CHAPTER 26

13 1 0
                                        

.
.
.
.

hari pun berlalu dan Ghea besok pulang dari pertandingan karna lusa nya ada penilaian semester. Ghea tiap hari nelfon dan nanya kabar gue,btw dia juara kemarin. gue bilang semuanya baik-baik aja,tapi nyatanya nggak. gue nggak mau buat Ghea khawatir karna juga dia pasti capek.

Arka? gue berusaha menghindari dia supaya tidak memperkeruh gosip dan juga gue yang masih ngerasa bersalah dengan Arka

selama Ghea nggak di sekolah,Fara bener-bener buat gue jadi babu nya. di jam istirahat biasanya gue hanya di kelas sekarang harus melayani dia dan temen-temen nya. gue patuh aja karna takut Fara mengadu seperti yang ia bilang waktu itu.

kan nggak bener,kenapa takut? gue hanya menuruti kemauan dia,kalaupun gue takut bener juga karna pasti penyampaian yang akan dia bilang ke orang itu salah.

dimana temen-temen kelas gue? kok gak bantuin? mereka beri alasan ke gue kalo Fara itu adalah anak dari investor terbanyak di yayasan sekolah.jadi mereka gak berani untuk ikut campur langsung. Fara kalau ada bahan bully an baru, dia gak akan maafin orang yang berani bela korban nya.

di jam istirahat gue jadi babu,di jam pulang gue juga masih dalam pantauan Fara.

"non Cila" bibi kantin menyadarkan gue
"ehh oh maaf bi,kenapa bi?"
"non mikirin apa?bibi panggil daritadi lohh. ini pesenan makanan nya non" ucap bibi kantin

" ohh iya bi,makasih bi"
"non udah makan? kenapa mau non di jahatin non Fara sih non,bibi kasihan jadinya"
" hehe gakpapa bi,tadi aku udah makan kok" bohong gue
"yaudah bi,makasih ya" gue membawa nampan berisi makanan untuk siapa lagi kalo bukan Fara dan teman nya yang sedang menunggu di meja dekat jendela

di jam istirahat pasti ramai murid berkunjung dan hal itu masih buat gue takut. gue yang gak fokus jalan tanpa disadari menyenggol bahu murid lain,

" ihh liat jalan yang bener kek"
"eh itu kakak yang di gosipin itu "
bisik mereka tapi terdengar gue,gue berusaha untuk santai dan sampai di meja Fara

"ini pesenannya" ucap gue lalu ingin melangkah pergi tapi
"heh! mau kemana lo?" ucap teman Fara gue membalik badan
"nihhh hadiah buat elo yang pesen makan aja lamaaa buat kita kelaperan"
Fara menumpahkan kuah soto dan kari di kepala gue.

Dan itu buat kepala gue panas dan mata gue perih bangett. gue mulai ketakutan karna gue gak bisa buka mata dan gelap.

Cila pov end

xxxXXXxxx

Author pov


Zafran dan Raka berada di kantin, menunggu Arka yang katanya sebentar lagi sampai dari kantor Ayah nya dan meminta ditunggu untuk makan bersama

" Ran,itu si Pricil kan?" tanya Raka menunjuk Pricil sedang berjalan dan tanpa sengaja menyentuh pundak murid lain

"mana?" Zafran balik tanya
"itu tuh yang nyelip di gerombolan anak kelas 10" jawab Raka
"ehh iya,tumben kesini"
" Ran,kayaknya dia disuruh Fara deh! kan bener" seru Raka
" hah?! anjir iya Rak!" Zafran yang melihat juga Pricil menuju meja Fara

"Ran lu telfon Arka sekarang,jangan kesini dulu. tambah riweuh nanti" ucap Raka
"bentar gue--"belum selesai Zafran merespon ucapan Raka

teriakan para murid ke seseorang menggema di ruang kantin tersebut. Zafran terkejut saat tau penyebab teriakan itu dari apa dan melihat Pricil yang sudah kotor dengan makanan.

Raka yang sudah lebih awal tau langsung menghampiri meja Fara dan berusaha tenangin Pricil yang sudah menangis histeris. disusul Zafran yang menghampiri dan memarahi Fara.

CHANGE : Cila & Arka [ The End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang