Extra-Ordinary You

2.8K 190 23
                                        






  Sebagai pecinta novel dan cerita dongeng Jisung sudah tidak asing dengan kata ending, tidak jarang setiap pembaca hanya terfokus pada titik itu melihat tokoh utama nya bahagia adalah harapan setiap pembaca, tapi apakah mereka sadar masih banyak tokoh-tokoh figuran yang ikut andil dalam cerita.

Jisung sendiri ibarat tokoh figuran dikehidupan Jeno, Jisung sadar ada atau tidaknya Jisung sama sekali tidak mempengaruhi ending cerita milik Jeno. Dia bisa saja digantikan oleh siapapun. Tapi apakah Jeno sadar perjuangan Jisung untuk melihat Jeno bahagia.

"Jenoooo~ banguun" Jisung mengguncang pelan tubuh Jeno yang masih terbalut selimut tebal, tapi Jisung tidak mendapati respon apapun

"Jeno!! Sudah sejak dua puluh menit yang lalu aku membangunkanmu tapi kau masih saja enak-enak an tidur" sudah habis kesabaran Jisung. "Yaudah deh bodoamat, mau pulang aja" Jisung ngambek by the way. Selangkah sebelum Jisung benar-benar pergi Jeno langsung mencekal tangan Jisung menariknya membuat Jisung kehilangan keseimbangan dan berakhir mendarat dipelukan Jeno.

"Biarin gini dulu ji sebentar lima menit lagi" ucap Jeno dengan suara beratnya khas orang bangun tidur, Memeluk erat Jisung. Jeno menduselkan kepala nya di ceruk leher milik Jisung dan mengendus mencium wangi tubuh sahabatnya itu. Jisung hanya diam tak berkutik. Apa Jeno tidak sadar sikap nya yang seperti itu semakin menyiksa batin Jisung

"Mau sampai kapan Jeno? dari tadi lima menit- lima menit, katanya minta dianterin beli kado buat Lia. Keburu panas Jeno" iya Jeno semalam meminta Jisung menemani nya membeli kado untuk pacarnya. Tapi kenapa malah Jisung yang bersemangat?

"Hmm bawel banget, iya-iya aku bangun aku mandi dulu ya" Jeno langsung beranjak dari kasur nya berjalan menuju kamar mandi, Jisung hanya berdehem.

Jeno dan Jisung berjalan menyusuri trotoar sambil mengedarkan pandangannya yang sibuk mencari toko aksesoris dan souvenir, pandangan Jisung terhenti ketika matanya menatap toko boneka yang letak nya tak jauh dari posisinya berdiri. Kemudian Jisung menarik tangan Jeno berjalan menuju toko boneka itu, Jeno hanya menurut.

"Ji apa menurutmu ini bagus?" Tanya Jeno sambil memperlihatkan boneka teddy bear berukuran sedang

"Bagus" Jawab Jisung singkat

"Baiklah aku akan membeli yang ini" saat berjalan menuju ke kasir langkah Jeno terhenti menatap boneka hamster lucu, tanpa pikir panjang Jeno mengambil nya dan segera ke kasir untuk melakukan pembayaran.

Jisung dimana? Entah lah dia sedang asik dengan dunia nya, berbicara dengan tembok.

"Heh ji sini gamau pulang?"

"Eh iya-iya hehe" Jisung segera berjalan mengikuti langkah Jeno, Jeno dibuat gemas dengan tingkah Jisung.

"Ji ini untukmu" ucap Jeno menyerahkan boneka hamster lucu ukuran nya tidak kalah besar nya dengan boneka teddy bear yang Jeno belikan untuk Lia.

"Untuk ku?" Tanya Jisung sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Iya ji sebagai tanda terima kasih karena sudah menemaniku" Jeno tersenyum manis

"Ah terima kasih Jeno" Jisung menerima boneka nya, pipinya memerah.


..


Setelah hari itu Jisung jarang sekali bertemu Jeno, Jeno selalu sibuk dengan Lia. Ketika Jisung mengajak nya untuk bermain game dirumahnya Jeno selalu banyak alasan 'maaf ya ji Lia lagi ngambek jadi gabisa ditinggal'. Jisung sadar dia bukan siapa-siapa dihidup Jeno.
 
Sehari dua hari Jeno tak mengabari Jisung, Jisung berusaha memahami mungkin sahabatnya itu benar-benar sibuk. Seminggu dua minggu Jeno masih tak mau meluangkan waktu untuknya Jisung juga masih memahami, Jisung berfikir mungkin memang sudah saatnya Jisung membiarkan Jeno bahagia dengan Lia. Toh Lia juga gadis yang berkepribadian baik. Kalau boleh jujur sebenarnya hati Jisung sakit melihat Jeno bahagia dengan orang lain Jisung pikir dia lah yang selalu membuat Jeno bahagia tapi ternyata tidak sahabatnya itu telah menempatkan nama orang lain di hati nya.

Nosung Stories🔞Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang