.
.
.
Author pov
"hiks.. kenapa gak ada hikss.. yang sayang.. hikss Cila..."
"semuanya..hiks pergi ninggalin Cila sendiri.."
Sejak pulang siang tadi hingga malam Pricil hanya duduk dan menangis di sudut kamar nya,mengganti pakaian saja tidak apalagi untuk mengisi perut.
Ditinggal selamanya oleh orang terdekat dirasakan lagi sama Pricil. rasa sakit yang belum pulih sekarang terluka kembali
Pricil meredakan tangis nya karna melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 19.30 berniat mengganti baju lalu istirahat namun saat berdiri kepala Pricil pusing dan penglihatan kabur.
Ia pun memaksa berjalan hanya sampai ke tempat tidur lalu menjatuhkan diri karna sudah tidak tahan untuk melakukan niat yang tadi.
Arka pov
Setelah pindahan mendadak siang tadi,gue hanya membawa beberapa pakaian aja dan keperluan yang penting lainnya.
Sampai detik ini masih menunggu Handphone berdering tapi nihil. Dan gue bolak balik ke depan pintu Cila tapi sunyi aja,udah malem kayak gini makin tambah khawatir.
gue memberanikan diri untuk tekan Bel,sekali,dua kali,tiga kali berkali-kali gak ada sahutan. gue gedor juga gak respon dan itu menambah khawatir.
Mau gue dobrak ini pintu tapi bukan sembarang pintu,jadi gue memutuskan untuk berfikir apa kata sandi nya. mencoba untuk masukin tanggal dan bulan lahir Cila,gagal. tahun dia lahir juga salah.
kesempatan tinggal 1 kali lagi kalo nggak, bisa bunyi alarm peringatan. 10 menit gue berfikir dan berusaha mengingat kalo aja ada yang masih di ingatan gue.
"eh jangan bilang sandi nya-"
gue keinget dan langsung masukin dengan cepat setelahnya bunyi ting.
"astaga,kenapa gak pernah ganti"
tau apa sandinya?? 1111 .
Dulu semua password entah itu aplikasi,handphone atau lainnya Cila pake angka itu.
"Cil? permisi" gue masuk dengan hati-hati
"Cila? lo dimana? " masih tidak ada sahutan
"Cila!" Teriak Arka
"Arka" suara lemah Cila terdengar dari arah pintu dekat ruang tamu
"Cila astaga!" gue langsung mendekati Cila yang sudah pucat dan menuntun nya untuk duduk di sofa
" Arka.. pusing laper" ucap pricil pelan seraya menyandarkan kepala di bantal yang Arka siapkan
" aku pesenin sebentar" gue pesan makanan yang terdekat biar cepet juga datang nya
"kamu belum makan daritadi?" Cila mengangguk dan gue langsung mengambil minum di dapur untuk Cila
"jadi daritadi nangis sampe mata kamu bengkak kek gini"
" terus aku harus apa?" tanya Cila pelan tanpa membuka mata
"Aku ditinggal sendiri lagi Ka"
"hiks.. Semua nya ninggalin aku hikss.."
Dada gue kenapa sakit liat Cila nangis gini?
"sstt maafin aku bilang kayak tadi" gue memeluk Cila
" Kamu gak sendirian Cil ada Aku,keluarga Aku,Kak Chelsy ,temen kamu"
" Kamu harus ikhlasin mereka yang udah pergi"
setelahnya ,hanya suara sesegukan tangisan dari Cila. 15 menit berlalu,
"masih pusing nya?"
"hiks..hikss.." anggukan yang terasa di dalam pelukan gue
"nangis nya berenti dulu ya?" gue melepas pelukan
"nanti tambah pusing,kamu juga belum makan"
tingnong..tingnong
" aku ambil makanan nya dulu" gue beranjak dari sofa dan membuka pintu
" permisi nona,ini pesa-" ucap staff yang ternyata Mbk Chika dan Kak Tian
"halo" balas gue
"loh Arka?" bingung kak Tian
"makasih udah dianterin"
"gue cuma temenin dia sebentar" lanjut gue
"okay" senyum jahil Mbk Chika dan diikuti kak Tian
"gak usah senyum gitu" celetuk gue
KAMU SEDANG MEMBACA
CHANGE : Cila & Arka [ The End ]
ChickLitHalo Semuanya🤗 Terima kasih telah klik disini👌 : : : : Sinopsis♤ Sepasang sahabat yang sedari kecil selalu bersama suka maupun duka.Saling melidungi,menyayangi,berbagi cerita. Kerikil-kerikil kecil sering menghalangi jalinan persahabatan tersebut...
![CHANGE : Cila & Arka [ The End ]](https://img.wattpad.com/cover/180733874-64-k703909.jpg)