CHAPTER 6

55 5 0
                                        

"Gimana kalo sekarang aja Ka?" tanya nya ragu -ragu

Gue tau arah pertanyaan Zafran kemana,gue diam

" ehemm.. gini Ka,kita mau elo jangan salah paham dulu. Kita pengen elo cerita dengan selengkap-lengkapnya soal 'dia' yang bikin galau elo selama ini." jelas Raka

"Kita nggak maksa Ka,tapi kalo elo nggak cerita kita nggak bakal tau alasannya dan juga kita nggak bisa kasih saran terbaik untuk elo." ucap Dheo

"iya Ka,ini udah waktunya. gue nggak tau 'dia' itu siapa,mungkin nih ya mungkin 'dia' ada disekitar kami bertiga. karna elo nggak cerita jadi kita nggak tau" sambung Zafran

Gue terkejut saat Zafran mengatakan itu,kata-katanya bener. selama ini gue selalu bilang "nanti gue jelasin" tapi sampai sekarang pun belum gue jelasin

"setuju gue, nihh ya Ka kalo aja sahabat kecil elo itu temen gue disekolah lain atau temen Dheo di taekwondo atau juga temen Zafran dan mungkin juga kita udah ketemu di suatu tempat" jelas Raka

"maafin gue selama ini selalu nutup diri dari kalian.gue bukan nya ngg--" sesal gue yang terpotong oleh Dheo

"yaudah jangan sekarang Ka" ujarnya

" gue belom selesai ngomong yo,gue akan cerita" putus gue yang membuat mereka sangat antusias,terlihat dengan mereka yang mengambil posisi duduk terbaik untuk menyimak cerita gue

"gitu kek dari tadi Ka" semangat Dheo

"jadi gini sahabat kecil yang selama ini gue ceritain itu dia cewek--"

"hah?" kompak mereka

"gue fikir dia cowok njir"cetus Raka yang diangguki Zafran dan Dheo

"karna waktu itu elo pernah bilang ke kita kalo dia sering berantem bareng" ujar Dheo

"dia pure cewek, namanya Pricilla Anggun Pratiwi Nugraha. kami jadi tetangga karna keluarga Cila pindah ke komplek gue. saat itu kami masih kecil,umuran 4 menuju 5 tahunanlah kira-kira. selama gue sahabatan sama dia pasti sering banget berantem semacam kitalah,tapi kami selalu bisa ngertiin satu sama lain. gue sama Cila selalu satu sekolah bahkan satu kelas,menurut gue dia mulai berubah saat dikelas 4. gimana ya bilangnya,gue bingung.."gue berhenti untuk berfikir

"lanjutin aja,ngomong apa adanya Ka." sahut Raka

"dia kayak beda gitu dirumah, Cila itu termasuk baik tapi kalo disekolah dia itu nakal. gue mulai nggak suka dari saat itu,gue sering tegur dia tapi dia tetep aja ngeyel. sampe kita kelas 6 akhir,gue tau alasan dia selalu nakal. Cila ngomong sama gue kalo ortu nya sibuk dengan kerja jadi dia dalam artian pengen caper tapi nggak berhasil. gue saranin dia untuk berubah dan itu berhasil di kelas 7 awal." jelas gue

"wajar sih kita bertiga ngira dia cowok,elo ceritanya nggak lengkap" celetuk Raka

"gue sama Cila deket banget,setiap hari pasti ketemu. masuk kelas 7 ,kami selalu belajar bareng karna dia kurang paham materi SMP. dan hari itu ,gue nungguin dia untuk pergi bareng ke sekolah tapi dia nggak keluar-keluar jadi gue pergi duluan karna takut telat. ternyata hari itu,dia nggak masuk sekolah. gue telfon dia,tapi nggak ada jawaban. saat gue pulang dari sekolah gue liat dia di depan rumahnya natap gue,gue ngedeket dia malah nangis. gue tenangin dan bawa dia ke teras rumahnya,dia reda nangis gue tanya kenapa nangis ehh dia ngusir gue." jelas gue sedikit kesel

CHANGE : Cila & Arka [ The End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang