Hello all
We are going to go again
No chuap chuap, cuma seperti biasa titip vote dan dicomment tiap barisnya
Love you all, istri tommo😘😘
"Kau yakin tidak perlu ditemani masuk, Hollie?"
"Iya, Daddy Boo. Kau antarkan saja Ela dan Daddy Bear!"
"Baiklah. Segera masuk dan tidur! Kau harus bersiap untuk besok!"
"Aku tahu. Pesta ulang tahun Daddy Bear? Bagaimana aku bisa lupa jika orangnya ada di sini!"
Pria yang disebut namanya tertawa renyah, ia melambaikan tangan ke luar.
"Siapkan pakaian dan hadiah terbaik!"
"Pasti! Kau akan terkejut melihatnya!"
"Segera masuk!"
"Siap!"
Hollie melambaikan tangannya ke arah mobil yang bergerak cepat, senyumnya mengembang seiring ingatannya di mobil. Meski ia beberapa kali hampir lupa cara bernapas dan jantung seperti berhenti berdetak, wajah ceria dan senyum lebar Louis benar-benar indah. Ia sungguh senang bisa menikmatinya.
Ia awalnya sempat khawatir, tapi dengan cepat tersanggah dengan pembicaraan Liam dan Ela tampak ringan dan sangat manis. Liam dan Ela, sepasang yang sangat serasi. Liam yang tampak sangat dewasa dan Ela yang selalu membutuhkan bantuan orang lain.
"Hai!"
Hollie berbalik badan, ia memekik saat tahu ada orang tepat di belakang. Belum sempat menghindar, sapu tangan biru menyekapnya.
"Hmph!" pekik Hollie, sebuah tangan menutup alat pernapasannya.
Oksigen yang bisa dihirup berkurang drastis, ia berontak namun gagal karena dekapan begitu erat. Pandangannya buram, ia sempat melihat wajah pelaku sebelum kesadarannya sepenuhnya hilang.
⚫⚫⚫
Hollie membuka matanya, ia menjerjap mata memastikan pandangannya yang sangat buram. Setelah tampak jelas, ia bangkit. Tangannya menggenggam ujung kepala yang terasa nyeri.
Sebuah tepuk menarik atensi, ia terbelalak melihat cowok yang baru saja ia curigai ada di tepi jendela. Ia bergerak mendekati dirinya, Hollie bangkit dan jalan ke pintu, ia berusaha membuka namun gagal.
Pintunya terkunci.
"Jauh-jauh dari gue, asshole!" teriak Hollie, ia sibuk memutar pintu dengan harapan suara gaduh dapat memancing atensi orang di yang ada di luar.
"Akhirnya lo bangun, jalang!"
"Mau apa lo?"
Aldrich menekan remot, muncul dinding tebal menutup jendela kaca. Ia menepuk tangan dua kali, lampu di tengah ruangan mati. Ruangan yang sangat terang kini gelap. Hollie tidak dapat melihat apapun, gerakan terbatas.
Dalam kebutaan, ia meringis kesakitan. Banyak tinjuan dan tendangan mengenai tubuhnya, ia terjatuh setelah bahu dan kaki terkena serangan.
"Al, berhenti!" teriak Hollie frustasi, ia merasakan tubuhnya benar-benar remuk. Tubuhnya jatuh, ia tidak sanggup berdiri dengan tubuh lemahnya. "Lo tidak akan mendapat manfaat dengan memukulku."
"Berhenti mengganggu rencana yang telah gue buat! Tidak sulit untuk berpura-pura apatis?"
Hollie mendelik, tangannya menepuk dua kali berusaha menyalakan lampu dan berhasil. Lampu menyala, Aldrich ada di depannya. Napasnya tertahan saat sadar tubuhnya berada di pojok ruangan. Aldrich memaju wajah hingga jarak antara kedua wajah sangat tipis, ia mengelus pucuk kepala lalu meniup dahi Hollie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's Sugar [END]
FanfictionDaddy's series 1. Louis × Hollie. 🔽🔽🔽🔽🔽🔽 "Saya hanya kenal kamu sebagai anak dari rekan saya, jadi berhenti merengek seakan saya adalah kekasihmu!" Louis Tomlinson. "Daddy Boo, apa yang membentur kepalamu hingga isinya eror semua? Hanya anak d...
![Daddy's Sugar [END]](https://img.wattpad.com/cover/291189045-64-k788479.jpg)