Aura Pelangi.

35 3 0
                                        

Dengan berdiri saling berhadapan, Mario menatap intens pada Pelangi.
ia menyelisik dari ujung kaki hingga ujung kepala.

Gadis manis  berdarah asli indonesia jawa itu memang terlihat kampungan, dengan rambut hitam lekat yang selalu ia kucir kuda, dan pakaian seadanya benar benar kata sempurna jika Kenzo menganggapnya bukan tipe ideal pria.

"Okay, yuk kita pergi." Mario menggandeng tangan Pelangi berjalan menuruni tangga, hingga ia membuka pintu mobil untuk Pelangi, sebuah perlakuan manis dari seorang pria yang begitu di gandrumi banyak wanita.

Sesampainya di sebuah salon kecantikan, para kariawan menyambut kedatangan Mario.
"Ubah dia menjadi gadis cantik sepertimu."
ucap Mario pada Aulia sang gadis muda yang sangat terlihat feminim dan anggun.

Aulia menyusuri setiap lekuk wajah dan tubuh Pelangi mencoba mencari inspirasi dengan targetnya kali ini.
setelah beberapa detik gadis berdarah minang itu akhirnya tersenyum manis.
lalu menarik Pelangi untuk mengikutinya dan mendudukan pada posisi sempurna diatas kursi creambath.

"Aku akan memulai dengan rambutmu."

Pelangi hanya mengangguk angguk saja karena ia ingin segera selesai.
.
.
"TARRAAAA .." ucap Aulia beberapa jam kemudian, saat tirai di buka menampilkan Sosok baru Aura Pelangi.

dengan rambut panjang yang tergerai lembut dan berponi,
wajah nya semakin terlihat manis dengan polesan make up yang nampak natural.
Serta minidress berwarna pink dan sneakers putih.

Mario berdiri dari duduk, ia menganga sempurna hampir tidak mengenali Pelangi dengan gaya barunya.

"Mingkem!" tabok Aulia pada mulut Mario.

"Astafirloh, ini bener bener elu cil? gila lu cantik cil serius."

Aulia memerkan jari jari lentiknya. berharap mendapat pujian dari Mario untuk jari jemarinya yang mengandung magic.

"Aissh .. Iya makasi"  ucap Mario dengan malas.

Meski begitu Aulia sangat faham bahwa Mario benar-benar tulus berterimakasi.
menjadi sepupu seorang Mario Sastriaji membuat Aulia kerap kali mengalami teror dari para wanita yang mengejar ngejar ingin mendekati Mario.

"Karena lu udah cantik, gimana kalo kita jalan jalan sebentar?"

Pelangi terlihat menimang ajakan Mario, namun Mario tak perlu persetujuan Pelangi, ia kembali menggenggam tangan Pelangi dan membawanya pergi.

Aulia mengerutkan kedua alis melihat perlakuan Mario terhadap Pelangi.
.
.
.
Menghabiskan waktu seharian bersama membuat, chemistry keduanya terjalin. rasa canggung Pelangi hilang begitu saja, ia menunjukan sifat aslinya.
periang, bawel dan aktif. ia akan selalu bertingkah konyol pada sesuatu yang menurutnya baru ia lihat.

Pelangi pun akan mudah tersentuh perasaannya pada sesuatu yang menurutnya sedih.
Seperti saat ini. Pelangi menangis hingga sesegukan saat flim india yang mereka tonton sad ending.

.
.
* * *

Mario memberikan cup coklat hangat untuk Pelangi, lalu ia pun masuk kedalam mobil.

"Diminum dulu. setelah itu perasaanmu akan tkembali tenang."  ucap Mario dengan aktifitasnya memasangkan seatbelt untuk Pelangi.

tanpa Mario sadari wajah Pelangi memerah  dan jantungnya berdekup kencang saat wajah pria blasteran jerman itu sangat dekat dengan wajahnya.

"Makasi." ucap Pelangi setelah Mario kembali pada posisi duduknya di belakang kemudi.

Mario tersenyum dan mengusap ujung kepala Pelangi.
lagi lagi perlakuan manis itu membuat Pelangi merasa aneh, namun ada rona bahagia pada pancaran wajahnya.

Cinta Dua Puluh Empat KaratCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang