Selasa 10 Mei 2022 : rank 3 di watt
Jumat 20 Mei 2022 : rank 3 di newwriter
My second story in Wattpad
Aku sih gak berharap kalian follow sebelum baca aku cuma berharap kalau kalian suka sama cerita ini
Dari author abal-abal yang masih banyak belaja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*-*-*-*-*-*-*-*-*
Hingga pada malam harinya, Dira menatap rumah Ghana dan kembali flashback ke kejadian tadi siang.
Dira sudah menghubungi Theo tentang kejadian hari ini, dia sangat tak ingin adik manja Ghana itu menjadi murka pada Farhat besok, dia mengirimkan Whatsapp pada Theo.
Dira Pars
P
P
P
Woy Theo
Woy anak manja
Theo Anak Manja
Apa?
Kenapa sih kakak galak?
Dira Pars
Gw sama Ghana tadi di serang Farhat lagi
anehnya abang l tadi jago bgt ampe bisa ngalahin si kutu kupret tuh
Theo Anak Manja
Hah?! lo sama Aa Ghaga gapapa kan?
Abang gue kapan belajar nya ya? Aa Ghaga gapapa kan?
Lo juga gpp kan Dir?
Dira Pars
kepala gw robek tadi, abang lo tangannya sobek
dia bilang dia bakaln jlsn nnt, dah ah bye.
Dira pun menyudahi percakapannya pada Theo dan kembali merenungi kejadian hari ini, tentang kemampuan Ghana, dia sedikit berbohong tadi pada Theo, padahal Ghana tak berbicara apapun padanya, namun Theo yang rasa penasarannya tinggi pasti akan mengejar Dira untuk mendesak Ghana.
Kemampuan beladiri Ghana tak mungkin di pelajarinya hanya dalam waktu satu bulan, mengalahkan Dimas dan Farhat yang sudah terkenal dengan kemampuan beladirinya dalam waktu singkat.
Tatapan serta raut wajah Ghana yang sama sekali tak pernah Dira lihat sejak mereka berteman, berarti sejak kecil Ghana sama sekali tak pernah menunjukan dirinya seperti tadi.
Pada saat belati kesayangan Farhat menembus telapak tangannya, Ghana seperti sama sekali tak merasakan sakit, seakan-akan dia sudah terbiasa dengan kejadian tadi, terbiasa dalam waktu satu bulan? Itu hal yang sangat mustahil bukan?