CHAPTER 22

22 0 0
                                        

happy reading
.
.
.

"sil gue pulang dulu yak,gak papa kan gue tinggal?" tanya Ghea seraya membereskan isi tas nya

Seperti kata Ghea,kami berdua kesiangan dan berakhir tidak masuk sekolah. bayangin aja siapa yang mau bukain gerbang di jam 10?

"gak papa ghe,gue malah makasih banget udah temenin semalem dan dengerin curhat gue" jawab gue

"yaudah kalo gitu,gue pulang ya. ni baju gue pinjem. ohh jangan lupa diminum tuh obatnya,bye gak perlu anter gue. istirahat aja" pamit ghea dan langsung mencela saat gue mau mengantar keluar apartemen

"atiati Ghe!"teriak gue karna Ghea sudah keluar kamar

Gue lihat jam di nakas sudah pukul setengah 12. iya,tadi kami lanjut bercerita setelah bangun jam 10 lalu mandi dan mengisi perut. gue ngerasa masih ngantuk tapi gue maksain untuk gak tidur lagi karna gak baik juga buat kesehatan. jadilah gue hanya belajar sendiri karna ujian semester sebentar lagi

xxxXXXxxx

Arka pov

"akh.." gue meringis saat akan mengubah posisi dari berbaring ke duduk bersandar

gue melirik jam di dinding rumah sakit yang menunjukkan pukul 11 lalu gue melihat temen-temen gue lagi pada tidur pulas yang pasti karna gue.

mereka nungguin gue tidur sampe pagi gue bangun pun mereka belum istirahat. saat dokter bilang gue besok boleh pulang sebab nggak ada luka serius tapi harus istirahat full selama 1 minggu dirumah eh maksudnya apartemen.

gue gak kasih tau orang rumah kejadian ini takut mereka gak ngizinin lagi tidur di apartemen.

"uhhmm eh udah mendingan lo?" tanya Dheo dengan suara serak khas orang bangun tidur,Dheo pun mendekati gue

" lumayan gak separah kemarin sakitnya" jawab gue lalu Dheo mengangguk sebagai responnya dan pergi ke toilet,tak lama kemudian

" pulang jam berapa nanti? " Dheo keluar toilet dengan wajah dan rambut basah

" jam 5an lah,nunggu konfirmasi dokter dulu. yo,lo bilang ke nyokap soal gue?"

"nggak. kenapa? " Dheo duduk di sofa samping gue

" bagus. gue gak bilang sama orang rumah kalo gue kayak gini"

"ck! gue udah tau lo kayak gini . gue izin ke nyokap mau nginep tempat lo"

Selang sedetik Dheo ngomong, suara nada dering dari salah satu Handphone di meja berbunyi. Dheo pun beranjak dan mengambil hadphone yang berbunyi itu yang tak lain adalah punya Raka.

"Tengil,bangun! itu ada panggilan masuk"Dheo mengguncang tubuh Raka
"ahh berisik lo! tinggal angkat aja sih" gerutu Raka masih terpejam sedangkan Zafran yang terganggu karna suara Raka membuka matanya

"eh buset,adek lo nih Ka! ngapain dia nelfon si tengil" Dheo mengambil Handphone dan membuat Raka juga Zafran termasuk gue terkejut

"anjir beneran? eh baru kali ini dia telfon gue. sini gue aja,ehemm" Raka merebut handphone nya

"halo?" ucap Raka setelah menggeser tombol hijau di layar
"Assalamualaikum" ucap yang di seberang telfon
"waalaikumsalam. kenapa dek eh Anna telfon pagi-pagi" gue sama kedua temen gue lainnya melotot

"kak ini udah siang darimana pagi nya? habis bangun tidur ya? " terdengar suara cengengesan adek gue

"oh iya kak,bang Arka dimana ya? tadi Anna telfon gak diangkat-angkat? apa terjadi sesuatu? "tanya Adek gue

CHANGE : Cila & Arka [ The End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang