"Seandainya gue gak pernah liat Vani kawin sama Tio, mungkin saat ini hidup gue normal-normal saja."
"Zo, semua itu ada hikmahnya, kalo lu gak mergokin mereka mungkin saat ini lu akan terus di bodohi oleh mereka. harusnya lu itu bersukur bukannya malah trauma dan bikin onderdil elu takut buat bangun."
"Gue udah nyoba berkali kali, lu kan tau gimana usaha gue buat mancing junior, puluhan cewek. bahkan ribuan gak ada yang bisa ngobatin perasaannya junior. sakit brow sakitnya tuh disini." Kenzo menunjuk juniornya, membuat kekehan kecil pada Mario.
"Gimana kalo lu nyoba sama bocil."
"Ah gila lu, enggak dia bukan tipe gue. gunungnya aja kecil banget, sama cewek sekelas Yuni aja junior kagak doyan apalagi sama bocil bau beras kencur."
"Enggak ada salahnya di coba bambang. toh dia binik sah elu. rugi juga kalo lu anggurin."
"Aihh... enggak enggak, gak ada gak ada."
Kenzo berdiri merapihkan setelan jaznya,
"Gue ada janji dengan Sanna, lu urus yang lain ya."
"Okay. Salam ya buat Sanna."
"Ogah!"
Kenzo keluar dari ruangannya. lalu Yuni mengikuti yang memang meja kerjanya berada di depan ruang Kenzo.
Yuni menekan tombol angka satu, pada elifator.
Hanya mereka berdua yang berada di dalamnya. membuat otak kotor Yuni teringat adegan panasnya yang beberapa saat lalu terganggu.
Yuni merapatkan jarak antara mereka, kini mereka saling berdekatan tanpa jarak. Yunipun mengubah posisinya menjadi berdiri di depan Kenzo. tangan Yuni menyusup masuk kedalam kemeja yang sudah ia buka kancingnya, mengelus lembut seraya memainkan bibir Sexynya.
Yuni menggoda Kenzo dengan sentuhan lembutnya yang ia usap-usapkan pada dada Kenzo.
Kenzo tidak menolak namun tidak merespon, ia hanya menunggu, reaksi onderdilnya,
Begitulah ia hidup selama lima tahun dengan para wanita bayaran,
ia hanya sedang melakukan trapi pada onderdilnya sesuai saran dokter.
Rasa gairah nafsu dan hasrat kerap kali membuatnya tersiksa saat para wanita dengan gairahnya memancing hasrat liarnya. namun rasa kecewa dan sakit hati akan perselingkuhan tunangan dan sahabatnya membuat Kenzo trauma pada setiap kali ia merasakan hasratnya mulai memuncak. bayangan Vani dan Tio yang sedang berbuat mesum membuatnya jijik,
Secara psikolog mengganggu kinerja hormon kejantanannya.
ia merespon beranggapan bahwa sex adalah hal yang menjijikan. meskipun Kenzo sadar bahwa dirinya tidak normal dan ingin sembuh namun usahanya selalu saja gagal.
Tring ...
Pintu lif terbuka, dan Kenzo menyibakan badan Yuni yang sedari tadi memeluk dan menggerayanginya. beruntung tidak ada orang di depan lif.
Kenzo melangka keluar dari lif lebih dulu di ikuti Yuni di belakangnya, dengan wajah datar yang menatap lurus ke depan, ia mengancingkan Kemeja yang sempat Yuni buka.
bukan tidak menyadari bahwa ia telah menjadi objek perhatian para kariawan, namun Kenzo terlalu cuek untuk merespon pandangan para kariawan,
berbeda dengan Yuni yang terus berjalan menunduk di belakang Kenzo.
Yuni menyadari mereka sedang berbisik bisik tentang penampilan bos mereka yang kancing kemejanya terbuka dan terdapat bekas lipstik di sekitar leher Kenzo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Dua Puluh Empat Karat
Fiksi UmumArea 21+ bocil harap bijak. Om CEO vs Bocil, menikah! Pasti seru. yang satu layaknya pohon pisang dan satu lugunya kelewatan. Rumah tangga yang bermula dari sebuah kesalahan hadir dengan nuansa komedi romantis.
