CHAPTER 33

12 0 0
                                        

ceklek...

.
.

Saat membuka pintu kamar,terlihat Pricil yang masih belum sadar. mereka semua masuk tanpa berucap satu kata pun,Ghea yang mendekat ke samping tempat tidur dan mengusap pelan rambut Pricil.

"sil bangun maafin gue" ucap Ghea pelan
" gue bakal jaga lo sil" sambungnya sambil terisak
"eh Ka, telfon orangtua lo aja sekarang dan kita kebawah nanyain staff" usul Zafran
"nah setuju gue,kita cek cctv sekalian" sambung Raka
"oke bentar"

"Ghe,kita tinggal nggak papa?" tanya Dheo
"iya,nggak papa Yo"
"handphone lo ada?"
"ini" Handphone yang diangkat dari saku tas Ghea, Dheo memberikan ibu jari nya
"telfon gue kalo ada apa-apa"
"uh- oh oke"

Setelah nya Arka dan teman-teman nya keluar menuju lantai satu. saat di lift, Arka masih mencoba menghubungi Ayah nya yang tidak kunjung dibalas.

" nggak bisa Ka?" tanya Dheo
" nggak diangkat"
"coba lagi Ka"
"ini lagi dicoba tengil" jawab Arka
" iyee iyee bang"

"Halo?! Ayah?" tepat setelah Raka selesai bicara,nada sambung berganti dan Arka pun menekan pengeras suara
"Halo,Abang. Ayah lagi dijalan pulang dari acara perusahan teman. ada apa nelfon malem-malem gini? "

"Yah,ayah bisa ke apartemen nggak? ada hal penting yang mau Arka tanyain"
"ya ampun bang,besok aja kenapa tanya nya?"
"nggak bisa Yah"

"bilang aja intinya Ka!" Zafran menyenggol bahu Arka dan bicara tanpa suara
"Cila pingsan Yah, jadi buruan kesini"
"HAA?! Ayah kesana sekarang" telfon dimatikan oleh Ayah Arka

"widihh om ... sayang banget sama calon mantu" celetuk Raka
"ehem" Dheo dan Zafran
" diem kalen" sahut Arka

sesampainya di lantai satu,semua seperti normal tidak ada hal mencurigakan.
" Mbak Chika!" panggil Arka
" iya kenapa? loh Arka? udah kok tadi mbak anterin makanan nya"
"bukan itu mbak,tadi mbak liat orang yang mencurigakan lewat sini?"
"hah? nggak ada sih dari tadi biasa aja. emang kenapa?" Mbk Chika bingung

"beneran mbak? serius nggak ada yang lewat pakai baju item-item semua disini? " tanya Arka
" nggak ada,coba tanya pak Satpam. tadi soalnya ramai jadi gak terlalu perhatiin" saran Mbak Chika
"oh,oke. thanks" ucap Zafran

"gue aja nanya kesana,kalian cek CCTV" Dheo berlari menanyai beberapa petugas keamanan sedangkan Arka minta izin untuk lihat rekaman CCTV ke mbk Chika dan untungnya dibolehin. Raka dan Zafran cek tangga darurat dan disitu gak ada CCTV jadi mau di cek juga

sekitar satu jam kemudian,tidak ada hasil baik dari CCTV,pihak keamanan sampai Raka dan Zafran yang sudah turun lagi mengecek setiap lantai tangga darurat.

"Raidan!" teriak Ayah Arka dari depan
yang membuat semua mata tertuju ke sumber suara dan membuat terkejut para staf karna tiba-tiba pimpinan datang di jam seperti ini. langsung saja mereka menunduk hormat untuk menyapa namun sepertinya dihiraukan karna panik

"Ayah!" panggil Arka juga seraya berdiri dari balik meja resepsionis lalu mendekat kearah Ayah nya
" mana Cila? dia nggak papa?ayo cepetan ke atas" belum sempat menjawab mereka buru-buru ke atas

"Mbak makasih sebelumnya" pamit Arka pada penjaga resepsionis
"kamu gimana Bang,nggak bisa jagain Cila. kenapa bisa kayak gini"sepanjang perjalanan dari dalam lift sampai masuk apartemen Arka di omelin sama Ayahnya

Zafran,Dheo dan Raka hanya menahan cengiran sedari tadi sedangkan Arka yang mau protes tapi tidak ada celah untuk itu.

"Dimana?"
" dikamar, Yah"
" Astaga" Ghea yang sedang memberi minum Cila terkejut karna bunyi pintu terbuka dengan cukup keras
"eh-"

CHANGE : Cila & Arka [ The End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang