bagian : 3

2K 275 35
                                        

"Akan pergi kemana?"

"Kenapa aku harus mengatakannya padamu? Kau tidak seistimewa itu"

"Baiklah, jangan lupa bawa baju hangat jika tidak yang mulia akan kedinginan. Tolong siapkan baju hangat yang mulia" ucap Aalice kemudian pada pelayan di kediaman Kaisar

Samuel menatap tak suka pada Aalice

"Aku akan ke pertambangan ada permata langka di temukan, jadi aku akan membawanya ke pengrajin perhiasan dan membuatnya sangat spesial hingga tak ada yang bisa menyandinginya"

"Kenapa tidak menyuruh orang saja? Apa yang mulia sendiri yang akan mengenakannya?"

"Tidak, itu untuk Debora"

Aalice tertegun

"Ah begitu, baiklah hati-hati" ucap Aalice kemudian

"Kau ada apa kemari?" Tanya Samuel pada Aalice

"Tadi aku ingin mendiskusikan permasalahan yang terjadi di desa kecil sebelah perbatasan, namun tampaknya yang mulia sibuk hari ini kita bisa membicarakannya besok"

"Hm" balas Samuel lalu melangkah pergi dari sana diikuti orang-orangnya

"Eva.. Apakah aku boleh meminta permata itu juga dari nya?"

Eva terkejut namun ia segera menjawab ucapan nyonya-nya "tentu yang mulia, bahkan yang mulia lebih berhak"

Aalice tersenyum kecut "Kau salah Eva, tak ada yang bisa menggeser takhta tertinggi Debora di hati Samuel"

Eva menekuk muka sedih, ia sangat iba pada tuannya ini

_______

"Biru Savir, warna yang indah" Mata Samuel berkilau menatap permata di yang ada di tangannya kini

"Itu permata paling indah yang pernah aku lihat, yang mulia" seorang prajurit menimpali ucapan Samuel

"Serahkan ini pada pengrajin profesional dan buat kalung dari permata ini seindah mungkin"

"Wahh, apa ini untuk permaisuri yang mulia?"

Samuel segera menatap tak suka pada omongan salah satu prajurit itu

"Kau jelas tau ini untuk siapa" Sorot mata Samuel menajam

"Ma-maafkan aku yang mulia" Kasim itu segera menunduk takut

Jika di tanya pada semua orang di kekaisaran Jackey. Mana yang lebih mereka pilih antara Debora atau Permaisuri mereka, tentu dengan lantang mereka akan memilih permaisuri mereka. Namun siapa yang berani menentang sang Kaisar?

________

"Dimana dia?"

Meja makan tampak kosong, biasanya akan ada Aalice dan Samuel yang mengisi. Ya mereka berdua setiap malam akan makan malam hanya berdua, jika Samuel memerintahkan makan malam bersama barulah di undang para Selir.

"Permaisuri tidak enak badan, yang mulia. Namun makanannya sudah di antarkan"

"Tidak enak badan?"

"Akhir-akhir ini Permaisuri selalu begadang di ruang kerjanya, yang mulia" Ucap pelayan dengan menunduk sama seperti tadi

Samuel mengerutkan dahinya lalu setelah itu berbicara pada pengawal pribadinya "Setelah ini kita akan menuju kediaman Permaisuri"

"Baik yang mulia" ucap sang pengawal hormat

________

Menyudahi makan malamnya. Samuel melangkah menuju kediaman Aalice, terhitung sudah sangat lama ia tidak melangkahkan kakinya kemari. Sampai di depan pintu para penjaga segera membuka pintu untuk Kaisar mereka.

Aalice JackeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang