Halo halo semuanya
Gimana kabarnya?
Semoga baik-baik saja yaa
Bagi yang kurang baik semoga cepat membaik
Happy reading
-------------------------------------------------------------------------
Hingga Ghana memutuskan mengecek siapakah yang sudah menguping pembicaraan dirinya dengan Ragnala.
Ternyata Theo membuntuti Ghana ke kamar mandi....
"Lo abis nelpon siapa A?" tanya Theo
Ghana pun seketika panic, namun berusaha tenang dan menjawab pertanyaan Theo barusan
"Oh itu kenapa emangnya? Apa yang lo denger?" tanya Ghana balik
"Gak banyak Cuma denger kalo lo gak focus itu aja," jawab Theo jujur.
Walau bagaimanapun Theo tak pernah sekalipun berbohong pada Ghana dan Dira maupun pada Farhat and the Geng saat masih berteman baik dahulu.
"Bukan siapa-siapa, Cuma kenalan gue yang ngenalin gue sama motor," jawab Ghana.
Ghana melihat wajah Theo dalam hingga dia menyadari ada luka baru di wajah Theo, dan bertanya
"Muka lo kenapa luka lagi?" tanya Ghana.
"Ini...." jawab Theo menggantung.
Pov Theo
Kepala Theo mulai terasa sakit hingga dia memutuskan akan ke kamar mandi.
"Mau kemana lo?" tanya Dira.
"Kamar mandi, gue mau cuci muka," jawab Theo.
"Yaudah sana, aa lo juga lagi ke kamar mandi tuh," ucap Dira menyetujui.
Namun di perjalanan menuju kamar mandi, beberapa anak geng Farhat menghalangi jalan Theo, sepertinya dia adalah anak baru hingga tak mengenali bahwa Theo juga jago beladiri.
"Ini bukan nya salah satu dari Three bad yang gak bisa apa-apa tanpa Ghana dan Dira ya?" ejek salah satu anak itu.
Theo menaikan sebelah alis nya dan menggaruk dahi nya, dalam hati Theo berkata
'Ini anak baru gue liat keknya dia gak tau gue,'
Tanpa basa-basi lagi tiba-tiba anggota geng Farhat menyerang Theo, Theo yang belum siap pun terkena pukulan di wajahnya.
Theo bangkit dan bersiap menghajar mereka, mereka yang tadi tertawa puas karena Theo tersungkur pun mulai geram dengan keberanian Theo yang dianggap mereka sangat tak bisa apapun itu.
"Udah jatoh masih sok aja nih anak," ucap seorang yang meninju wajah Theo barusan.
Theo hanya menyeringai saja mendengar ejekan mereka dan setelah itu para anak baru itu menghajar Theo namun siapa sangka bahwa Theo pun sangat jago beladiri, sepertinya kejadian tadi mereka sama sekali gak ikut.
Dan seperti yang bisa diprediksi, mereka semua kalah dan Theo melanjutkan perjalanannya menuju kamar mandi.
Pov Theo end
"Jawab yang bener Theo," sentak Ghana.
"T-tadi Theo dihajar sama beberapa anak buahnya Farhat, mereka mukul gue nya belom siap," jawab Theo sedikit terbata karena Ghana murka.
Tanpa basa-basi Ghana menarik Theo menuju ke markas Falk Geng dan menarik kerah Farhat,
Sontak para anak buah Farhat termasuk Dimas berdiri dan akan menghajar Ghana, namun Farhat menghentikan mereka dengan memberi isyarat tangan nya.
"Ada apaan nih tiba-tiba?" tanya Farhat.
Jujur saja kali ini Farhat sama sekali tak mengetahui apa penyebab Ghana murka hingga mendatangi markas mereka, biar bagaimanapun Frahat sangat mengenal Ghana sama seperti Theo dan Dira mengenal Ghana.
"Gue udah berapa kali peringatin lo dan anak buah lo? Bahwa jangan sentuh Theo dan Dira," jawab Ghana masih mencoba menahan tak menghancurkan markas itu.
"Dan gue gak ada langgar itu setidaknya belom setelah lo ngehajar gue dan Falk Geng yang lain tadi," jawab Farhat.
"Oh ya? Terus barusan maksud anak buah lo ngehajar Theo? Hah?!" tanya Ghana emosi.
Farhat melotot seraya mengernyitkan dahi nya tanda tak paham, Farhat melemparkan tatapan pertanyaan pada Dimas dan Dimas menggeleng tak paham, karena memang mereka berdua sama sekali tak memerintahkan siapapun menghajar Three bad.
"Oke kali ini gue gak paham sama apa yang lo omongin barusan," ucap Farhat.
"Gak usah pura-pura lo!" kali ini Ghana murka dan Farhat hanya terdiam.
Salah satu sifat Farhat, jika dia tidak bersalah dan anggota geng nya membuat kesalahan, maka dia yang akan menanggungnya.
"Lo mau apa dari gue?" tanya Farhat.
Theo yang bisa membaca bahwa Farhat tak ada sangkut pautnya dengan penyerangannya pun menarik lengan Ghana pelan dan berkata
"Bukan Farhat yang nyuruh A."
Ghana melepaskan kerah Farhat kasar dan berbalik badan serta menarik Theo dan meninggalkan Farhat yang tersungkur akibat dorongan Ghana barusan.
Sesaat setelah Ghana dan Theo pergi, Farhat bangun dan bertanya
"Siapa yang mukulin Theo?"
Kumpulan anak yang memukuli Theo tersebut maju dan seketika Farhat maju dan menghajar mereka.
"Ada gue merintah kalian buat hajar Theo?" tanya Farhat setelah menghajar mereka.
Tak bisa di pungkiri bersama dengan Ghana, Theo, dan Dira berkesan sekali, setidaknya Farhat tak hilang kendali dan merasakan kebahagiaan.
-----------------------------------------------------------------
Halo lagiii
Gimana nih sama part ini?
Seru gak?
Sampai jumpa di chapter selanjutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret [On Going]
Teen FictionSelasa 10 Mei 2022 : rank 3 di watt Jumat 20 Mei 2022 : rank 3 di newwriter My second story in Wattpad Aku sih gak berharap kalian follow sebelum baca aku cuma berharap kalau kalian suka sama cerita ini Dari author abal-abal yang masih banyak belaja...
![Secret [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/280740965-64-k642855.jpg)