12. Rasa Penasaran Ghana

42 13 4
                                        

Hai hai apa kabar semuanya?

Baik kan?

Author minta maaf ya gak update update, Author lagi ujian akhir soalnya

Ada yang nunggu gak?

Oke terimakasih yang udah nyempetin baca cerita ini.

Oke terimakasih yang udah nyempetin baca cerita ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Namun di perjalanan menuju taman belakang tempat Theo dan dirinya membuat janji, tiba-tiba....


Dinda atau si cewek badut itu menghalangi jalan Ghana tepat di depan perpustakaan.

Ghana William membayangkan kembali perkelahian mereka yang lebih ke keroyokan juga alasan apa sebenarnya Dira tak membalas perbuatan mereka walaupun Dira mampu.

"Ghanaaaaa," panggil Dinda dengan nada manja serta bergelayutan juga pada lengan Ghana.

"Apa sih, lepas gak!" geram Ghana.

"Ih kok sekarang galak sih, kita ke kantin yuk," rayu Dinda membuat Ghana muak.

Ghana melepaskan diri dari gelayutan manja Dinda dengan kasar karena perkataan nya tak kunjung di dengar oleh Dinda si cewek badut.

Dinda yang lupa bahwa Ghana sudah berubah itupun tersentak kaget dan jatuh menabrak tembok perpustakaan.

Dimas yang ada di dekat situ pun tak terima dan datang serta menampar Ghana.

"Nyari mati lo?!" tanya Dimas emosi.

Ghana mengelap sudut bibirnya yang berdarah, si cewek badut itu malah histeris sendiri.

"Duh lo bisa diem gak sih?" tanya Ghana yang menyukai ketenangan itu.

"Heh jawab! Nyari mati lo? Berani-beraninya lo nyentuh dan kasar sama adek gue!" sentak Dimas.

"Oh dia adek lo? Pantes kelakuannya sama kayak abangnya," ucap Ghana yang malah makin membuat emosi Dimas memuncak.

"Lo pikir lo siapa hah?!" kukar Dimas seraya meninju Ghana.

Namun Ghana menghindar dengan wajah malasnya dia meladeni Dimas.

Hingga para siswa menonton perkelahian itu, Dimas semakin terpojok dan akhirnya jatuh dan kalah.

"Lain kali ajarin adek lo supaya gak gandeng tangan orang sembarangan dan lo beserta geng aneh plus adek lo jangan berani-berani nyentuh Dira atau lo akan berhadapan sama gue langsung," tekan Ghana.

Ghana meninggalkan Dimas begitu saja dengan wajah babak belur nya, sekarang ini yang paling penting adalah mengetahui masa lalu Dira.

Ghana sampai di taman belakang sekolah dan segera menghampiri Theo temannya.

Theo memandang wajah Ghana dan seketika khawatir kalau Ghana di keroyok oleh geng Farhat.

"Aa Ghaga, lo di keroyok sama mereka lagi?" tanya Theo.

"Emang gue sering di keroyok sama mereka?" tanya Ghana balik.

"Gak sering tapi kalo Dira gak masuk atau sakit lo pasti di keroyok, jangan bohong Ghan gue liat sendiri," jawab Theo, dia tahu bahwa Ghana menyembunyikan fakta ini dari mereka berdua.

"Gue gak di keroyok tapi berantem sama Dimas," jawab Ghana seraya memberi tahu buku jarinya yang terluka akibat memukul Dimas tadi.

"Lo beneran gapapa kan?" tanya Theo.

"Iya gapapa, sekarang ceritain kenapa Dira sama sekali gak ngabisin si cewek badut itu?" tanya Ghana tanpa basa-basi.

Theo memandang wajah Ghana lekat mencari tahu apakah Ghana sedang bercanda dengannya seperti biasa atau memang dia melupakan kejadian yang terjadi dua tahun silam itu.

Theo tak menemukan bahwa Ghana sedang bercanda dengannya, Theo menaruh sedikit kecurigaan pada Ghana sebenarnya, namun urung karena sekarang ini mata Ghana sama seperti biasanya, menenangkan dan memancarkan kasih sayang padanya.

"Oke kalo emang ternyata lo lupa sama tragedi itu, hari ini Theo bakal ngingetin aa lagi sama kejadian itu," putus Theo setelah memandang wajah Ghana tadi.

Bersambung.

Bersambung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Oke lanjut di Chapter selanjutnya ya....

Hai lagi nih.

Gimana Chapter ini?

Penasaran gak nih?

Apa kita abisin aja dan aku Ghosting?

See you in the next chapter ya....

Secret [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang