bagian : 17 || Aalice Pov

567 85 14
                                        

Halo, long time no see.. terima kasih untuk yang masih setia memunggu cerita ini. Banyak hal yang tak dapat disebutkan membuat penulisan cerita ini mangrak untuk waktu yang lama, maaf karna telah membuat kalian menunggu terlalu lama. Terima kasih untuk semua semangat yang di ucapkan, selamat membaca muara kisah Aalice dan Samuel kembali, happy reading💗

Untuk yang sudah melupakan alurnya, alangkah baik untuk membaca kembali part sebelumnya.

.
.
.
.
Aku menatap nanar pergelangan tanganku yang tengah di cengkram kuat oleh Samuel. Dia mendorongku masuk ke ruangan hampa yang pernah Aku tempati juga selama masa-masa kelamku.

Aku terduduk dan Ia berdiri menjulang di hadapanku, menatapku dengan penuh amarah.

"Apa yang dibawa Rexy hingga Kau menjadi seperti ini?"

Aku menatapnya linglung hingga Dia kembali berteriak membuatku terkejut dan segera sadar.

"Jawab! Apa yang dibawa Rexy hingga Kau menjadi penuh antisipasi seperti ini?!!"

"Kau sungguh ingin tau?! Kau benar-benar ingin tau Hah?! Keluargamu!! Kalian dalang di balik pembantaian keluargaku!! Lalu berani-beraninya Kau berucap bahwa Kau sangat keberatan menjalani pernikahan ini karena Kau tak memiliki perasaan apapun untukku. Kau menyakitiku dengan terang-terangan tanpa henti hanya untuk membalaskan dendam ketidak bebasanmu memilih Calon Istri?! Beraninya Kau! Menghukumku atas kesalahan yang Kau buat dan Keluargamu?!!"
Aku berteriak marah menyuarakan seluruh lukaku

Samuel tampak terkejut, Dia menatapku penuh selidik dengan netra kelam pekat miliknya itu.

"Kau terkejut bukan? Kau pikir Ayah-mu sudah dengan rapi menyembunyikan kebenaran ini. Namun ternyata ada celah juga" Aku tersenyum sumbang menatap penuh cela pada Samuel

"Demi apapun Samuel, Aku hanya berpura-pura kuat selama ini. Aku lemah Samuel, Aku tidak seberani itu.. Aku benci menjadi pura-pura kuat, ini bukan diriku!" Aku begitu sengsara menjadi seseorang yang bukanlah diriku.. setiap harinya kujalani dengan berat dan penuh kehampaan.." Aku membung muka guna menghalau bulir bening yang hendak mengalir dengan deras itu

"Kau sungguh ingin tau apa yang disampaikan Rexy padaku? Baiklah.. Dia bilang para mentri di kekaisaranmu tengah mengatur siasat untuk melenyapkan Putraku dan memikirkan cara untuk menggulingkan takhtaku hingga Yara dapat mengisi singgasana pemaisuri. Apakah itu benar? Apakah secepat ini Kau akan menyingkirkan Aku dan Putraku? Apa Aku begitu tak ada artinya bagimu...? apakah kesabaranku tak ada nilainya..? apa Aku setidakberkesan itu dalam hidupmu?" Aku terisak di depan Samuel, dengan isakan tertahan yang mati-matian Aku bendung. Membayangkan setiap harinya bahwa apakah Aku akan di bantai seperti halnya keluargaku dulu? Aku sangat ketakutan dengan tubuh yang gemetar

"Apa yang Kau bicarakan?! Siapa yang berani membunuh Putraku?! Dan apa alasan mentri-mentri kelas bawah itu menggulingkan takhtamu?! Mereka pikir mereka siapa?! Di sini Akulah Sang Kaisar!! Tidak ada yang berhak mendahuluiku!!"

Aku kembali menatap Samuel yang dengan penuh tekanan melontarkan tiap perkataannya.

Aku kembali menangis terisak, sangat putus asa untuk menahannya sendirian selama ini "Aku sangat ketakutan bahkan Aku tak berani memakan dan meminum apapun, Aku begitu ketakutan. Aku tak punya kuasa apa-apa disini. Semua orang ingin melenyapkanku dimana Aku bisa berlindung di kekaisaran ini? Aku begitu ketakutan hingga akan gila rasanya.. Aku sangat frustasi dengan semua ini!!" Aku menarik kasar rambutku karna rasanya kepalaku akan pecah

"Tenanglah!! Kau aman ada bersamaku, tak akan ada yang berhak menyingkirkanmu. Percaya padaku Aku menjamin Kau dan Putraku dengan nyawaku!"

Aku menengadah menatap Pria itu yang berdiri tegap dibalut jubah Kaisarnya yang membuatnya tampak gagah, mencari kebohongan di dalam matanya namun aku tak menemukan apa-apa. Apakah kali ini Aku bisa mempercayainya? Seorang laki-laki yang telah menghancurkan hidupku, apakah Aku bisa?

Aalice JackeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang