Menceritakan tentang gadis-gadis yang memiliki prilaku luar biasa bahkan sering dikatai gila.
Tidak peduli akan orang lain. Hanya hidup untuk dirinya sendiri. Yang mereka tau hanyalah bersenang-senang lewat tingkah lakunya yang tak biasa.
Note : Ter...
Dingin yang menusuk ke kulit tidak membuat seorang gadis kecil menghentikan langkahnya. Ia terus berjalan terseok di malam sepi. Hembusan angin beberapa kali hampir membuatnya terjatuh. Badannya sudah mengigil hebat, air mata tidak berhenti terjatuh di pelupuk matanya.
"Kakak, aku takut" lirih gadis kecil itu. Ia berhenti di bawah pohon besar, berjongkok dan memeluk kedua kakinya. Ia terus memanggil-manggil nama kakaknya namun tidak datang untuk membawanya pulang.
Derap langkah kaki membuatnya segera menutup mulutnya rapat dengan tangan. Badannya yang kecil membuatnya tidak terlihat di balik pohon.
"Sial! Kemana perginya itu bocah?!" Dengan nafas yang putus-putus lelaki yang mungkin usianya masih 25 tahun berlari lagi mencari gadis kecil yang berhasil kabur dari penjagaannya. "Awas aja kalo sampe ketemu gue patahin kaki lo!"
Gadis kecil sangat syok mendengar kalimat terakhir yang di tujukan untuk dirinya. Ia menggeleng kan kepalanya, menangis dalam diam dan tak henti-hentinya menggumankan nama kakaknya.
Ia memingat kejadian beberapa hari yang lalu yang membuatnya menjadi seperti ini. Gadis kecil yang menggunakan seragam SD diseret masuk kedalam mobil hitam di bawanya ketempat yang gelap, sepi dan dingin. Tubuhnya terhempas di lantai berdebu, kulitnya langsung bersentuhan dengan lantai yang dingin. Ia di kurung disana.
Sesekali ia mendapatkan pukulan dari seorang lelaki yang terus mengatainya anak sial. Badannya sudah penuh dengan lebam. Ia kesakitan. Ia terus menangis dan memohon untuk di bebaskan tapi tidak pernah didengar sampai ia menemukan jendela yang terbuka sedikit dan keluar melalui jendela itu.
"Sakit. Mau pulang" lirih gadis kecil yang masih berada di bawah pohon. Ia bangkit dari jongkoknya dan mulai berjalan lagi setelah memastikan lelaki yang mengejarnya sudah pergi jauh. "Takut" ia tidak berhenti bergumam. Berbicara sendiri untuk mengusir kesepian.
"Hhhh..." Noele bangun dari tidurnya, nafasnya terengah ia berlari kearah pojok kamar dan berjongkok disana, memeluk ke dua kakinya dan menelungkupkan wajahnya disana persis seperti yang ia lakukan dulu.
Badan yang sudah gemetar, mata yang tak berhenti mengeluarkan air mata dan bibir yang terus bergumam "takut."
Sinar matahari mulai terlihat dibalik jendela kaca. Masuk melalui celah dan memberi sedikit kehangatan di tubuh Noele yang masih gemetar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Astaga ada apa?" panik Natsu yang melihat adiknya sudah ketakutan dipojokan. Natsu berniat membangunkan Noele dan berakhir melihatnya seperti ini.
Natsu berjongkok di hadapan Noele, mengusap lembut kepalanya. Noele mengangkat kepala nya dan langsung berhambur kepelukan Natsu. "Jangan tinggalin gue, gue takut" lirihnya di pelukan Natsu.
"Maaf" Natsu hanya bisa meminta maaf sambil memeluk erat Noele. "Gue ga akan tinggalin lo lagi. Gue janji"
"Sakit" lirih Noele. Lagi, Natsu hanya bisa meminta maaf. Ketakutannya, Traumanya itu adalah kesalahan Natsu yang iseng meninggalkannya hanya untuk membuatnya takut dan berakhir dengan penculikan yang mengakibatkan trauma.