Menceritakan tentang gadis-gadis yang memiliki prilaku luar biasa bahkan sering dikatai gila.
Tidak peduli akan orang lain. Hanya hidup untuk dirinya sendiri. Yang mereka tau hanyalah bersenang-senang lewat tingkah lakunya yang tak biasa.
Note : Ter...
"Lo oke kan, Sal?" Tanya Noele pada Faisal yang melihat kepergian Elaine dan Reihan.
Faisal mengedikkan bahunya acuh. "Gue ga punya hubungan sama dia"
"Lah, lo belom nembak dia?" Seru Natsu tak habis pikir padahal mereka begitu dekat seperti orang pacaran.
"Udah, tapi dia nya ga mau pacaran"
"Cewek mah gitu. Nempel terus diseriusin ga mau" seru Litch sambil menatap Albelda dengan lekat.
"Apasih lo!" Risih Albelda yang mendapat tatapan tidak mengenakan dari Litch.
"Ternyata kalian jomblo semua hahaha" Yuzu tertawa mendengar ucapan para cowok yang sepertinya tertolak orang yang mereka suka.
"Ngaca! Lo juga jomblo!" sengit Natsu. Entah kenapa malah dia yang marah.
"Jomblo ngatain jomblo" Yuzu mendelik tak suka kearah Natsu.
"Yang ga jomblo mah dari tadi diem-diem bae" ledek Litch pada Doni dan Grace yang anteng berdua.
"Sorry, gue laku ga kaya kalian, ngenes!" Tunjuk Doni pada para temannya.
"Anjir lah" seru Faisal tak terima. "Liat aja besok gue bakalan bawa cewek yang lebih cantik dari dia" kini Faisal menunjuk kearah Grace.
"Sirik bilang bos" sindir Grace.
"Gue juga mau bawa cewek yang seksi" Litch sudah ber tos ria dengan Faisal.
"Tampang pas-pas an gitu sok-sok an mau bawa cewek." gerutu Albelda pelan.
"Cemburu ya bund" Yuzu menyenggol lengan Albelda ia mendengar gumaman sahabatnya itu.
"Gak!" Albelda melengos dari sana mencari-cari makanan yang mau ia makan.
"Kalo lo gimana sama Heinry?" Tanya Yuzu pada Noele.
"Sama, gue juga belum mau punya hubungan."
"Heran gue, padahal punya pacar kan lebih enak dari pada jomblo."
"Gimana kalo kita pacaran aja?" Natsu menaik turunkan kedua alisnya sambil sesekali mengedipkan matanya kearah Yuzu.
"Najis, Udin!" Seru Yuzu dan langsung menyusul Albelda mencari makanan.
"Awas lo bentar lagi naksir sama si Natsu" teriak Litch. Yuzu mengacungkan jari tengahnya kearah belakang dan ditanggapi dengan tawa mereka.
Reihan menghampiri para temannya lagi dengan wajah tidak bersahabat. Ia hanya diam saja sesekali ia menghela nafasnya kasar membuat teman-temannya risih.
"Gimana rasanya?" Tanya Faisal ambigu ia melihat dengan jelas bekas gigitan dipipi kanannya. Reihan hanya mendelik tajam kearah Faisal.
"Anjing maen nya gigit-gigitan" seru Litch heboh. Reihan menghela nafasnya sabar sekarang ia tidak ingin menanggapi teman-teman nya.
"Omg darahnya masih netes woy" Grace ikut berseru setelah melihat wajah Reihan. Reihan mengusap lagi pipi kanannya dengan kasar.
"Sabar bro cewek emang sukanya maen gigit" Doni mengelus punggung Reihan dan langsung ditepisnya.
"Yang udah pengalaman mah beda" ucap Natsu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.