Selasa 10 Mei 2022 : rank 3 di watt
Jumat 20 Mei 2022 : rank 3 di newwriter
My second story in Wattpad
Aku sih gak berharap kalian follow sebelum baca aku cuma berharap kalau kalian suka sama cerita ini
Dari author abal-abal yang masih banyak belaja...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Namun tak lama kemudian Theo pun ingat dengan Dira setelah bermain game selama 5 jam tadi.
Theo langsung naik ke kamar Dira dan mendapati Dira ada di kamarnya, seketika Theo panik dan berteriak.
"DIRAAAA!!!! DIRA DIMANA?!"
Theo mulai menangis takut terjadi sesuatu pada Dira, dia menyesal telah lalai menjaga Dira.
"DIRAAAAA JANGAN GINI DONG, NTAR THEO DIMARAHIN AMA AA GHAGA GIMANA, DIRA DIMANA? DIRA GAK DI CULIK KAN?" teriak Theo sambil menangis.
Ghana yang sedang fokus memasak pun kembali ke ruang makan Dira dan bertanya,
"Theo nangis?"
"Kayaknya iya deh," jawab Dira yang juga mendengar teriakan Theo.
"Lah bukannya dia lagi main game barusan?" tanya Ghana kembali.
"Kapan balik ke bumi tuh anak?" tanya Dira balik.
Ghana tersenyum mendengar pertanyaan Dira barusan, memang Theo tadi seperti tidak berada di dunia melainkan di dunia game nya.
Sedangkan Theo masih saja menangis karena panik dan takut, sepertinya Theo lupa kalau Dira bisa beladiri.
Ghana dan Dira naik ke kamar Dira karena memang suara Theo berasal dari kamar Dira dan mendapati Theo sedang menangis di kasur Dira, seakan-akan menangisi orang meninggal.
"Theo lo kenapa?" tanya Dira.
Theo pun menoleh ke arah Dira dan berlari memeluk Dira erat, memeluk seperti anak kecil pada Dira.
"Dira gapapa kan? Dira darimana? Ntar kalo Aa Ghaga pulang terus Dira gak ada, Aa Ghaga bisa marah kan," ucap Theo masih dengan isakan.
Theo tak menyadari keberadaan Ghana sekarang, Dira hanya tersenyum mendengar Theo.
"Udah deh jangan kayak anak kecil gini, aa Ghaga lo udah balik dari tadi," ucap Dira.
"Mana?" tanya Theo menatap Dira.
"Segede ini gak keliatan?" tanya Ghana yang berdiri di ambang pintu kamar Dira.
Theo berlari ke arah Ghana dan memeluk Ghana erat "HUAAAA AA GHAGA!"
Theo malah semakin kencang menangis dan memeluk Ghana erat.
"Tadi Dira sekarang lo, kenapa sih sama lo berdua?" tanya Ghana.
"Theo laper," jawab Theo.
"Lo dari tadi ngemil gak kenyang juga?" tanya Dira.
Lalu mereka bertiga tertawa bersama dan turun ke ruang makan Dira dan makan, makanan yang sudah di masak oleh Ghana tadi.
Mereka makan dengan Theo yang masih sesenggukan karena menangis tadi, mereka makan sembari bersenda gurau dan meledek Theo.
"Abis ini kita latihan beladiri bareng yuk," ajak Dira antusias.
"Yuklah gaskeunn," jawab Ghana.
Theo dan Dira saling memandang dan tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Ghana.
"Gila Ghana William si anak culun SMA Kings mau latihan beladiri bareng," ucap Theo.
"Bener, bener, bener, si anak baik-baik yang gak tertarik sama beladiri dari kecil sekarang paling semangat diajakin nya," sahut Dira.
Mereka berdua lanjut tertawa setelah meledek Ghana William, Ghana hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.
Setelah selesai makan, mereka bertiga pergi ke tempat latihan beladiri milik Dira, dan untuk pertama kalinya mereka bertiga latihan beladiri bersama.
Latihan bersama merupakan impian mereka semua sedari dulu, lebih tepatnya Farhat, Dimas, Theo, Dira dan Dinda.
Namun sekarang karena mereka terpecah belah, mereka bertiga cukup bahagia sekarang ini.
Awalnya Theo dan Ghana berhadapan langsung dan melatih kemampuan mereka masing-masing, dalam waktu singkat Theo kalah dan jatuh.
Setelah itu Ghana dan Dira berhadapan langsung, Ghana sempat kewalahan menghadapi Dira namun tak lama Dira pun kalah telak.
Mereka pun berhenti sejenak dan menikmati indahnya persahabatan mereka sekarang.
Hai lagi nih
Gimana-gimana sama part ini?
Lanjut nda?
Atau? Kita abisin aja sampe disini?
Oke lah see you in the next chapter yaa bye All
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.