⚠️WARNING : SEX CONTENT⚠️
ADA BEBERAPA KATA DAN TINDAKAN YANG KURANG BERKENAN.
AMBIL BAIKNYA DAN BUANG BURUKNYA :)
DAN BERSIAPLAH UNTUK TERTAWA BERSAMA
X, MASA DEPAN TUAN TOMMO.
.
.
.
Harinya di kampus hari ini jauh dari kata lancar, ia seringkali terbawa pikiran yang selalu menuntun ke arah Louis dan kemunculan mendadak. Fokusnya mudah sekali hilang, ia bahkan ditegur oleh dosen sekaligus mentor band-nya, Wintery Wattson, karena ketahuan tidak mendengarkan celotehannya.
Kini ia berkumpul dengan lima rekan band di meja dekat pintu, Luke berjaga di ambang pintu untuk memastikan tidak ada yang niat menguping atau mengusir.
"Lo kenapa sih, Maleficent? Sudah kesekian kali lo bengong, gue sampai lupa hitungan gue sendiri," celetuk Chloe.
"Mikirin hutang tugasnya kali atau jemuran lupa diangkat," balas Ashton ngasal.
"Enak saja! Mulutmu, Ash! Minta di wax!" umpat Hollie, Ashton terkekeh geli. "Gue gak mikir apa-apa!"
"Bohong! Lo dari tadi ngelamun! Semua orang tahu itu!" bantah Chloe, ia memukul meja hingga benda di atasnya ikut bergetar.
"Palingan pacar barunya sudah putusin dia. Lihat saja matanya! Hitam kayak panda." Luke refleks tiarap, lemparan buku meleset dan jatuh menibani kepala Luke.
"Astaga! Lo benar-benar habis diputusin? Galak amat!" lanjut Luke, ia mengelus pucuk kepalanya yang terlihat sedikit menonjol.
"Luke! Makanya lo jangan usik Maleficent! Kena lemparan mautnya, kan!" ledek Ashton mendapat gelak tawa dari teman-teman. Luke mencebik sebal.
"Jadi PR band kita hanya menentukan nama dan lagu yang akan ditampilkan di pesta farewell. Karena kampus akan membawa tema memoir jadi lagunya 'End Of The Day' atau 'Midnight Memories'. Setuju tidak, guys?" ujar Hollie mencoba menjelaskan, teman-teman mendengarkan secara serius.
"Nama band? Maaf, kita belum tentukan," ujar Ashton, "kompas saja bagaimana? Two Direction juga sudah bagus, tapi gue setuju sama Hollie. Kita bisa saja dikira plagiat meski dunia tahu kita punya anaknya."
"Kenapa kompas?" tanya Hollie, ia tertarik dengan ide yang disampaikan Ashton. Iris biru tanpa henti memandangi, Ashton hampir saja salah tingkah akibat tatapan yang terlalu intens.
"Gue punya saran kompas karena kompas memiliki dua arah, utara dan selatan. Sesuai dengan rencana judul awal kita yaitu Two Direction," perjelas Ashton, Hollie bertepuk tangan lalu mengacungkan jempol.
"Bagus! Kita akan pakai kompas sebagai nama band. Ash, bagaimana tulisnya? Kita harus menentukan tata penulisannya juga," ujar Hollie.
"Berikan kertas dan pena, aku akan menuliskannya," pinta Ashton, Hollie memutar mata malas. Tangannya menarik secarik kertas dari tumpukan tebal diary hitam, terdengar suara decakan dari Ashton.
"Real Satan? Buku harianmu saja pakai deathnote!" celetuk Ashton, tangannya menulis huruf demi huruf dengan titik sebagai pemisah. Seluruh mata mengarah ke secarik kertas yang sudah dicoret-coret.
C.O.M.P.A.S.S
"Bagus! Untuk lagunya gimana?" tanya Hollie, ia dan teman-teman berdiri saat dengar dehaman khas mentor band mereka. Kepala mereka menunduk, takut terkena omelan. Jauh dari yang dibayangkan, sosok wanita tua yang mereka takutkan kembali keluar ruangan tanpa berbicara sepatah kata dan meninggalkan keenam manusia awal dewasa.
"Tadi benar-benar menegangkan!" celetuk Ashton, ia berdecak. Matanya menusuk lelaki yang dari tadi bungkam, tangannya terkepal. Titik sabarnya sudah terlewati, lelaki itu sudah membuatnya kesal dengan bertingkah seakan bos yang tengah mengawasi karyawan. "Aldrich! Lo niat nggak sih? Mending lo cari tim lain kalau gak mau kerja!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy's Sugar [END]
FanfictionDaddy's series 1. Louis × Hollie. 🔽🔽🔽🔽🔽🔽 "Saya hanya kenal kamu sebagai anak dari rekan saya, jadi berhenti merengek seakan saya adalah kekasihmu!" Louis Tomlinson. "Daddy Boo, apa yang membentur kepalamu hingga isinya eror semua? Hanya anak d...
![Daddy's Sugar [END]](https://img.wattpad.com/cover/291189045-64-k788479.jpg)