ga kumplit, kemana satu lagi?" Tanya Natsu.
Mereka yang didatangi Natsu pun tau siapa yang di maksud. "Lagi nyari bucinannya" jawab Elaine malas. Natsu hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
Natsu melirik kearah Albelda sekilas. Seperti biasa gadis itu memasang wajah angkuhnya dan tak ada senyum terlihat, sangat manis dimata Natsu.
"Jadi kalian bolos dari sekolah?" Selidik Natsu karna mereka membawa tas masing-masing.
"Enak aja kita udah pulang tau!" sekarang Noele yang menjawabnya dengan malas dan sedikit berteriak.
"Aww" Natsu menyentil mulut Noele sampai Noele mengaduh kesakitan dan langsung menutup mulutnya. "Ga boleh gitu sama gue"
"Heh!" Yuzu merasa kesal karna Natsu selalu seenaknya pada Noele mentang-mentang abangnya sental-sentil sembarangan. Natsu melihat kearah Yuzu sambil cengengesan. Cewek yang selalu seenaknya bahkan tanpa ragu berani memukuli Natsu.
Natsu memundurkan langkahnya saat Yuzu terus maju mendekatinya. Jantung nya sekarang sudah mau copot Natsu berdoa dalam hati supaya cewek barbar ini tidak berniat memukulinya disini. Bisa rusak reputasinya sebagai cowok cool kalo ia dipukuli oleh seorang cewek dan tidak bisa melawan. Yakali Natsu mau ngelawan cewek mau ditaruh dimana nanti harga dirinya.
Yuzu memicingkan matanya sampai menyipit sekarang dia sudah berada tepat didepan Natsu. Natsu mengangkat halisnya dan sudah mengambil ancang-ancang untuk kabur. "Apa lo?!"
Natsu benar-benar sudah berniat untuk kabur saat melihat Yuzu mulai mengangkat tangannya. Ia berbalik badan dan bersiap untuk berlari tapi sayang seribu sayang kakinya terjegal oleh Yuzu dan mengakibatkan ia tersungkur kedepan dengan wajahnya yang menyium lantai.
"Pfft. Boleh ketawa ga sih?" Tanya Yuzu tanpa dosa.
"Hahahaha" ternyata dibelakang sana Noele sudah tertawa terbahak duluan di ikuti Elaine dan Albelda. Para siswa siswi lain yang melihat ikut tertawa.
Natsu bangun dari jatuhnya dan langsung menghadap kearah Yuzu dengan raut wajah marah. Dahi dan hidungnya sudah memerah karna berciuman langsung dengan lantai. Matanya sudah menajam melihat kearah Yuzu.
"Lo...." geram Natsu menahan marah.
"Bukan salah gue. Lo sendiri ngapain pake msu kabur segala" bukannya minta maaf Yuzu malah membela dirinya sendiri.
"Duel kita!" Tantang Natsu.
"Gas" Yuzu menyaut semangat.
Natsu sudah menggulung lengan seragamnya. Ia tak peduli lagi sama harga diri. Yang ingin ia lakukan sekarang menghajar cewek barbar dan tengil ini.
"Tunggu" tangan Yuzu menahan Natsu saat Natsu mulai maju mendekatinya. "Disana aja. Luas, enak buat maen congklak nya" tunjuk Yuzu kearah lapangan yang tidak jauh dari arah mereka.
"YUZUUU!" Teriak Natsu frustasi.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Natsu mulai panas dingin. Wajahnya mulai pucat. Sekarang ia sedang berjalan beriringan dengan Albelda yang memintanya mengantar ke toilet karna para temannya tidak ada yang mau menemaninya dan ia pun tidak tahu dimana tempatnya. Hanya mengantar sampai depan toilet ya gays ya.
"Lo sehat kan?" Tanya Albelda khawatir saat melihat perubahan di wajah Natsu.
"Waras lah. Masa gue gila" tanpa pikir panjang Natsu langsung menjawab. Natsu sudah salah tingkah depan Albelda dan ia merutuki mulutnya yang menjawab ngawur.
Albelda dibuat heran apa maksudnya dengan dia menjawab waras? Memangnya ia tidak waras?. Albelda berhenti berjalan dan menghadap kearah Natsu. Jaraknya sangat dekat Natsu sampai menahan napasnya. Albelda meletakkan punggung tangannya di dahi natsu dan tangan yang satunya ia pakai untuk menyentuh dahi nya sendiri. "Sama kok" gumam Albelda.
"Eh" Albelda tersentak kaget saat Natsu menyingkirkan tangannya dengan kasar dan sudah berlari meninggalkan Albelda yang sekarang berteriak memanggilnya. "Harus kasih tau Noele kalo dia udah gila"
Sementara itu Natsu. Wajahnya sudah memerah sampai ke telinga. Jantung nya berdetak dua kali lebih cepat. Badannya yang sedari tadi sudah panas dingin semakin menjadi. Disentuh oleh pujaan hatinya apalagi dengan jarak yang menyisakan beberapa centi membuatnya hilang akal. Bahkan sekarang ia tidak tahu lari nya kemana.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.