"Daddy lebih suka aku atau Eunseo?" Pertanyaan Sihyun membuat Juyeon terdiam beberapa saat. Respon Juyeon membuat mood Sihyun rusak seketika,Juyeon bimbang dan tidak bisa memilih.
Dari wajahnya Sihyun sudah menyadari kalau dia bukanlah pilihan Juyeon,Sihyun mendorong Juyeon jatuh dari kasur dan menyelimuti seluruh badan termasuk wajahnya.
"Keluar!" Kata Sihyun yang bersembunyi di balik selimut.
Yah ngambek itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Sihyun saat ini, Juyeon diusir saat tidak memakai baju dan hampir klimaks. Untung Juyeon juga sadar,dia langsung pergi setelah memakai celana jeans.
Besok paginya Sihyun terburu-buru berangkat kuliah karena dia bangun kesiangan,Juyeon tidak membangunkannya.
Juyeon sudah ada di mobilnya,saat Sihyun akan berlari menuju halte, Juyeon memanggilnya.
"Kim Sihyun"
"Iya Tuan Lee??" Tanya Sihyun, nampaknya Sihyun tidak ingat kejadian kemarin karena terlalu mabuk.
"Naik" Jawab Juyeon,Sihyun melihat kesana kemari.
"Dimana Pak Supir?? Aku tidak bisa menyetir??" Ya Juyeon hari ini menyetir sendiri ke perkuliahan makanya Sihyun heran.
"Cepat" Kata Juyeon sangat tegas membuat Sihyun takut dan segera naik di kursi depan,kalau di kursi belakang pasti Sihyun dimarahi karena Juyeon akan dikira supir.
Selama perjalanan tidak ada yang memulai pembicaraan,Juyeon benar-benar tidak habis pikir tentang kelakuan Sihyun kemarin.
"Ah sakit...kenapa ya?? Apa aku habis split??" Sihyun bingung karena pinggul dan kemaluannya sakit bukan main.
"Kau benar tidak ingat apa-apa?? Kau mabuk berat kemarin" Kata Juyeon, antara malu dan bingung Sihyun tidak tau harus merespon apa.
"Apa... Aku merusak perabotan?? Atau memukul tuan Lee?? Menendang misalnya??" Tanya Sihyun lagi.
"Pakai sabuk pengaman" Juyeon tiba-tiba memakaikan sabuk pengaman ke Sihyun dan seketika membuat Sihyun mengingat semua kejadian kemarin.
"Ha! AKU SUDAH TIDAK PERAWAN?!! Astaga bagaimana ini??!!" Mata Sihyun terbelalak,dia terkejut bukan main,Juyeon yang mendengarnya agak kecewa karena bukan hal itu yang dia permasalahkan.
"Tenang saja,aku akan bertanggung jawab,tidak perlu meminta maaf" Sihyun benar-benar tidak habis pikir,dia dilanda rasa malu dan rasa takut,bagaimana bisa Juyeon setenang itu setelah melakukan hal tersebut.
Mereka hampir sampai di tempat perkuliahan,
"Tuan Lee...bisa turunkan aku disini saja??" Tanya Sihyun yang ingin diturunkan di halte dekat perkuliahan."Kenapa tidak sekalian di kampus saja?" Tanya Juyeon lagi dengan wajah kalem nya.
"Ak...aku merasa tidak enak pada mahasiswa yang lain, aku takut muncul gosip kalau Tuan Lee dan aku berangkat bersama" Kata Sihyun berbisik,dia sangat was-was.
"Tapi itu memang kenyataan,biar rumor itu menyebar, kita memang berangkat bersama" Juyeon melajukan mobilnya,menghiraukan perkataan Sihyun dan berakhir memarkirkan mobil di kampus.
Sihyun terlihat sangat gugup karena hari ini banyak mahasiswa dan mahasiswi yang lalu lalang,
"Tidak mau turun?? Apa aku harus bukakan pintunya?" Tanya Juyeon sambil melepas sabuk pengamannya.
"O..ohh iya...lupa" Sihyun dengan gugup membuka sabuk pengaman, entah kenapa sabuk pengaman itu tidak kunjung terlepas.
"Kenapa tidak mau lepas??" Sihyun mode panik,dia memencet tombol sabuk itu berkali-kali tapi tidak kunjung lepas.

KAMU SEDANG MEMBACA
°ENERVATE ME!! (18+)✓
Romance"Bolehkah aku egois Daddy??" "Yes Baby Girl" WARNING CERITA MENGANDUNG UNSUR 18+ #1 in Everglow (05 - 12 - 2021) Jangan Lupa follow sebelum membaca Sihyeon yang baru saja lulus sekolah ingin berkuliah,namun ayahnya kembali berulah dan dia terpaksa h...