Merasa ada benar nya apa yang diucapkan Ghea tadi,mereka bertiga langsung ke kamar Arka dan benar saja...
,
,
,
Dan benar saja Arka ada di kamarnya sedang tertidur lelap di ranjang empuknya. ketiga sahabatnya melempar tas ke lantai lalu mengehela nafas lega
"udah biarin dulu,lagi istirahat si Arka" ucap Zafran
"gue mau pastiin sendiri dia baik-baik aja atau nggak" ujar Dheo seraya berjalan ke samping ranjang
"Arka bangun woi kita mau main" teriak Dheo namun tidak ada sahutan
"Arka main yokkk!!" timpal Raka
" berisik!" sahut Arka masih terpejam dengan suara serak
"ngapain kesini?" tanya Arka masih betah menutup mata
"pertanyaan bodoh"
"bangun lo,jelasin kenapa motor bisa remuk kek gitu" sambung Zafran
Arka membuka mata lalu berusaha memfokuskan penglihatan nya tapi tidak berhasil
"akhh..sshh" Arka berniat untuk bangun tetapi tidak mampu karna sakit di sekujur tubuhnya seketika sahabatnya pun mendekat karna melihat Arka meringis kesakitan
"heh,kenapa lo?" kompak mereka bertiga
"badan gue-" suara Arka nyaris tak terdengar ,Zafran menyingkap selimut yang sedari tadi menutupi tubuh Arka
"Arka elo gila,kenapa gak ke rumah sakit sih,sekarang pokoknya bangun kita harus ke rumah sakit" Zafran terkejut dengan luka dipelipis dan luka lainnya karna Arka memakai baju oblong hitam pendek dan celana jeans pendek. lengan,kaki dan sebagian tubuh Arka bahkan sudah ada yang membiru.
" kita bantu bangun Ka,cepetan. nanti luka lo tambah parah" Ucap Dheo
"Ka dengerin kita sekarang,kenapa tadi gak langsung ke rumah sakit sih" omel Raka sedangkan Arka masih meringis menahan sakit
"Yo,lo ambilin mantel Arka . lo Rak minta kursi Roda sama resepsionis" perintah Zafran seraya mendekati Arka
"oke" jawab keduanya kompak lalu berpencar sesuai diperintahkan.
"Ka lo masih sadar kan? jangan pingsan dulu nanti berat kita bawa lo" canda Zafran demi mengurangi kepanikan
"iya,sadar gue ini" suara parau Arka menyahut
"gue bantu bangun cepetan" Zafran membantu Arka duduk terlebih dulu
"awwhh..akhh"
"nih mantel nya gue ambil sembarang aja " Dheo menyerahkan mantel hitam ke Zafran dan langsung memakaikan di Arka
"nih kursi roda nya,mobil juga udah siap" ucap Raka
"cepet banget lo,eh tumben pinter pake nyiapin mobil segala" ujar Dheo
" ehehe tadi si Ghea udah pergi duluan karna denger suara kita" Raka tanpa dosa menyengir lebar
" Astaga,Ghea. kelupaan kan jadinya,sekarang dimana dia? "tanya Dheo
"tuh diluar" jawab Raka
"Ghea? " tanya Arka
"iya tadi dia ikut kita"
"yaudah cepetan bantu pindahin Arka kesini" ucap Zafran
"gue bisa sendiri" ucap Arka sudah berdiri dan duduk di kursi Roda
"ngeselin lo" ucap Raka lalu mendorong kursi roda keluar kamar
Diluar sudah ada Ghea yang menunggu dan betapa terkejutnya saat Arka keluar dengan kursi roda dan luka memar yang terlihat
" Ghe,sorry nelantarin elo" ucap Dheo
" heh,bahasa lo kayak apaan dah. sanss sama gue,oh ya mobilnya udah siap dibawah" Ghea seperti lupa dengan tujuan awal nya
"makasih" ujar Arka melihat Ghea berseragam sama dengan sahabat nya
"hah? " apa Ghea salah dengar tadi
" Ghe maklum ya abis jatoh " sahut Raka yang langsung kena tinjuan Zafran dan meringis setelahnya
" ehh iya Ka temen lo mana?" tanya Zafran baru teringat kata pak satpam tadi
"hah? oh di-dia udah pulang" jawab Arka,seraya memegangi kepala yang pusing secara tiba-tiba karna teringat kejadian hari ini.ketiga sahabatnya menangkap nada suara Arka menyiratkan ada sesuatu yang terjadi
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGE : Cila & Arka [ The End ]
चिक-लिटHalo Semuanya🤗 Terima kasih telah klik disini👌 : : : : Sinopsis♤ Sepasang sahabat yang sedari kecil selalu bersama suka maupun duka.Saling melidungi,menyayangi,berbagi cerita. Kerikil-kerikil kecil sering menghalangi jalinan persahabatan tersebut...
![CHANGE : Cila & Arka [ The End ]](https://img.wattpad.com/cover/180733874-64-k703909.jpg)