"Cil buatin gue Kopi dong." pinta Mario saat baru saja memasuki rumah setelah seharian bekerja.
ia duduk di sofa panjang yang sedang Pelangi duduki.
"Om Kenzo belum pulang kan?"
tanya Pelangi karena ia merasa takut jika Kenzo mengetahui ia mengobrol sedekat ini pada Mario bahkan sampai membuatkannya kopi. Pelangi tidak ingin kembali dimarahi Kenzo dan mendengar ucapannya yang kasar menuduh bahwa Pelangi berusaha menggoda Mario.
"Belum kayaknya dia mampir dulu."
"Ya tunggu ya aku buatin Kopi buat kakak."
bahkan Pelangi sungguh tidak peduli Kenzo mampir dimana. ia segera pergi kedapur guna meracik kopi pesanan Mario.
beberapa menit kemudian Pelangi datang dengan meletakan secangkir kopi di meja dekat Mario.
"Capek ya kak?"
"Hem." sahut Mario simpel dengan mata tertutup dan duduk bersandar digagang sofa.
"Aku pijetin ya kak?"
"Boleh cil, emang bisa?"
"Bisa dong cuma mijet mah kecil."
segera pelangi mengambil posisi mendekat dan memijat kepala Mario.
tanpa mereka sadari Kenzo berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam dan tangan yang mengepal ia terlihat sangat marah.
"Udah cil, lu juga capek kan?"
Pelangi menghentikan pijitannya.
"Kalo capek sih enggak kak, tapi jenuh. aku kaya di penjara."
Mario mengelus pucuk kepala Pelangi seraya tersenyum.
"Kakak punya sesuatu buat lu." Mario merogoh saku jaznya dan ia keluarkan handphon dari sana.
"Buat temen lu, biar gak jenuh." pelangi menerima benda pipih berwarna hitam itu dengan senyuman manis.
"Makasi kak." ucap pelangi riang
Mario menyeruput kopi yang masih mengepul
segera ia semburkan kopi di mulutnya karena lidahnya terasa terbakar.
"Kakak itu masih panas." Pelangi meniupi lidah Mario yang terjulur panas.
___ ..
Tubuh Pelangi terseret kebelakang Kenzo.
saat Kenzo menarik lengannya dengan sangat keras.
suasana menjadi menegang saat itu.
Mario berdiri begitu Kenzo menarik Pelangi.
"Zo!" bentak Mario karena perlakuan kasar Kenzo pada pelangi.
Kenzo menatap Mario dengan tatapan marah.
sekian menit saling memberi tatapan akhirnya Kenzo menyeret kasar Pelangi menaiki tangga menuju kamarnya.
Pelangi ketakutan ia terus saja melihat kebelakang berharap Mario membantunya dari perlakuan kasar Kenzo.
namun Mario hanya menggeleng dan memberi isarat mata untuk tetap diam dan menurut saja.
karena ia tahu Kenzo tidak akan menyakiti wanita.
Kenzo menutup pintu kasar.
setelah itu ia hempaskan tubuh Pelangi hingga terjatuh di atas ranjang king size miliknya.
Pelangi hanya diam namun kali ini airmata sudah tak mampu ia tahan.
rasa sesak didalam dada yang ia simpan sejak beberapa hari lalu kini mencair menjadi buliran airmata.
Kenzo melepas jaznya kasar, lalu dasi di lanjut kemeja.
kali ini Pelangi benar benar merasa terancam ia menangis tanpa suara hanya isakan sendu.
Kenzo mendorong tubuh Pelangi hingga tertidur dengan sangat kasar ia menyesap bibir ranum Pelangi.
Pelangi memberontak. ia terus memukul tubuh Kenzo.
lalu segera Kenzo mengikat tangan Pelangi dengan kemejanya.
Kenzo yang munafik, kenzo yang egois, Kenzo yang haus akan sentuhan dan kenzo yang trauma pada wanita.
Kini ia melepas semua beban dalam dirinya. ia tuntaskan hasratnya.
ia gugurkan kewajibpannya.
tangis Pelangi sejak tadi tidak juga berhenti.
rasa sakit, benci dan marah berkumpul menjadi satu.
namun ia hanya bisa menangis. dengan tangan yang masih terikat keatas.
ia menoleh pada Kenzo yang sudah terlelap di sampingnya, Pelangi tertawa getir.
