14. Ingatan

174 28 10
                                    

"Tidak mungkin...." Sihyun membelalakkan matanya,menutup mulutnya sendiri.

"Sihyun,kau tidak apa-apa??" Minkyu bersigap dengan memegang kepala Sihyun.

"Ahh...tidak apa-apa.." sekejap Sihyun menjadi diam,memikirkan dirinya yang mungkin berada dalam masalah.

Handphone Sihyun kembali berdering, Sihyun menghela nafas berat.

"Kenapa? Ada sesuatu??" Tanya Minkyu yang peka.

"Bos ku...,aku harus pergi kerja, Tukang kebun libur hari ini jadi aku harus menggantikannya" Jawab Sihyun,sambil memakan kue dengan cepat.

"Kenapa kau harus menggantikannya?? Taman kan luas" Tanya Jaehee lagi,entah kenapa dia tahu kalau taman nampak luas.

"Aku harus dapat banyak uang kan..., Aku pergi dulu" Sihyun buru-buru keluar setelah menghabiskan kue nya.

"Tolong bungkuskan macaroon ya" Kata Jaehee kepada pegawai toko kue.
.
.
.
.
.
.
Sihyun langsung mengerjakan tugasnya,mengambil alat pemotong rumput dan pemangkas rumput manual.

Sihyun tidak lupa memakai topi karena cuaca diluar cukup panas,
"Pangkas dari sebelah sana sampai sana, jangan lupa rapikan pohon-pohon itu" Kata Juyeon sambil menunjuk semua taman yang ada di depan rumah.

Sihyun menghela nafasnya,
"Kira-kira akan selesai jam berapa ini??" Sihyun bergumam.

"Kau bilang apa?" Tanya Juyeon

"Ah ...tidak ada.." Sihyun segera melakukan pekerjaannya,tumbuhan sudah lebat,rumputnya mulai memanjang,Sihyun memulai pekerjaannya dengan memotong rumput memakai alat.

Lalu memangkas pohon, merapikannya ke bentuk semula, beberapa kali Sihyun tergores dahan sampai berdarah sedikit karena tanaman disana juga ada yang berduri.

Juyeon cuma menatap Sihyun dari jendela besar di lantai dua,Sihyun beberapa kali terlihat memaki dirinya sendiri,memukul kepalanya dan seperti berakting, Juyeon tersenyum melihat tingkah Sihyun.

"Apa dia benar-benar tidak mengingatnya? Ah bodo amat bukan masalahku" Juyeon kembali duduk, melihat-lihat laporan yang ada di meja tapi pikirannya tidak fokus.

"Ah sial"
.
.
.
.
.
.
Sihyun sudah berkeringat,dia mencoba menyelesaikan pekerjaannya secepat yang dia bisa.

"Apa aku harus minta maaf??"

"Ahh aku bodoh sekali tidak bisa menjaga diri,kenapa aku harus mabuk??? Kenapa harus Tuan Lee!!"

"Tapi aku harus bilang apa? Minta maaf sudah mencium nya?? Aku pasti sudah gilaa!!" Sihyun lalu melihat Jaehee dari kejauhan,masuk ke dalam rumah Juyeon.

"Jaehee?? Apa yang dia lakukan disini??"
.
.
.
.
.
"OPPAAAAA!!" Mendengar itu,Juyeon menghela nafasnya, lalu mengatur senyumnya. Jaehee masuk ke dalam ruangan Juyeon dengan wajah kesal, dia juga memakan kue yang ada di meja Juyeon.

"Kenapa lagi?? Kau datang mau minta uang?? Apa Ayah tidak memberimu uang saku??" Tanya Juyeon sambil menyodorkan lagi kue-kue itu ke hadapan Jaehee.

Lalu Jaehee menaruh satu kotak macaroon di meja,

"Apa ini?? Untuk Oppa?" Saat Juyeon mengambil macaroon itu,Jaehee menepis tangannya.

"Jangan sentuh,ini punya Kak Sihyun" Jaehee mengambil lagi macaroon itu dan memeluknga agar tidak diambil kakaknya yang jahil.

"Hah!...buat Sihyun? Sok baik, aku hampir saja memecatnya, rekomendasi mu sangat jelek" Kata Juyeon sambil menyeruput minumamnya.

"Ini bukan rekomendasi,ini hutang budi, Kak Sihyun... aku berhutang banyak padanya" Jawab Jaehee

°ENERVATE ME!! (18+)✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang