Terkadang sesak rasanya, aku berusaha menyelamatkan diri dan memikirkan semuanya sendiri.. seperti tak punya apa-apa namun aku adalah ibu dari kekaisaran ini. Aku hanya punya kedudukan, tapi tak mendapatkan ruang secelahpun dalam hati Kaisar.
Aku dipaksa kuat oleh keadaan, masih di umur belia menyaksiikan pembantaian keluargaku. Ruang tengah yang kala itu dipenuhi darah, membuat dadaku sesak setiap kali mengingatnya.
Kupikir habis sudah penderitaanku ketika kaisar terdahulu hendak menikahkanku dengan putranya, namun siapa sangka itu adalah babak kedua dari penderitaan yang teramat menyakitkan.. aku menyaksikan betapa terobsesinya suamiku dengan putri kekaisaran carl.. bohong jika aku tidak cemburu kala itu, melihat bagaimana Ia begitu hati-hati memperlakukan Debora namun padaku bahkan tak ada rasa ragu dalam dirinya ketika mencengkram kuat rahangku.. tak ada keraguan juga dalam dirinya ketika meninggalkanku di daerah perbatasan yang dipenuhi bandit.
Aku masih ingat kala itu, berlari begitu kencang menyusuri hutan dengan perut besar mengandung satu nyawa, bermalam di gua gelap dan penuh kesunyian.. hingga esok harinya aku ditemukan oleh para prajurit istana, namun tak ada dia diantara mereka. Aku begitu kaget lagi ketika mendengar alasannya meninggalkanku hanya karena Debora mengembalikan hadiahnya.. seberapa tak begitu pentingnya nyawaku dan anak kami baginya.
Ia tak pernah menatapku penuh binar, sorot matanya selalu dingin. Bahkan ia sangat jarang bermalam dikediamanku.. dibanding para selir, akulah yang sangat jarang ia temui.
Aku lelah untuk selalu terlihat kuat dan untuk selalu berdiri tegak mengangkat dagu pongah agar tak ada yang memandangku remeh karena semua perlakuan itu.. namun sesekali aku juga ingin di dekap.. menangis di dadanya, memohon padanya untuk dapat melihatku dengan sekejap.. khawatirkan aku sebagaimana kau mengkhawatirkannya, cintai aku sebesar kau mencintainya, lihat aku.. perhatikan aku.. tatap aku dengan begitu lama bahkan untuk sekali saja.. aku begitu lelah dengan lingkar takhta yang mengerikan ini.. banyak orang yang ingin mencelakaiku dan putra kita.. aku tak punya keberanian mengatakannya padamu, karena aku tak akan sanggup menghadapi kenyataan bahwa ternyata kaulah yang mengatur semua ini.. aku takut jika itu kau.. aku sangat takut.
Ku hadapi semuanya sendirian hingga kakiku melemah tak mampu lagi berdiri tegak, lalu kau menjulang berdiri dihadapanku, mengulurkan tanganmu dan memintaku menggapainya.. ku tampar sejenak pipiku, "apakah ini mimpi?".. namun kau nyata.. kau menggapai tanganku dan membawaku berdiri disisimu, namun kau tak mendekapku.. padahal aku membutuhkan dekapan kuat dari dua lengan kokohmu.. aku selalu ingin bersandar di dadamu dan memejamkan mataku sejenak agar aku dapat terlelap nyenyak karna ada kau disisiku.. namun aku begitu takut bagaimana jika aku terbangun kau telah menikamku dengan sangat dalam?
Keluargamu pernah melakukannya.. mereka menghabisi semua anggota keluargaku.. dapatkah aku berpikir untuk mempercayaimu kali ini? Menyerahkan hidupku padamu dan berlindung dibalik punggung kokohmu.. bolehkah aku?
Samuel terduduk membaca semua coretan tinta dari secarik kertas kusut yang ia temukan, ia yakin sekali dengan siapa penulis surat itu karena yang berada di ruangan itu hanya Aalice. Ia langkahkan kakinya tegap memasuki ruangan rahasia itu, tampak di depan sana Aalice terlelap dengan meringkuk diatas dipan kebesaran miliknya. Ia teliti wajah Aalice yang tidak penuh kedamaian, keningnya mengkerut menandakan ia begitu banyak memikirkan apapun sebelum tidur.
Sudah begitu lama ia tak lagi tidur di dipan yang sama dengan Aalice, ia baringkan tubuhnya disamping Aalice, dan ia dekap wanita itu kuat yang tak disangka dalam tidurnya Aalice meringkuk mendekat dan menenggelamkan kepalanya di dada samuel, dengan spontan samuel menghirup wangi rambut Aalice yang tepat berada di bawah hidungnya. Ia dekap Aalice dengan kuat seakan mengisyaratkan pada wanita itu bahwa kini ia tak perlu memikirkan semuanya sendirian lagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Aalice Jackey
FanfictionKisah sederhana Permaisuri yang tidak di cintai Kaisarnya _____ Aalice kembali menatap pada Samuel tepat di iris kelam lelaki itu "entah akan ada atau tidaknya masa itu tapi suatu saat ada wanita lain selain Debora yang menguasai hatimu. Aku tidak b...