* * *
sudah pukul 05 pagi saat Kenzo terbangun karena haus.
posisi tidurnya masih sama seperti saat terakhir kesadarannya terjaga.
dengan memeluk sang istri
ada perasaan penyesalan di raut Kenzo saat melihat wajah Pelangi yang terlelap dengan sisah airmata.
menyesalpun sudah tidak ada gunanya.
Kenzo dibutakan oleh rasa cemburu sehingga ia kehilangan akal berbuat seolah ia tidak berperasaan.
Kenzo melepas ikatan tangan Pelangi dan membenarkan posisi yang nyaman lalu menyelimuti tubuh polos Pelangi.
tak lupa ia kecup kening istrinya.
lalu membelai lembut wajah sang istri.
Pelangi membuka mata sayub. ia melihat Kenzo berdiri di depan cermin merapikan penampilannya yang akan pergi bekerja.
Kenzo menoleh kesumber orang yang memperhatikannya namun segera Pelangi memejamkan mata kembali
sebisa mungkin ia akan menghindari Kenzo.
ia belum siap untuk menghadapi pria yang telah merenggut kesuciannya.
Kenzo menghampiri Pelangi, duduk di sisi ranjang samping Pelangi.
di belainya lembut pucuk kepala sang istri
lalu ia mengecup kening Pelangi sebelum akhirnya ia meninggalkan kamar itu.
sepeninggalan Kenzo, Pelangi kembali terisak
ia tidak menyangka ia akan berakhir seperti ini
ia menyesali keputusannya untuk menerima pernikahan tanpa bersarat ini, tapi penyesalan itu lantas berubah menjadi perenungan. bersyukur setidaknya suami-nya lah yang mengambil perawannya bukan lelaki hidung belang yang berada diluar sana.
Bu' Sri memasuki kamar setelah ia mengetuk pintu. menyadari akan ada yang masuk Pelangi segera mengusab air mata.
"Maaf Non, Tuan muda ingin saya membantu anda menyiapkan air hangat."
Pelangi hanya diam tidak merespon sang kepala asisten.
namun bu' Sri cukup tanggap ia segera berlalu menuju kamar mandi.
***
Kenzo menyeruput kopi hangatnya, berdecak pelan setelah merasakan kopi buatan Bu Sri yang sudah ia minum sejak beberapa tahun kini terasa hambar.
"Zo." Mario datang duduk bersama untuk sarapan.
"Lu salah faham sama gue Zo. perasaan gue ke Pelangi hanya sebatas saudara. Pelangi udah gue anggep adik"
Kenzo tak merespon ia tetap fokus pada potongan roti di piringnya.
"Zo. lu denger gue gak sih?"
"Hem."
"Jadi lu percayakan sama gue?"
"Ini terakhir kalinya. gue liat lu deket-deket sama istri gue."
"Widih, bahasa elu gak kuat gue."
kenzo membusungkan dada, merasa bangga dengan apa yang ia perbuat semalam.
"Zo. jujur deh, lu gak nyakitin bocilkan?"
Kenzo menimang pertanyaan Mario.
Karena ia sendiri tidak tahu, Pelangi merasa tersakiti atau tidak.
"Harusnya sih enggak."
"Lah kok gitu?"
"Harusnya dia ngerasa berterimakasi ke gue."
"Untuk?" selidik Mario bingung.
"Untuk rasa semalem lah, apa lagi?"
"What! jadi elu?" Mario menjeda ucapannya.
"Iya dan rasanya gil___.."
"Stop!" Mario tidak ingin kupingnya yang suci ternodai dengan cerita yang sudah dapat ia tebak endingnya.
* * *
Bersambung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Puluh Empat Karat
Fiksi UmumArea 21+ bocil harap bijak. Om CEO vs Bocil, menikah! Pasti seru. yang satu layaknya pohon pisang dan satu lugunya kelewatan. Rumah tangga yang bermula dari sebuah kesalahan hadir dengan nuansa komedi romantis.
